DAMPAK REAKTIVASI STASIUN WANARAJA TERHADAP KINERJA SIMPANG JALAN CIKOLE DAN JALAN RAYA WANARAJA DI KABUPATEN GARUT
Isi Artikel Utama
Abstrak
The reactivation of Wanaraja Railway Station was carried out in March 2022 after 39 years of dormancy since 1983. With the reactivation of Wanaraja Railway Station, this is estimated to affect the intersection performance at the intersection of Cikole Street and Wanaraja Highway where the instersection is the road most often passed to get to the station. This purpose of this research is to identify the impact of reactivation of Wanaraja Railway Station on the intersectioin performance of Cikole Street and Wanaraja Highway by calculating the degree of saturation, delay, and queuing opportunities. This research uses a quantitative descriptive approach and intersection performance analytical method refers to Indonesia Highway Capacity Manual (PKJI) 2014. The results of the analysis show that the performance of the intersection of Cikole Street and Wanaraja Highway has increased that is on degree of saturation value from 0.49 to 0.74. The increase also occurs in the value of intersection delays and queue opportunities. This is because no substantial impact has been observed from the reactivation of Wanaraja Railway Station on the performance of the intersection of Cikole Street and Wanaraja Highway.
Abstrak
Reaktivasi Stasiun Wanaraja dilakukan pada bulan Maret 2022 setelah 39 tahun lamanya tertidur sejak tahun 1983. Reaktivasi Stasiun Wanaraja diperkirakan akan memengaruhi kinerja simpang di persimpangan Jalan Cikole dan Jalan Raya Wanaraja di mana persimpangan tersebut merupakan jalan yang paling sering dilewati untuk menuju stasiun tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak reaktivasi Stasiun Wanaraja terhadap kinerja simpang Jalan Cikole dan Jalan Raya Wanaraja dengan memperhitungan derajat kejenuhan, tundaan, serta peluang antrian. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif serta metode analisis kinerja lalu lintas simpang mengacu kepada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) tahun 2014. Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja simpang Jalan Cikole dan Jalan Raya Wanaraja mengalami peningkatan yaitu pada nilai derajat kejenuhan dari 0,49 menjadi 0,74. Peningkatan juga terjadi pada nilai tundaan simpang dan peluang antrian. Hal tersebut dikarenakan belum ada dampak yang signifikan dari reaktivasi Stasiun Wanaraja terhadap kinerja simpang Jalan Cikole dan Jalan Raya Wanaraja.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under Jurnal Mitra Teknik Sipil (JMTS) Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Ayu, D. A., & Kameswara, B. (2021). Unggulnya Kereta Api Garut dalam Konteks Reaktivasi pada Persaingan Pemilihan Moda dengan Angkutan Perdesaan. Prosiding FTSP Series, 651-663.
Anshori, I., & Mubarok, A. R. (2022). Kemenhub RI Umumkan Reaktivasi Jalur Kereta Api Cibatu-Garut. https://timesindonesia.co.id/pemerintahan/399166/kemenhub-ri-umumkan-reaktivasi-jalur-kereta-api-cibatugarut. Diakses pada tanggal 24 Maret 2022.
BPS Kabupaten Garut. (2024). Kabupaten Garut Dalam Angka 2025. Garut: BPS Kabupaten Garut
Direktorat Jenderal Bina Marga. (2014). Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia. (PKJI). Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum.
Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21 (1), 33–54.
Iscahyono, A. F., & Nugroho, F. A. (2023). Kinerja Simpang Jalan Gatot Subroto Pasca Beroperasinya Flyover Laswi–Pelajar Pejuang 45, Kota Bandung. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil, 6(3), 601-610.
Ispranoto, T. (2018). Daop 2 Bandung Fokus Aktivasi Jalur Kereta Cibatu-Garut. Detik News. https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-4212590/daop-2-bandung-fokus-aktivasi-jalur-kereta-cibatu-garut?utm_source=chatgpt.com. Diakses pada tanggal 25 Maret 2022.
Kementerian Perhubungan. (2022). Reaktivasi Jalur Garut Cibatu Perkuat Pariwisata dan Perekonomian Daerah Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. https://dephub.go.id/post/read/reaktivasi-jalur-garut-cibatu-perkuat-pariwisata-dan-perekonomian-daerah. Diakses pada 1 April 2022.
Kementerian Perhubungan. (2022). Setelah 40 tahun, Warga Garut Kembali Bisa langsung Naik KA ke Bandung dan Jakarta, Menhub: Saya Merinding Lihat Antusiasme Warga Garut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. https://portal.dephub.go.id/post/read/setelah-40-tahun,-warga-garut-kembali-bisa-langsung-naik-ka-ke-bandung-dan-jakarta,-menhub--saya-merinding-lihat-antusiasme-warga-garut. Diakses pada tanggal 1 April 2022.
Fitriyani, Ema. (2022). KAI Kebut Persiapan Operasional Jalur Kereta Garut yang Ditutup Sejak 1983. https://kumparan.com/kumparanbisnis/kai-kebut-persiapan-operasional-jalur-kereta-garut-yang-ditutup-sejak-1983-1xVex2ziVfb/full. Diakses pada tanggal 24 Maret 2022.
Pemerintah Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Jakarta: Lembaran Negara Republik Indonesia.
Prihatmantyo, R. R., Widyanto, U., Fauzi, F., & Sadili, R. (2019). Kajian Potensi Pengguna Kereta Api pada Jalur Reaktivasi Cibatu-Garut. Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat, 10(1), 108-120.
PT KAI (2019). Pekerjaan Penyusunan Dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas Pengembangan Stasiun Cibatu dan Reaktivasi Stasiun Pasirjengkol, Stasiun Wanaraja, dan Perlintasan Sebidang pada Jalur Kereta Api dari Stasiun Cibatu sampai dengan Stasiun Garut di Wilayah DAOP 2 Bandung.
Sari, M. S., & Zefri, M. (2019). Pengaruh Akuntabilitas, Pengetahuan, dan Pengalaman Pegawai Negeri Sipil Beserta Kelompok Masyarakat (Pokmas) Terhadap Kualitas Pengelola Dana Kelurahan di Lingkungan Kecamatan Langkapura. Jurnal Ekonomi, 21(3), 308-315.
Siahaan, W. L., Adiman, E. Y., & Djuniati, S. (2023). Perbandingan Hasil Analisis Panjang Antrian Menggunakan Metode Mkji, Hcm Dan Austroads Terhadap Panjang Antrian Lapangan. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil, 6(3), 669-676.
Sulung, U., & Muspawi, M. (2024). Memahami Sumber Data Penelitian: Primer, Sekunder, dan Tersier. Jurnal Edu Research : Indonesian Institute For Corporate Learning And Studies (IICLS), 2(2), 28–33.