POTENSI PENGGUNAAN IPAL DAN SPAH UNTUK MENGHEMAT PENGGUNAAN AIR PDAM PADA MAL

Main Article Content

Diana Harijanto
Vittorio Kurniawan
Wati Asriningsih Pranoto

Abstract

A shopping centre produces domestic wastewater every day. This domestic wastewater consists of blackwater (toilet) wastewater and greywater (household) wastewater. Wastewater generated by the industry is managed by a domestic Wastewater Treatment Plant (WWTP) system. This study was conducted to find the potential of WWTP and Rainwater Harvesting System to reduce water use in the area. Mal can save up to ±76,95% PDAM’s usage if the wastewater is used for all needs, they can save ±22,64% PDAM’s usage if the wastewater is used only for restroom and gardening needs, and they can save ±0,53% PDAM’s usage if the wastewater is used only for gardening needs. Mal can save up to ±33,27% PDAM’s usage if the rainwater that’s used comes from the roof and the parking lot. They can save ±19,51% PDAM’s usage if the rainwater only comes from the roof (existing). Based on analysis results and researches that’d been done, if the shopping centre wants to maximize the probability of the wastewater usage to save up PDAM’s usage, a demolition of the plumbing system needs to be done, so that the new plumbing system can be built afterwards.


Abstrak


Suatu pusat perbelanjaan menghasilkan air limbah domestik setiap harinya. Air limbah domestik ini terdiri dari air limbah kakus dan air limbah non kakus. Air limbah yang dihasilkan dikelola dengan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari potensi IPAL dan Sistem Pemanenan Air Hujan (SPAH) untuk mengurangi penggunaan air dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM). Mal dapat menghemat pemakaian air PDAM sebesar ±76,95% bila air IPAL digunakan untuk seluruh kebutuhan air gedung, sebesar ±22,64% bila air IPAL digunakan untuk kebutuhan toilet dan penyiraman tanaman, dan sebesar ±0,53% bila air IPAL digunakan hanya untuk kebutuhan penyiraman tanaman. Untuk SPAH, mal dapat menghemat pemakaian air PDAM sebesar ±33,27% bila air hujan dari atap dan tempat parkir digunakan. Bila air hujan yang digunakan hanya dari atap (eksisting), maka penghematan yang terjadi hanya sebesar ±19,51%. Berdasarkan hasil analisis dan pengamatan yang sudah dilakukan, bila mal ingin memaksimalkan penggunaan air IPAL untuk menghemat penggunaan air PDAM, mal perlu membongkar sistem plumbing eksisting agar dapat dibuat sistem plumbing rencana.

Article Details

Section
Articles

References

Abdulla, F. A., & Al-Shareef, A. W. (2009). Roof rainwater harvesting systems for household water supply in Jordan. Jordan University of Science & Technology. 13.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tangerang. (2020). Statistik Kependudukan Kabupaten Tangerang Tahun 2020. 10.

Kevin. (2022). Evaluasi Efektivitas dan Optimasi Penggunaan IPAL Domestik Untuk Mengurangi Penggunaan Air PDAM. Universitas Tarumanagara. 84.

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor: P.68/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016 Tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik, (2016).

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor: 04/PRT/M/2017 Tentang Penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik, (2017).

Puspitasari, P. A., Saptomo, S. K., & Febrita, J. (2022). Perancangan Sewage Treatment Plant (STP) sebagai Implementasi Aspek Green Building pada Apartemen Samasta Mahata Margonda Depok. Institut Pertanian Bogor. 10.

Sasongko, E. B., Widyastuti, E., & Priyono, R. E. (2014). Kajian Kualitas Air dan Penggunaan Sumur Gali oleh Masyarakat di Sekitar Sungai Kaliyasa Kabupaten Cilacap. Universitas Diponegoro. 11.

Silvia, C. S., & Safriani, M. (2018). Analisis Potensi Pemanenan Air Hujan Dengan Teknik Rainwater Harvesting Untuk Kebutuhan Domestik. Universitas Teuku Umar. 12.

Yolanda. (2022). Studi Efektivitas dan Optimasi terhadap Penerapan IPAL sebagai Upaya Penghematan Air PDAM pada JB Tower. Universitas Tarumanagara. 120.