PERBAIKAN ANGKA CALIFORNIA BEARING RATIO PADA TANAH LANAU DENGAN CAMPURAN LIMBAH ALUMINIUM & KACA

Isi Artikel Utama

Raykie Grandi
Alfred Jonathan Susilo

Abstrak

This study aims to evaluate the improvement of the California Bearing Ratio (CBR) value of silt soil using aluminum and glass waste mixtures. In highway engineering, a higher CBR value indicates better soil bearing capacity. The soil sample was taken from the Pantai Indah Kapuk 2 area in Tangerang, Banten, and tested at the Soil Mechanics Laboratory of Tarumanagara University. Waste mixtures were tested at 4%, 8%, and 12% concentrations for both aluminum and glass. The results show that glass waste mixtures yield more significant increases in California Bearing Ratio values compared to aluminum waste. The highest California Bearing Ratio value with glass was achieved at 12% concentration, with a 6.61% increase, whereas the aluminum mixture reached its peak at 8% with a 4.42% increase. A decrease at 12% aluminum suggests that excessive material does not necessarily improve bearing capacity. These findings suggest that glass waste is more effective in enhancing the mechanical properties of subgrade soils compared to aluminum waste. Furthermore, this supports sustainable development principles by utilizing industrial waste in civil engineering applications.


Abstrak


Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peningkatan nilai California Bearing Ratio (CBR) pada tanah lanau menggunakan campuran limbah aluminium dan kaca. Dalam konteks rekayasa jalan raya, nilai California Bearing Ratio yang tinggi mencerminkan daya dukung tanah yang baik. Tanah yang digunakan berasal dari wilayah Pantai Indah Kapuk 2, Tangerang, Banten, dan diuji di Laboratorium Mekanika Tanah Universitas Tarumanagara. Variasi campuran limbah yang diuji adalah 4%, 8%, dan 12% untuk masing-masing jenis limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran limbah kaca memberikan peningkatan nilai California Bearing Ratio yang lebih signifikan dibandingkan limbah aluminium. Nilai California Bearing Ratio tertinggi pada campuran kaca tercapai pada 12% dengan peningkatan sebesar 6,61%, sedangkan pada limbah aluminium peningkatan tertinggi terjadi pada 8% sebesar 4,42%. Penurunan nilai California Bearing Ratio pada campuran aluminium 12% mengindikasikan bahwa kelebihan bahan tidak selalu meningkatkan daya dukung tanah. Hasil ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah kaca lebih efektif dalam meningkatkan sifat mekanis tanah dasar dibandingkan dengan limbah aluminium, sekaligus mendukung prinsip pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah.

Rincian Artikel

Bagian
Articles

Referensi

Adha, I. (2009). Pengaruh durabilitas terhadap daya dukung stabilisasi tanah menggunakan lempung plastisitas rendah dengan kapur. Jurnal Rekayasa, 13, 239-246.

Andriza, M. L., Kamil, I., & Ahmad, R. (2021). Perkuatan tanah lempung dengan limbah aluminium. SNITT- Politeknik Negeri Balikpapan 2021, 5, 127-132.

Bhakti, B. M., & Wulandari, S. (2023). Pengaruh penambahan serbuk kaca pada stabilisasi. Rekayasa sipil, 17, 94-100. doi:https://doi.org/10.21776/ub.rekayasasipil.2023.017.01.13

Blayi, R. A., Sherwani, A. S., Ibrahim, H. H., Faraj, R. H., & Daraei, A. (2020). Strength improvement of expansive soil by utilizing waste glass powder. Case Studies in Construction Materials, 13, e00427. doi:https://doi.org/10.1016/j.cscm.2020.e00427

Javed, S. A., & Chakraborty, S. (2020). Effects of waste glass powder on subgrade soil improvement. World Scientific News, 144, 30-42.

Mahendra , B. Y., Susilo, A. J., & Sandjaja, G. (2025). Persentase kenaikan nilai cbr tanah lanau halim yang diperkuat dengan limbah c&d pada berbagai proporsi. Jurnal Mitra Teknik Sipil, 8, 273-280.

Mudhakir, I., Nurhidayati, A., & Suprimurtiono, E. (2021). Pengaruh penambahan limbah serbuk kaca dan gypsum terhadap nilai cbr dan kuat geser tanah lempung. 6, 50-56. doi:https://doi.org/10.20961/ijcee.v6i1.53691

Nuryati, S. (2015). Analisis tebal lapis perkerasan dengan metode bina. Bentang: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Teknik Sipil, 3(1), 32-49. doi:https://doi.org/10.33558/bentang.v3i1.382

Pandey, S. V., & Lalamentik, L. (2014). Kelas jalan daerah untuk angkutan barang. Tekno sipil, 12, 27-37. doi:https://doi.org/10.35793/jts.v12i60.5596

Pasaribu, H., & Simanullang, M. T. (2021). Hubungan kekuatan tanah dasar dengan perkerasan kaku. Construct: Jurnal Teknik Sipil, 1, 1-10.

Bowles, J. E. (1992). Engineering properties of soils and their measurement (4th ed.). McGraw-Hill.