PROSES ANALISA DINDING GALIAN BASEMENT 7 LANTAI DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

Novia Sabina, Chaidir Anwar Makarim
| Abstract views: 38 | views: 32

Abstract

Limited area for construction can be overcome by build a multi-story building with basement. Basement is quite common in Jakarta, the things that attracted is basement with 7 stories. This basement construction use a diaphragm wall with 1 meter thickness for the retaining wall and installation strut every 4 meter. Deformation for diaphragm wall is calculated by finite element method application and mohr-coloumb soil modeling. This calculation based on soil type from each drill point and water table when it high or common. From the calculation, maximum deformation diaphragm wall for BH-5 when water table high is 235,86 mm and when water table at -3 m is 209,6 mm. Maximum deformation diaphragm wall for BH-7 when water table high is213,9 mm and when water table at -3 m is 197,18 mm. There are several things that need to concern when constructed basement and deep excavation, in case to avoid failure.


Abstrak

Keterbatasan lahan untuk pembangunan dapat diatasi dengan pembangunan gedung bertingkat yang dilengkapi dengan basement. Pembangunan basement cukup umum di Jakarta ini, salah satu hal yang menarik perhatian adalah pembangunan basement sebanyak 7 lantai. Pembangunan basement ini menggunakan dinding penahan tanah berupa dinding diafragma dengan ketebalan 1 meter dan pemasangan strut setiap 4 meter. Perhitungan deformasi pada dinding penahan tanah ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi metode elemen hingga dan permodelan tanah mohr-coloumb Permodelan dilakukan berdasarkan keadaan tanah pada tiap titik bor dan keadaan muka air saat banjir atau kemarau. Dari perhitungan, didapatkan deformasi maksimum dinding diafragma pada titik bor BH-5 pada muka air banjir adalah 235,86 mm dan pada muka air kemarau adalah 209,6 mm. Untuk deformasi maksimum dinding diafragma pada titik bor BH-7 pada muka air banjir adalah 213,9 mm dan pada muka air kemarau adalah 197,18 mm. Pada saat konstruksi basement dan galian dalam, diperlukan beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak terjadi kegagalan pada saat pembangunan dan penggunaan basement.


Keywords

basement, dinding diafragma, pergerakan lateral dinding, metode elemen hingga.

Full Text:

PDF

References

Badan Standardisasi Nasional. SNI Geoteknik 8460:2017-Persyaratan Perancangan Geoteknik, Jakarta: Badan Standardisasi Nasional, 2017.

Bouwer, Herman. Groundwater Hydrology. e-book, McGraw-Hill, 1978.

Bowles, Joseph E. Foundation Analysis and Design. 5th ed, e-book, McGraw-Hill, 1997.

Brinkgreve, Ronald B.J, et.al. Numerical Methods in Geotechnical Engineering. 1st ed, e-book, CRC Press, 2014.

Das, Braja. Principles of Foundation Engineering. 7th ed, e-book, Global Engineering, 2011.

Hillel, D. Soil and Water, Physical Principles and Processes. Academic Press, 1971.

Wan, J.W., et.al. “Reassessing Darcy’s Law on Water in Porous Media”. Journal of China University of Geoscience, vol. 36, no. 6, 2013, doi: 10.3799/dqkx.2013.130.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.