Evaluasi Tingkat Pelayanan Jalan Studi Kasus: Jalan Jenderal Sudirman Jakart

Main Article Content

Hendy Putera Winata
Najid Najid

Abstract

Jakarta merupakan ibukota Indonesia yang memiliki perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat diberbagai bidang dan sektor. Banyak masyarakat Indonesia yang berasal dari berbagai daerah yang berbondong-bondong untuk mencari penghasilan di Jakarta. Salah satu jalan protokol yang menjadi pusat keramaian pada hari kerja atau jam sibuk adalah Jalan Jenderal Sudirman. Seiring perkembangan di Indonesia, timbul permasalahan yaitu kemacetan pada Jalan Jenderal Sudirman. Pemerintah Provinsi DKI sudah banyak melalukan berbagai kebijakan salah satunya  penambahan Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT). Jalan Jenderal Sudirman yang tadinya menjadi pusat kemacetan pada hari kerja, perlahan menjadi membaik. Menganalisa kinerja jalan di Jalan Jenderal Sudirman digunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) dan Peraturan Mentri Perhubungan No.14 Tahun 2006. Analisa yang dilakuka meliputi kinerja, kapasitas, tingkat pelayanan, kecepatan kendaraan, volume kendaraan, jumlah kendaraan, dan  kondisi jalan.

 

Jakarta is the capital city of Indonesia which has very rapid development and progress in various fields and sectors. Many Indonesian people who come from various regions flock to look for income in Jakarta. One of the protocol roads that becomes the center of the crowd on weekdays or peak hours is Jalan Jenderal Sudirman. Along with developments in Indonesia, problems arise, namely congestion on Jalan Jenderal Sudirman. The DKI Provincial Government has implemented various policies, one of which is the addition of Mass Rapid Transit (MRT) and Light Rail Transit (LRT). Jalan Jenderal Sudirman, which used to be the center of traffic jams on weekdays, is slowly getting better. Analyzing road performance on Jalan Jenderal Sudirman used the Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) and Peraturan Mentri Perhubungan No.14 Year 2006 . The analysis includes performance, capacity, level of service, vehicle speed, vehicle volume, number of vehicles, and road conditions.

Article Details

Section
Articles

References

Najid. (2019). Evaluation of Side Friction in IHCM for Highway Two Lanes Two Ways. Advance in Engineering Research, 193.

AASHTO. (2001). A Policy on Geometric Design of Highways and Streets

Sarah,H.,& Najid. (2021). Analisis Kapasitas dan Kinerja Lalu Lintas Pada Ruas Jalan Jenderal Sudirman Jakarta

Darat, D. J. (1999). Tingkat Pelayanan Jalan

Firdaus, O. (2006). Analisis Tingkat Pelayanan Jalan Pada Ruas Jalan Utama Kota Pangkal Pinang.

https://www.beritasatu.com. (2018). Ini Perbedaan Jalan Sudirman-Thamrin Sebelum dan Sesudah Penataan. Berita Satu.

K.FAJRI. (2015). Latar Belakang Jakarta.

Mahardhika, W. A. (2020). Menhub: Hanya 35 Persen Masyarakat Jakarta Naik Transportasi Umum. Jakarta: Kompas.

MKJI. (1997). Manual Kapasitas Jalan Indonesia. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Marga. Depatemen Pekerjaan Umum.

Muchlisin, S. M. (n.d.). Manajemen Lalu Lintas.

Perhubungan, M. (2006). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: KM 14 Tahun 2006 tentang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan. Jakarta: Mentri Perhubungan.

Perhubungan, M. (2015). Peraturan Perhubungan Menteri No.96 Tahun 2015 Tentang Pelaksanaan Manajemen Lalu Lintas. Jakarta: Menteri Perhubungan.

Pustaka, G. (2018). Pengertian, Jenis dan Lebar Bahu Jalan.

PUTRA, M. (2011). Latar Belakang Tingkat Pelayanan Jalan