KAJIAN EFISIENSI PERENCANAAN PC-I GIRDER DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM STRAND 0,5” DAN 0,6” TERHADAP KEKUATAN DAN BIAYA

Jessen Richarlim, Edison Leo
| Abstract views: 112 | views: 379

Abstract

Prestressed concrete can be defined as concrete that given internal compressive stress such that it can reduce the tensile stress caused by external load to a certain condition. Stressing applied by pulling the tendon that has been installed on the concrete. 0,5” strand system are usually used for medium span. While 0,6” strand system is used for long span bridge. The purpose of this study was to determine the efficiency of PC-I girder using 0,5 "and 0,6" strands in terms of strength and cost. Strength analysis can be calculated by stress analysis, ultimate moment analysis and deflection analysis, while for cost analysis is a comparison of the cost composition between the 0,5 "and 0,6" strand system for each structural model reviewed. Structural modeling with hinge-roll at both ends and working loadings are dead load, additional dead load and live load. Loss of prestress force that is calculated depend on SNI 1725:2016 about loading for the bridge. The analysis shows that the use of the 0,5” strand has a better cost efficiency compared to the 0,6" strand. This can be seen from the design costs of the 0,5" strand system structure model is smaller than the 0,6" strand system structure model.

 

Abstrak

Beton prategang dapat didefinisikan sebagai beton yang diberikan tegangan tekan internal sedemikian rupa sehingga dapat mengurangi tegangan tarik yang terjadi akibat beban eksternal sampai suatu batas tertentu. Pemberian tegangan dilakukan dengan cara penarikan tendon yang telah diinstalasi pada beton. Sistem strand ukuran 0,5” biasanya digunakan untuk konstruksi jembatan bentang menengah. Sedangkan sistem strand ukuran 0,6” digunakan untuk konstruksi jembatan bentang panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi perencanaan PC-I girder dengan menggunakan strand 0,5” dan 0,6” dalam segi kekuatan dan biayanya. Analisis segi kekuatan berupa analisis tegangan, analisis momen ultimit dan analisis lendutan sedangkan untuk analisis segi biaya berupa perbandingan komposisi biaya yang dihasilkan dengan sistem strand 0,5” dan 0,6” untuk setiap model struktur yang ditinjau. Pemodelan struktur dengan perletakan sendi-rol pada kedua ujungnya dan pembebanan yang bekerja berupa beban mati, beban mati tambahan dan beban hidup. Kehilangan gaya prategang yang diperhitungkan sesuai dengan peraturan SNI 1725:2016 tentang Pembebanan Untuk Jembatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan strand 0,5” memiliki efisiensi biaya yang lebih baik dibandingkan dengan strand 0,6”. Hal ini dilihat dari biaya desain model struktur sistem strand 0,5” lebih kecil dibandingkan dengan model struktur sistem strand 0,6”.

Keywords

beton prategang; sistem strand; lendutan; tegangan; momen ultimit; biaya

Full Text:

PDF

References

Lin, T. Y and Burns, Ned. H. Desain Struktur Beton Prategang. 3rd ed, BinarupaAksara, 2000.

Manu, Agus Iqbal. Dasar-Dasar Perencanaan Jembatan Beton Bertulang. 1st ed, DPU, Mediatama Sapyakarya, 1995.

Nawy, Edward G., and H. Wibi. Hardani. Beton Prategang: Suatu Pendekatan Mendasar, 1st ed, Erlangga, 2001.

Raju, N. Khrisna. Beton Prategang. 2nd ed, Erlangga, 2001.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.