HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN DIRI DENGAN PERILAKU AGRESI PADA REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

Olga Patricia Ritung, Naomi Soetikno
| Abstract views: 605 | views: 2208

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara penerimaan diri dengan perilaku agresi pada remaja di sekolah menengah pertama. Perilaku agresi merupakan suatu perilaku yang disadari atau disengaja oleh seseorang yang dilakukan dalam bentuk verbal maupun fisik serta bertujuan untuk menyakiti atau merugikan orang lain sehingga menyebabkan rasa sakit dan trauma, baik secara fisik maupun psikis. Penerimaan diri merupakan gambaran diri seseorang secara positif dan mengakui kelebihan maupun kekurangannya, serta memahami keinginan dan kemauan dalam dirinya dalam bentuk pandangan yang objektif. Subyek penelitian adalah remaja awal berusia 12 sampai dengan 15 tahun. Penelitian dilakukan pada 370 subyek yang bersekolah di SMP yang berada di wilayah Jabotabek. Setelah dilakukan uji normalitas dan didapatkan distribusi data kedua variabel, baik penerimaan diri maupun perilaku agresi tidak normal maka untuk mencari ada atau tidaknya hubungan tersebut penelitian ini menggunakan metode uji korelasi Chi Square. Hasil analisis data menggunakan uji korelasi Chi Square menunjukkan bahwa agresi emosional/hostile memiliki nilai Chi Square = 611.440 dan p = .000. Agresi fisik memiliki nilai Chi Square = 1266.656 dan p = .000. Hasil penelitian diperoleh terdapat hubungan positif antara penerimaan diri dengan perilaku agresi, baik indikator agresi emosional/hostile dan agresi fisik pada remaja.

 

Kata Kunci: Perilaku agresi, penerimaan diri, dan remaja.

Keywords

Perilaku agresi, penerimaan diri, dan remaja.

Full Text:

PDF

References

Ardilla, F., & Herdiana, I. (2013). Penerimaan diri pada narapidana wanita. Jurnal Psikologi Kepribadian dan Sosial, 2(1), 1-7.

Berkowitz, L. (1995). Agresi 1: Sebab dan akibatnya. (H. W. Susiatni, Terj.). Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo.

Brill, R. R. (2000). Emotional honesty & self-acceptance: Education strategies for preventing violence. United States, US: Xlibris.

Chaplin, J. P. (2008). Kamus lengkap psikologi. (K. Kartono, Terj.). Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Germer, C. K. (2009). The mindful path to self-compassion: Freeing yourself from destructive thoughts and emotions. New York, NY: The Guilford Press.

Gunarsa, S. D., & Gunarsa, Y. S. D. (1995). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Handayani, M. M., Ratnawati, S., & Helmi, A. F. (1998). Efektifitas pelatihan pengenalan diri terhadap peningkatan penerimaan diri dan harga diri. Jurnal Psikologi, (2), 47-55.

Hartati, J., Erlamsyah, & Syahniar. (2013). Hubungan antara perlakuan orangtua dengan penerimaan diri siswa. Jurnal Ilmiah Konseling, 2(1), 338-346.

Hidalgo, J. L., Bravo, B. N., Martinez, I. P., Pretel, F. A., Postigo, J. M. L., & Rabadan, F. E. (2010). Psychological well-being assessment tools and related factors. InI. E. Wells (Ed.), Psychological well-being (pp. 77-113). New York, NY: Nova Science Publishers.

Hjelle, L. A., & Ziegler, D. J. (1981). Personality theories: Basic assumptions, research, and application (2nd ed.). Singapore: McGraw-Hill.

Komisi Nasional Perlindungan Anak. (2011, Desember 20). Catatan akhir tahun 2011 komisi nasional perlindungan anak [Web log post]. Diunduh dari http://komnaspa.wordpress.com/2011/12/21/catatan-akhir-tahun-2011-komisi-nasional- perlindungan-anak/

Kurniawan, S., & Rois, A. M. M. (n.d.). Tawuran, prasangka terhadap kelompok siswa sekolah lain, serta konformitas pada kelompok teman sebaya. Proyeksi, 4(2), 85-94.

Krahe, B. (2013). The social psychology of aggression (2nd ed.). New York, NY: Psychology Press.

Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2009). Human development (11th ed.). New York, NY: McGraw-Hill.

Pardede, Y. O. K. (2008). Konsep diri anak jalanan usia remaja. Jurnal Psikologi, 1(2), 146-151.

Putri, A. (2012, September). Setahun, 17 pelajar tewas karena tawuran. Tempo. Diambil dari http://www.tempo.co/read/news/2012/09/27/064432335/Setahun-17-Pelajar-Tewas- Karena-Tawuran

Rina. (2011). Faktor-faktor yang melatarbelakangi perilaku agresif pada remaja kelas II, III di SMP Pahlawan Toha Bandung 18 September 2006 – 05 Januari 2007. Jurnal Kesehatan Prima, 3(2), 14-24.

Rumini, S., & Sundari, S. (2004). Perkembangan anak dan remaja. Jakarta: Rineka Cipta.

Santrock, J. W. (2007). Adolescence (12th). New York, NY: McGraw-Hill.

Sarwono, S. W. (2012). Psikologi remaja. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Taylor, S. E., Peplau, L. A., & Sears, D. O. (2006). Social psychology (12th ed.). New Jersey, NJ: Pearson Education.

Tim KPAI. (2013, 6 Juni). KPAI: Segera bentuk sekolah ramah anak. Komisi Perlindungan Anak Indonesia. Diunduh dari http://www.kpai.go.id/aksi/kpai-segera-bentuk-sekolah-ramah- anak/

Tindall, J. A., & Black, D. R. (2009). Peer programs: An in-depth look at peer programs: Planning, Implementation, and administration (2nd ed.). New York, NY: Taylor and Francis Group.

Yusuf, S. (2000). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Copyright (c) 2018 Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni

Refbacks

  • There are currently no refbacks.