ANALYSIS OF THE EFFECT OF CH₃COOH ADDITION ON SOIL IMPROVEDWITH 10 % LIME CONTENT

Isi Artikel Utama

Matthew Andrianus
Hendy Wijaya
Ali Iskandar

Abstrak

Acid rain is a serious threat to the durability of geotechnical infrastructure, particularly in highly polluted industrial areas such as Jakarta. This phenomenon may damage the stability of chemically improved road subgrade through the dissolution of binding materials. This study aims to evaluate the strength degradation of subgrade soil stabilized with 10% lime under acid exposure. A laboratory experimental method was conducted by comparing native Puri Indah soil with lime-stabilized soil under three immersion conditions: no immersion (control) to determine initial strength, normal water immersion (pH 7.02) to simulate typical flooding, and acetic acid immersion (pH 5.21) to simulate extreme acid rain. The results indicate that 10% lime stabilization in the control condition produced a high CBR value of 46%. Normal water immersion caused a slight decrease to 44%, while acid exposure resulted in severe degradation with CBR dropping sharply to 27%. The significant gap between water and acid immersion confirms chemical deterioration due to neutralization reactions dissolving lime binders. It is concluded that although 10% lime effectively increases initial strength, this content lacks sufficient alkalinity to withstand long-term acid attack.


Abstrak


Hujan asam merupakan ancaman serius bagi durabilitas infrastruktur geoteknik, khususnya di kawasan industri padat polusi seperti Jakarta. Fenomena ini berpotensi merusak stabilitas tanah dasar jalan yang telah diperbaiki secara kimiawi melalui mekanisme pelarutan bahan pengikat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi degradasi kekuatan tanah dasar yang distabilisasi dengan kapur kadar 10% akibat paparan asam. Metode eksperimental laboratorium dilakukan dengan membandingkan karakteristik tanah asli Puri Indah dengan tanah campuran kapur pada tiga kondisi perendaman: tanpa rendaman (kontrol) untuk mengetahui kekuatan awal, rendaman air biasa (pH 7,02) sebagai simulasi genangan normal, dan rendaman larutan asam asetat (pH 5,21) sebagai simulasi hujan asam ekstrem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa stabilisasi kapur 10% pada kondisi kontrol menghasilkan nilai CBR yang tinggi sebesar 46%. Perendaman air biasa menyebabkan sedikit penurunan kekuatan fisik menjadi 44%. Namun, paparan asam menyebabkan degradasi yang jauh lebih parah dengan nilai CBR jatuh drastis hingga 27%. Selisih degradasi yang signifikan antara perendaman air dan asam membuktikan terjadinya kerusakan kimiawi struktur tanah akibat reaksi netralisasi yang melarutkan bahan pengikat kapur. Disimpulkan bahwa meskipun kapur 10% efektif meningkatkan kekuatan awal, kadar ini belum memiliki kapasitas alkalinitas yang cukup untuk menahan serangan asam dalam jangka panjang.

Rincian Artikel

Bagian
Articles

Referensi

Afriani, L. (2018). Pengaruh Variasi Waktu Pemeraman dan Perendaman Untuk Campuran Tanah dengan Bahan Additive terhadap Nilai Daya Dukungnya. Prosiding Semnas SINTA FT UNILA, 1, 219-224.

Amran, Y., & Pradana, D. Y. (2023). Parameter Nilai Kuat Tekan Bebas Tanah terhadap Tingkat Kepadatan Tanah Lempung Ekspansif. TAPAK, 12(2), 166-178.

Andrean A., P., Iswan, & Jafri, M. (2016). Pengaruh Variasi Waktu Pemeraman Terhadap Nilai Uji Kuat Tekan Bebas pada Tanah Lempung dan Lanau yang Distabilisasi Menggunakan Kapur pada Kondisi Rendaman. JRSDD, 4(2), 236-255.

