PEMANFAATAN LAHAN BEKAS TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR DENGAN STABILISASI TANAH SECARA KIMIAWI

Satya Bodhinanda, Aniek Prihatiningsih
| Abstract views: 38 | views: 26

Abstract

Landfill soil (TPA) has great potential of utilization in construction purpose. Landfill soil has similar characteristic with clay soil that has high water content also contain organic and inorganic material caused by garbage heap. One of the problem in utilizing landfill soil was the low quality of the soil that cause big settlement for the structure. Settlement was an important aspect in performing a construction. Soil stabilization for the landfill soil needed to decrease amount of settlement. Structure model using one, two, three, four floor of load and calculate the settlement occur on the heaviest load location of the foundation. Foundation base was circle and using shallow foundation reconsidering shallow foundation effective for four floor load. Chemical stabilization using 2 methods: Sodium Hydroxide 6% and Limestone 3-4,5%. Based on the calculation, found that Sodium Hydroxide is more effective in decreasing settlement occurred and able to decrease the settlement until 32,42% for the  floor load. However, those methods can’t fulfil the 15 cm settlement limit.

Tanah bekas tempat pembuangan akhir (TPA) memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan dalam bidang konstruksi. Tanah bekas TPA umumnya memiliki karakteristik serupa dengan tanah lempung berkadar air serta memiliki material organik dan anorganik dari timbunan sampah. Salah satu masalah dalam memanfaatkan tanah bekas TPA adalah rendahnya kualitas tanah yang mengakibatkan penurunan besar pada struktur. Perbaikan pada tanah bekas TPA diperlukan untuk mengurangi besarnya penurunan yang terjadi. Penurunan merupakan aspek penting dalam suatu perancangan konstruksi, maka dari itu batasan pada penurunan ditetapkan untuk menghindari penurunan yang berlebihan yang dapat merusak struktur. Permodelan menggunakan beban struktur 1,2,3, dan 4 lantai dan dihitung penurunan yang terjadi pada fondasi dengan beban struktur terbesar. Penampang fondasi berbentuk lingkaran mempertimbangkan beban percobaan hingga 4 lantai cocok untuk fondasi dangkal. Stabilisasi tanah secara kimiawi menggunakan 2 metode yaitu Sodium Hidroksida 6% dan batu kapur 3-4,5%. Berdasarkan hasil perhitungan, didapati stabilisasi menggunakan Sodium Hidroksida lebih efektif dalam mengurangi penurunan tanah yang terjadi dan mampu mengurangi besarnya penurunan hingga 32,42% pada beban struktur 4 lantai. Namun, stabilisasi tanah menggunakan kedua metode belum dapat mencapai batas aman penurunan sebesar 15 cm.

Keywords

landfill soil; shallow foundation; chemical stabilization; settlement; tanah bekas tempat pembuangan akhir; fondasi dangkal; stabilisasi kimiawi; penurunan

Full Text:

PDF

References

Antonius, F. ANALISIS CARA PENINGKATAN DAYA DUKUNG FONDASI DANGKAL PADA KONSTRUKSI GEDUNG BERTINGKAT. 3(3), 2020: 897–910.

Chandan, K., et al. “Stabilization of Expansive Soil Using Nanomaterials.” International Interdisciplinary Coference on Science Technology Engineering Management, 2017, pp. 432–39.

Das, Braja M. Mekanika Tanah (Prinsip-Prinsip Rekayasa Geoteknis) jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga. (Diterjemahkan Oleh: Noor Endah dan Indrasurya B. Mochtar), 1995.

Das, Braja M., Khaled S. Principles of Geotechnical Engineering. (8th edition). United States of America. Global Engineering, 2014.

Er. Gurbaksh Singh. “Analysis of Heavy Metals Concentration in Landfill Soil.” International Journal of Engineering Research And, vol. V8, no. 12, 2019, pp. 9–10, doi:10.17577/ijertv8is120019.

Gunarso, Andreas, and Rizqi Nuprayogi. “Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Dengan Campuran Larutan NaOH 7,5%.” Jurnal Karya Teknik Sipil, vol. 6, no. 2, 2017, pp. 238–45.

Jurnal Teknik Sipil, & Jakarta, P. N. Stabilisasi Tanah Ekspansif Dengan Penambahan Kapur (Lime): Aplikasi Pada Pekerjaan Timbunan. Jurnal Teknik Sipil Dan Perencanaan, 11(2) 2019: 101–108.

Septiadi, Kevin dan Aniek Prihatiningsih. “Studi Manfaat Daya Dukung Belled Pile Dan Multi-Belled Pile.” JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil, vol. 3, no. 4, 2020, p. 1113, doi:10.24912/jmts.v3i4.8394.

Tatiana and Ernest. “The Effect of Quicklime Stabilization on Soil Properties”. Agriculture and Agricultural Science Procedia. 10. 2016, pp. 444-451.

Terzaghi, Karl and Ralph B. Peck. Soil Mechanics in Engineering Practice. 3rd Edition. Wiley, 1967.

Yoo, Kee-Young, Won-ju K., Kyu-yi K., Nanjido Eco Park Restoration from Waste Dumping site. Seoul. Seoul Metropolitan Government, 2014.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.