PENGARUH VOID PADA PENAMPANG TIANG FONDASI TERHADAP P-Y CURVE

Main Article Content

Dave Laurent
Alfred Jonathan Susilo

Abstract

Analisa daya dukung lateral merupakan aspek penting dalam perancangan fondasi untuk mengantisipasi kegagalan fondasi tiang. Salah satu metodenya adalah p-y curve yang merupakan pengembangan dari metode Balok pada Fondasi Winkler. Metode p-y curve memodelkan tanah sebagai pegas non-linier. Metode ini diperkenalkan oleh McClelland dan Focht pada tahun 1956 dalam bentuk kurva hubungan reaksi tanah dengan defleksi akibat beban lateral. Metode p-y curve lebih umum digunakan karena tahap pengerjaannya yang tidak rumit jika dibandingkan dengan metode lainnya dan hasilnya dapat diandalkan. Akan tetapi, metode p-y curve tidak memperhitungkan pengaruh bentuk penampang karena tiang disederhanakan menjadi model tiang satu dimensi dengan pendekatan empiris. Penelitian ini membandingkan pengaruh lubang pada penampang spun pile dan tiang baja tubular terhadap p-y curve menggunakan metode yang diusulkan oleh Georgiadis (2010) dengan p-y curve yang dibentuk dengan program LPILE. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa p-y curve untuk tiang dengan penampang solid lebih kaku daripada tiang dengan penampang void.

Article Details

Section
Articles