ANALISIS PERBAIKAN TANAH SEBAGAI BENTUK MITIGASI BENCANA LIKUIFAKSI YANG DAPAT DIAPLIKASIKAN MASYARAKAT DI PALU

David Manoel Mangunpraja, Aniek Prihatiningsih
| Abstract views: 343 | views: 426

Abstract

Likuifaksi dapat terjadi ketika tanah jenuh atau sebagian jenuh secara substansial kehilangan kekuatan dan kekakuan akibat adanya gempa bumi atau goncangan mendadak, disertai perubahan material yang bersifat padat (solid) menjadi seperti cairan (liquid). Pada insiden di Palu tanah secara tiba-tiba tengelam menjadi larutan air kemudian bergeser seakan-akan berjalan sendiri. Berdasarkan data yang diperoleh korban bencana likuifaksi di Palu, ada 2.256 orang yang meninggal, 1.309 orang hilang, 4.612 orang terluka (Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho). Banyak korban jiwa yang meninggal akibat peristiwa tersebut. Jumlah korban yang signifikan, menimbulkan pertanyaan apakah mungkin likuifaksi adalah hal baru di dunia teknik sipil. Ternyata sudah banyak yang melakukan penelitian mengenai likuifaksi. Apa mungkin likuifaksi tidak memiliki solusi? Karena masalah ini terus menerus terjadi terutama di Indonesia.. Skripsi ini akan menjelaskan mengenai likuifaksi dan bagaimana cara memperbaiki tanah likuifaksi dengan cara yang sederhana. Apakah masyarakat umum mengaplikasikannya? Tentu saja bisa, karena likuifaksi bukanlah sesuatu hal yang membahayakan dan dapat diatasi dengan cara yang tepat. Beberapa solusi sederhana yang bisa diaplikasikan masyarakat adalah: Micropile Bambu, Tanaman Baobab, Piezometer, Sumur Biopori.

Keywords

Likuifaksi; Micropile Bambu; Tanaman Baobab; Piezometer; Sumur Biopori

Full Text:

PDF

References

Bowles. Joseph. E. 1983. Analisa dan Desain Pondasi Jilid 1 Edisi ke 3. Jakarta : Erlangga

Braja, M.Das.1995.Mekanika Tanah (Prinsip-Prinsip Rekayasa Geoteknis Jilid 1). Jakarat: Erlangga.

Hsai-Yang Fang,1991,Foundation Engineering Handbook. Springer US

Peck Ralph. B, Thornburn Thomas H, Hansen Walter E.Teknik Pondasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Salauwe,R., Manoppo,F.J., Monintja,S. (2015) “Analisa Perkuatan Tanah dengan Bambu Sebagai Micropile Pada Tanah Liquefaction (Proyek PLTU Manokwari).”Jurnal Ilmiah Media Engineering Vol. 5 No.2, September 2015 (351-361).

Seed, H. B. (1979), "Soil Liquefaction and Cyclic Mobility Evaluation for Level Ground During Earthquakes," J. Geotech. Engng. Div., ASCE, Vol. 105, No. GT2, Feb., pp. 201-255.

Seed, H.B. and Idriss, I.M. (1971) Simplified Procedure for Evaluating Soil Liquefaction Potential. Journal of the Soil Mechanics and Foundations Division, ASCE 97, SM9, 1249-1273.

Seed, H. B., Makdisi, F., Idriss, I. M., and Lee, K. L. (1975). The slides in the San Fernando Dams during the earthquake of February, 9, 1971. J. Geotech. Eng. Div. 101:7, 651-688

SNI 03-2847-2002. 2002. Tata Cara Perencanaan Gempa Untuk Bangunan Gedung. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta

Towhata, I. (2008) Geotechnical Earthquake Engineering. Springer Science & Business Media, Berlin.

Wang, J.G and Law, K.T (1994) Siting in Earthquake Zones, Balkema, Rotterdam.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.