PENERAPAN GROUP REALITY THERAPY BAGI WARGA BINAAN UNTUK MEMILIH KEGIATAN SETELAH KELUAR DARI RUANG PAMSUS LAPAS X

Jennyfer Jennyfer, Denrich Suryadi, Indriyani Virginia

Article Metrics

Abstract view : 196 times
PDF - 161 times

Abstract

Lapas X memiliki warga binaan sebanyak 3.110 orang. Jumlah tersebut melebihi batas maksimum yang dapat ditampung. Kurangnya sumber daya manusia dari lapas membuat tidak setiap warga binaan mendapatkan kesempatan untuk melakukan tes secara psikologis. Salah satu masalah yang dihadapi adalah banyak warga binaan yang belum mengetahui kegiatan apa yang akan diambil setelah keluar dari ruang pamsus. Oleh sebab itu, dibutuhkan terapi untuk membantu warga binaan memilih dengan tepat dan bijaksana kegiatan yang ada di Lapas X. Salah satu terapi yang dapat dilaksanakan adalah group Reality Therapy. Tujuan terapi kelompok ini adalah untuk mengarahkan serta membantu warga binaan untuk bertindak aktif dalam mencari dan memilih kegiatan setelah keluar dari ruang pamsus. Terapi ini mampu membantu individu dalam menemukan cara memenuhi kebutuhan-kebutuhannya secara adaptif. Model yang digunakan untuk menggambarkan keseluruhan prosesnya tetap sama yaitu WDEP. W adalah wants, D adalah direction dan doing, E adalah evaluation, serta P adalah Planing. Komponen-komponen WDEP adalah hal yang perlu dieksplorasi selama proses terapi. Hasil intervensi akan diukur dengan melihat skor pre-test dan post-test melalui pernyataan dan skala yang telah dibuat. Setelah intervensi, partisipan menunjukkan peningkatan skor. Peningkatan skor dilihat dari hasil pernyataan berdasarkan skala Likert, hal ini menunjukkan bahwa partisipan telah mampu memilih kegiatan di lapas dan mampu memahami materi yang dilihat dari isi catatan harian setiap akhir sesi. Selama intervensi berlangsung, partisipan mampu mengikuti intervensi dengan kooperatif dan aktif.

Keywords

Kata kunci: Warga binaan, Group Reality Therapy, Lapas, Pemilihan kegiatan Lapas, Ruang pamsus.

Full Text:

PDF

References

Birashk, B. (2009). The role of prison on prisoner personality. Journal of improvement and

education, 9:92-96.

Corey, G. (2012). Theory and practice of group counseling (8th ed.). Belmont, CA: Cengage

Learning.

Corey, G. (2013). Case approach to counseling and psychotherapy (8th ed.). Belmont, CA:

Brooks/Cole Cengage Learning.

Glasser, W. (1985). Control theory. New York, NY: HarperCollins.

Glasser, W. (2003). The Elihical Application of Choice Theory. Seminows, LLC: Home Study

Good, E. P. (1987). In pursuit of happiness. Chapel Hill, NC: New View Publications.

Honeyman, A. (1990). Perceptual changes in addicts as a consequence of reality therapy based

on group treatment. Journal of Reality Therapy, 9:53–59.

Humanda, N., Pranowowati, P., Siswanto, Y. (2014). Analisis permasalahan kesehatan pada

narapidana di lembaga pemasyarakatan klas IIA Ambarawa. Ambarawa: Stikes Ngundi

Waluyo.

Santrock, J. W. (2001). Educational psychology (8th ed.). New York, NY: McGraw-Hill.

Sharf, R. S. (2012). Theories of psychotherapy and counseling: Concepts and cases. Belmont,

CA: Cengage learning.

Shea, G. (1973). The effects of reality-therapy-oriented group counseling with delinquent,

behavior-disordered students. Dissertation Abstracts International, 34: 4889–4890.

Wubolding, R.E. (2006) The Power of Belonging. International Journal of Reality Therapy, 55:

-120.

Copyright (c) 2018 Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni

Refbacks

  • There are currently no refbacks.