ANALISIS HEAT TRANSFER PADA BETON MASSA MENGGUNAKAN OPC TIPE I DALAM HUBUNGAN DENGAN CARA CURING

Main Article Content

Billy Setiawan
F.X. Supartono

Abstract

Skripsi ini membahas tentang heat transfer dan tegangan yang terjadi pada pilecap bermassa besar di Jembatan Pulau Balang, Kalimantan Timur. Pada pekerjaan konstruksi beton massa, sering kali dihadapkan dengan masalah-masalah tertentu yang biasanya diakibatkan oleh kelalaian dalam pembuatan beton massa tersebut. Salah satunya adalah timbulnya crack pada permukaan beton massa. Crack ini biasa diakibatkan oleh proses curing yang kurang tepat, ataupun pemakaian semen yang berlebih. Dimensinya yang besar juga dapat mengakibatkan bagian dalam beton sulit untuk melepaskan panas. Adanya perbedaan temperatur yang besar antara permukaan dan inti beton dapat menimbulkan tegangan yang mana dikhawatirkan akan melampaui kuat tarik beton, sehingga menimbulkan retak pada permukaan beton. Dalam penelitian ini, metode curing dan initial temperature akan menjadi variabel bebas, yang mana akan mempengaruhi temperatur yang terjadi. Menurut literatur, temperatur maksimum yang diijinkan adalah 70oC, sedangkan perbedaan temperatur harus lebih kecil dari 20oC. Dalam penelitian ini, dibuat opsi curing dengan cara isolasi dan temperatur awal yang rendah (perbedaan temperatur yang terjadi 11,7oC). Sedangkan untuk opsi tanpa isolasi sudah tidak memenuhi persyaratan (perbedaan temperatur yang terjadi 33oC) dan terjadi thermal crack pada permukaan beton. Pemasangan lapisan isolator dengan metode buka tutup dapat menjadi cara alternatif, namun berisiko terjadi thermal shock dan harus dilakukan trial and error untuk menghindari hal tersebut.

Article Details

Section
Articles