ANALISIS PENGARUH UKURAN DROP PANEL TERHADAP GESER PONS DAN MOMEN LENTUR PADA FLAT SLAB

Handexsen Handexsen, Edison Leo
| Abstract views: 30 | views: 33

Abstract

Pelat lantai termasuk elemen struktur yang selalu dijumpai di setiap proyek konstruksi gedung. Setiap story dari konstruksi gedung pasti ada elemen pelat lantai. Oleh sebab itu, pelat lantai memegang andil yang besar dalam menentukan anggaran biaya bangunan tersebut karena volumenya yang besar dan masif. Dengan menggunakan pelat lantai yang efektif, anggaran suatu bangunan dapat ditekan sehingga biayanya dapat lebih kecil. Belakangan ini sedang ramai penggunaan pelat lantai flat slab. Flat slab adalah two way slab yang tidak menggunakan balok pada konstruksinya. Dengan tidak adanya elemen balok, keuntungan utamanya adalah dapat mengurangi tinggi lantai karena plafon akan lebih rendah sehingga tinggi bangunan total akan lebih rendah. Disisi lain, dengan tidak adanya elemen balok maka kolom akan langsung bertumpu pada pelat dan akan mengakibatkan konsentrasi tegangan pada daerah sekitar kolom. Maka diperlukan perkuatan pada pertemuan kolom pelat berupa drop panel. SNI 2847 -2013 mengatur bahwa tebal minimal drop panel adalah seperempat tebal pelat lantai dan panjang minimal drop panel adalah seperenam bentang. Dalam penelitian ini akan dianalisis struktur beton bertulang dengan tinggi 4 m dengan dimensi kolom 500 mm x 500 mm menggunakan drop panel dengan variasi panjang drop panel 800 mm, 900 mm, 1000 mm, 1100 mm dan 1200 mm. Analisis akan dilakukan dengan metode elemen hingga bantuan software komputer. Nantinya akan dilihat hasil pengaruh penambahan panjang terhadap geser pons dan momen lentur yang terjadi.

Keywords

pelat lantai; two way slab; flat slab; drop panel; geser pons; metode elemen hingga

Full Text:

PDF

References

Asroni, Ali. (2010). Balok Dan Pelat Beton Bertulang, Penerbit Graha Ilmu,Yogyakarta.

Badan Standardisasi Nasional. (2013). SNI 2847-2013: Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung. Jakarta.

Badan Standardisasi Nasional. (2013). SNI 2847-2013: Beban Minimum untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur lain. Jakarta.

Ervianto, D., Indryani, R., & Wahyuni, E. (2012). Studi Perbandingan Pelat Konvensional, Ribslab dan Flatslab Berdasarkan Biaya Konstruksi. Jurnal Teknik POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-5.

Jirsa, J.O. (2009). “Determination of Critical Shear, Moment, and Deformation Interactions For RC Slab- Column Connections”, Structural Engineering, The University of Texas, Austin.

MacGregor, James. dan James K. Wight. (2011). Reinforced Concrete: Mechanic & Design Sixth Edition. New Jersey: Pearson.

McCormac,Jack C. (2001). Desain Beton Bertulang Edisi Kelima Jilid 1 dan 2. Jakarta: Erlangga.

Micallef, K. dkk. (2014). Assesing Punching Shear Failure in Reinforced Concrete Flat Slabs Subjected to Localised Impact Loading, International Journal of Impact Engineering. 17-33.

Sathawane, A.A., & Deotale, R.S. (2012). Analysis and Design of Flat Slab and Grid Slab and Their Lost Comparison.International Journal of Advanced Technology in Civil Engineering ISSN : 2231-5721.

Sunggono. (1984). Buku Teknil Sipil.Penerbit : Nova.Bandung.

Tambusay,Asdam,dkk. (2014). Studi Eksperimental Perilaku Hubungan Pelat Kolom Menggunakan Drop Panel dengan Serat PVA-ECC terhadap Beban Siklik Lateral.Konferensi Nasional Pascasarjana Teknil Sipil (KNPTS).

Teruna,D.Rumbi & Prawira,Stanley. (2017). Studi Perbandingan Penggunaan Flat Plate dan Flat Slab dengan Drop Panel Struktur Bangunan Ditinjau Dari Segi Volume.Jurnal USU Vol.6, No. 1.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.