KETERSEDIAAN AIR HUJAN UNTUK KABUPATEN MAHAKAM ULU KALIMANTAN TIMUR
Isi Artikel Utama
Abstrak
This study aims to analyze the potential implementation of a Rainwater Harvesting (RWH) system in Long Melaham Village, Mahakam Ulu Regency, East Kalimantan. The system is proposed as an alternative source of clean water for communities that are not yet served by the public water supply network (PDAM). The data used include daily rainfall records from 2015–2024 obtained from the Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Meteorological Station (BMKG Samarinda) and roof area measurements from nine public buildings. The rainwater volume was calculated using the equation V = R × A × C / 1000, with runoff coefficients (C) of 0.8 for tile roofs and 0.9 for metal roofs, following the SNI 6728.1:2015 standard. The results show an effective rainfall of 12.24 mm/day and domestic water demand of 60–80 liters per capita per day. School, mosque, and church buildings can meet daily water needs, while village halls and health posts require additional storage capacity. Overall, the RWH system is considered effective, economical, and sustainable for rural areas.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi penerapan sistem Pemanenan Air Hujan (PAH) di wilayah Desa Long Melaham, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Sistem ini diusulkan sebagai alternatif penyediaan air bersih bagi masyarakat yang hingga kini belum terlayani jaringan PDAM. Data yang digunakan meliputi curah hujan harian periode 2015–2024 dari Stasiun Meteorologi Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (BMKG Samarinda) serta luas atap sembilan bangunan publik. Perhitungan volume air hujan dilakukan menggunakan persamaan V = R × A × C / 1000 dengan koefisien limpasan (C) sebesar 0,8 (genteng) dan 0,9 (seng) mengacu pada SNI 6728.1:2015. Hasil analisis menunjukkan curah hujan efektif sebesar 12,24 mm/hari dengan kebutuhan air domestik 60–80 liter/jiwa/hari. Bangunan seperti sekolah, masjid, dan gereja mampu memenuhi kebutuhan air harian, sedangkan balai desa dan puskesmas pembantu memerlukan tambahan kapasitas tampungan. Secara keseluruhan, sistem PAH layak diterapkan sebagai solusi penyediaan air bersih yang efektif, ekonomis, dan berkelanjutan di wilayah pedesaan.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under Jurnal Mitra Teknik Sipil (JMTS) Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Asdak, C. (2010). Hidrologi dan pengelolaan daerah aliran sungai. Gadjah Mada University Press.
Bachder, E. R., Wijaya, M. M. H., & Wulandari, M. (2021). Potensi rainwater harvesting system (RWHS) di Kota Balikpapan berdasarkan jumlah curah hujan. Prosiding Seminar Nasional Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI).
Badan Standardisasi Nasional. (2015). Penyusunan neraca spasial sumber daya alam – Bagian 1: Sumber daya air (SNI 6728.1:2015). https://www.bsn.go.id
Campisano, A., Butler, D., Ward, S., Burns, M. J., Friedler, E., DeBusk, K., Fisher-Jeffes, L. N., Ghisi, E., Rahman, A., Furumai, H., & Han, M. (2017). Urban rainwater harvesting systems: Research, implementation and future perspectives. Water Research, 115, 195–209.
Direktorat Jenderal Cipta Karya. (1996). Kriteria perencanaan sistem penyediaan air bersih. Departemen Pekerjaan Umum.
Ghisi, E., & Cordova, M. M. (2019). Potential for potable water savings by combining the use of rainwater and greywater in houses in southern Brazil. Journal of Environmental Management, 239, 23–34. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2019.03.020
Hendardi, T., Sari, N., & Utami, R. (2024). Rainwater harvesting as a sustainable alternative for rural water supply in East Kalimantan. Journal of Water Resources Engineering, 15(1), 55–63.
Loebis, J. (1984). Perencanaan bangunan air. Departemen Pekerjaan Umum.
Miu, R., Yusuf, A., & Dako, S. (2022). Perencanaan pemanenan air hujan sebagai alternatif penyediaan kebutuhan air bersih di Desa Pelehu, Gorontalo.
Pamungkas, A., Putra, B., & Sari, M. (2023). Potensi pemanenan air hujan dalam memenuhi kebutuhan air di Desa Seraya.
Rahman, A., Keane, J., & Imteaz, M. (2020). Rainwater harvesting in Southeast Asia: Current practices and future trends. Water, 12(8), 2173. https://doi.org/10.3390/w12082173
Silvia, I., & Safriani, N. (2018). Analisis potensi air hujan untuk kebutuhan domestik di Meulaboh.
Suhendi, W. (2018). Memanen air hujan (rain water harvesting) sebagai alternatif sumber air. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. https://web.archive.org/web/20200325064417/https://sda.pu.go.id/balai/bwssulawesi2/rain-water-harvesting/
Upono. (2016). Pemilihan distribusi probabilitas pada analisa hujan dengan metode goodness of fit test. Jurnal teknik sipil dan perencanaan, 18(2), 141–143.