ANALISIS PENGGUNAAN ABU CANGKANG SAWIT TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON NORMAL

Main Article Content

Marco Christian
Widodo Kushartomo

Abstract

Concrete is one of the most important materials used in building structures. A material that can be used to create normal concrete with this method is to add palm shell ash to the concrete mix. Palm shell ash can be used as a filler material, because the ash has a chemical composition contains silica (SiO2) which is amorphus and highly reactive at room temperature. The use of palm shell ash as an additive to the concrete mixture aims to improve the quality of the concrete which is planned after palm shell ash is added to the concrete mixture. The tests carried out in this study were compressive power, split tensile power, flexural power, and modulus of elasticity at the age of 28 days concrete. The number of samples made was 36 cylinders and 12 blocks for variations in percentage of 0%, 5%, 10%, 15%, 20% and 25%. The treatment of the specimens was done by immersing them for 26 days. The values of compressive power, split tensile power, flexural power, and elastic modulus will decrease when the percentage of palm shell ash in the concrete mixture increases.


Abstrak


Beton merupakan suatu material yang begitu vital untuk diaplikasikan dalam dunia konstruksi. Suatu materi yang bisa dimanfaatkan untuk menciptakan beton normal dengan metode ini adalah dengan menambahkan abu cangkang sawit ke dalam campuran beton. Abu cangkang sawit bisa dimanfaatkan selaku materi pengisi (filler), sebab abu tersebut memiliki kompenen kimia yang mengandung silika (SiO2) yang bersifat amorphus (bukan kristal) dan sangat reaktif pada temperature kamar. Penggunaan abu cangkang sawit selaku materi tambahan dalam campuran beton bertujuan untuk meningkatkan mutu beton yang direncanakan setelah abu cangkang sawit ditambahkan pada campuran beton. Percobaan yang diselenggarakan pada penelitian berikut adalah kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur, dan modulus elastisitas terhadap usia beton 28 hari. Jumlah sampel yang dibuat adalah 36 buah berbentuk silinder dan 12 buah berbentuk balok dengan variasi persentase sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%. Perawatan materi pengujian dilakukan dengan upaya direndam dalam 26 hari. Hasil kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur, dan modulus elastisitas menurun ketika persentase abu cangkang sawit pada campuran beton meningkat.

Article Details

Section
Articles

References

Antoni, A. & Nugraha, P. (2007). Teknologi Beton. Yogyakarta: Andi.

Departemen Pekerjaan Umum. (1989). Badan Penelitian dan Pengembangan PU, Pedoman Beton 1989. In SKBI.1.4.53.1989, Draft Konsensus. Jakarta: DPU.

Gunawan, C. H., Mungok, C. D., & Lestyowati, Y. (2018). Pemanfaatan Abu Boiler Cangkang Kelapa Sawit Sebagai Bahan Tambah Pada Campuran Beton. Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik, 5(2), 1-8.

Jatmika, L. P., & Mahyudin, A. (2017). Pengaruh Persentase Serat Sabut Kelapa dan Resin Polyester Terhadap Sifat Fisik dan Mekanik Papan Beton Ringan. Jurnal Fisika FMIPA Universitas Andalas, 6(4), 387-393.

Kushartomo, W., & Sari, P. D. (2018). Sifat Mekanis Beton Normal dengan Campuran Tepung Marmer. Media Komunikasi Teknik Sipil, 24(1), 71-78.

Kushartomo, W., & Tandio, K. (2016). Pengaruh Penggunaan Abu Terbang Terhadap Sifat Mekanis Reactive Powder Concrete. Jurnal Teknik Sipil Universitas Tarumanagara, 119-126.

Kushartomo, W., Makarim, C. A., Supartono, F. X., & Sumawiganda, S. (2013). Pengaruh penambahan quartz powder pada reactive powder concrete terhadap terbentuknya kalsium-silikat-hidrat. Journal of Civil Engineering, 20(3), 187-194.

Mulyono, T. (2006). Teknologi Beton. Surabaya: Andi.

Nukrirullah, M., Pathoni, H., & Wanda, A. (2022). Hubungan Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton dengan Serat Bambu dan Tusuk Gigi Sebagai Bahan Tambah. Jurnal Teknik Sipil Universitas Jambi, 11(1), 56-65.

Standar Nasional Indonesia. (2000). SNI 03-6468-2000 tentang Tata Cara Perencanaan Campuran Tinggi Dengan Semen Portland dengan Abu Terbang. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

Standar Nasional Indonesia. (2019). SNI 2847:2019 tentang Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung dan Penjelasan. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

Sutandi, A., & Kushartomo, W. (2019). Pengaruh Ukuran Butiran Maksimum Terhadap Kuat Tekan Reactive Powder Concrete. Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran, dan Ilmu Kesehatan, 3(1), 161-170.

Tjokrodimuljo, K. (2007). Teknologi Beton. Yogjakarta: Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada.

Vitri, G., & Herman, H. (2019). Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit Sebagai Material Tambahan Beton. Jurnal Teknik Sipil ITP, 6(2), 78-87.

Yusra, A., & Amir, A. (2016). Pengaruh Zat Tambah Abu Cangkang Sawit Terhadap Kuat Tekan Beton Mutu Tinggi. Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik, 2(1), 29-36.