ASTM International. (2017). Standard Practice for Classification of Soils for Engineering Purposes (Unified Soil Classification System) (ASTM D2487-17). https://www.astm.org/d2487-17

Badan Standardisasi Nasional. (2008). Cara Uji Kepadatan Ringan Untuk Tanah (SNI 1742:2008). https://binamarga.pu.go.id/index.php/nspk/detail/sni-1742-2008-cara-uji-kepadatan-ringan-untuk-tanah

Badan Standardisasi Nasional. (2012). Metode Uji CBR Laboratorium (SNI 1744:2012). https://binamarga.pu.go.id/uploads/files/585/sni-1744-2012-metode-uji-cbr-laboratorium.pdf

Fathonah, W., Kusuma, R. I., Mina, E., & Ningsih, A. T. (2022). Penggunaan Pasir Pantai Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Dasar Dan Pengaruhnya terhadap Nilai Kuat Tekan Bebas. Fondasi: Jurnal Teknik Sipil, 11(2), 140-150.

Istanto, R. C., Rustamaji, R., & Bachtiar, V. (2022). Pengaruh Kepadatan Tanah yang Distabilisasi dengan Kapur terhadap Parameter Kuat Tekan Tanah. Jurnal Teknik Sipil, 1-6.

Izzat, A. M., Al Bakri, A. M., Kamarudin, H., Sandu, A. V., Ruzaidi, G. C., Faheem, M. T., & Moga, L. M. (2013). Sulfuric Acid Attack on Ordinary Portland Cement. Revista de Chimie, 64(9), 1011-1014.

Jawahar, J. G., & Bhavana, A. (2016). Acid Attack on Fly Ash and GGBS Blended Geopolymer Concrete using Different Fine . International Journal of Science and Research Aggregates, 5(8), 1012-1015.

Kamon, M., Ying, C., & Katsumi, T. (1996). Effect of Acid Rain on Lime and Cement Stabilized Soils. Soils and Foundations, 36(4), 91-99.

Kuswanda, W. P. (2015). Problematika Pembangunan Infrastruktur pada Tanah Lempung Lunak dan Alternatif Metoda Penanganannya. PROSIDING SEMNAS T. SIPIL UNLAM , 270-288.

Latif, D. O., Rifa’i, A., & Suryolelono, K. B. (2017). Perbaikan Sifat Mekanis Tanah Lempung Ekspansif Menggunakan Abu Vulkanis Sinabung dan Kapur. Jurnal Saintis, 17(1), 23-32.

Mangelep, A. F., & Simanjuntak, R. M. (2020). Analisis Pengaruh Penambahan Limbah Gipsum pada Tanah Ekspansif terhadap Potensi Pengembangan dan Nilai Kuat Tekan Menggunakan Uji Tekan Bebas. e-Journal CENTECH, 1(2), 93-101.

Nabhan, A. (2023). Pengaruh Penambahan Asam Fosfat (H3PO4) dan Fly Ash pada Tanah Berbutir Halus terhadap Parameter Kuat Tekan Bebas [Doctoral dissertation, Universitas Islam Indonesia].

Okochi, K., Katsuyama, Y., & Matsumoto, K. (2000). Degradation of concrete structures by acid deposition. Atmospheric Environment, 34(4), 617–626.

Saputra, I. (2021). Stabilisasi Tanah Lempung dengan Campuran Abu Ban dan Semen terhadap Nilai CBR. Universitas Islam Riau Pekanbaru.

Sivaramanan, S. (2015). Acid Rain, Causes, Effects and Control Strategies. Central Environmental Authority. https://doi.org/10.13140/RG.2.1.1321.4240/1

Suaryana, N., & Fransisko, S. (2018). Stabilisasi Dua Tahap Menggunakan Kapur dan Semen untuk Memperbaiki Daya Dukung Tanah Ekspansif. Jurnal Jalan-Jembatan, 35(1), 31-39.

Tafonao, O. (2017). Pengaruh Penambahan Kapur Ca(OH)₂ pada Tanah Lempung terhadap Plastisitas dan Nilai CBR Tanah Dasar Perkerasan Jalan Raya. Universitas Medan Area.

Yulianti, D., Firda, A., Djohan, B., & Syahrul Fuad, I. (2023). Stabilitas Tanah Lempung Menggunakan Kapur dan Fly Ash dengan Pengujian CBR. Jurnal Teknik Sipil LATERAL, 1(2), 47-53.