KONTRIBUSI PERAN GENDER DAN KONFORMITAS TERHADAP AGRESIVITAS REMAJA PUTRI SUPORTER SEPAKBOLA

Regina Octavianti, Bonar Hutapea
| Abstract views: 1081 | views: 1351

Abstract

Sepakbola adalah olahraga paling populer di dunia dan salah satu cabang olahraga yang memiliki banyak penggemar dan suporter. Suporter sepakbola tidak hanya dari laki-laki saja, namun saat ini perempuan juga sudah mulai menjadi suporter sepakbola. Kehadiran suporter dalam sepakbola merupakan wujud dari rasa kebersamaan, bahkan saat terjadi kerusuhan dan suporter perempuan juga tidak segan untuk ikut dalam kerusuhan tersebut. Penelitian ini menguji apakah peran gender dan konformitas berpengaruh terhadap agresivitas. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik convenience sampling terhadap perempuan suporter sepakbola. Kriteria subyek yang digunakan pada penelitian ini adalah remaja putri suporter sepakbola yang berusia 17–23 tahun. Penelitian ini menunjukkan adanya kontribusi peran gender dan konformitas terhadap agresivitas. Ada beberapa alasan yang terbukti yaitu remaja putri memiliki konformitas yang tinggi dan peran gender maskulin menambah tingginya agresivitas pada remaja putri.

Keywords

Kata kunci: agresi, suporter perempuan, konformitas, peran gender

Full Text:

PDF

References

Baron, R. A., & Byrne, D. (2004). Social psychology (8th ed.). Boston, MA: Allyn and Bacon.

Bem, S. L. (1981). Gender schema theory: A cognitive account of sex typing. Psychological

Review, 88(4). 354.

Berke, D. S., Sloan, C. A., Parrot, D., & Zeichner, A. (2012). Effects of female gender role and

gender norm conformity on aggression in men: Does masculinity reduce the risk?. Jurnal

Psychology Men and Masculinity, 13(4). 367-378. doi: 10.1037/a0026525.

Berkowitz, L. (1995). Agresi 1: Sebab dan akibatnya. Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo.

Buss, A. H., & Perry, M. P. (1992). The aggression questionnaire. Journal of Personality and

Social Psychology, 63, 452-459.

Cohn, A., & Zeichner, A. (2006). Effects of masculine identity and gender role stress on

aggression in men. Journal Psychology of Men & Masculinity, 7(4). 179-190.

Clarke, D. (2003). Pro-social and anti-social behaviour. New York, NY: Routledge.

Deaux, K., Dane, F. C., & Wrightsman. (1993). Social psychology in the ‘90s (6th ed.). Pasific

Grove, CA: Brooks/Cole.

Doddy (2011). Sejarah aremania: Motivasi suporter perempuan. Diunduh dari http://dody-

anggaaremania.blogspot.com/p/motivasi-suporter-perempuan.html.

Feldman, R. S. (2008). Understanding psychology (8th ed.). New York, NY: McGraw Hill.

Franzoi, S. L. (2009). Social psychology (5th ed.). New York, NY: McGraw Hill.

Gunarsa, S. D., & Gunarsa, Y. S. D. (2008). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Jakarta:

Gunung Mulia.

Hadi. (2011, Bulan tanggal). Perilaku sosial suporter sepakbola. Diunduh dari

http://olahraga.kompasiana.com/bola/2011/02/22/perilaku-sosial-suporter-sepakbola-

html.

Iriawan, M. (2012). Satu suporter permpuan ikut diamankan. Diunduh dari

http://www.lodaya.web.id/?p=7155.

Krahe, B. (2001). The social psychology of aggression. New York, NY: Pyschology Press Ltd.

Krahe, B. (2005). Perilaku agresif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Larsen, R. J., & Buss, D. M. (2010). Personality psychology: Domains of knowledge about

human nature. New York, NY: McGraw Hill.

Myers, D. G. (2010). Social psychology (10th ed.). New York, NY: McGraw Hill.

Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2009). Human development (11th ed.). New

York, NY: McGraw-Hill.

Pratama. (2013). Suporter wanita j-league. Diunduh dari http://www/goal/com/id-

ID/slideshow/5782/2/title/suporter-wanita-j-league?ICID=OP.

Putri, K. R. A. (2013). Hubungan antara identitas sosial dan konformitas dengan perilaku agresi

pada remaja suporter sepakbola persisam putra samarinda. E-journal psikologi,1(3). 241-

Diunduh dari e-journal.psikologi.fisip-unmul.ac.id.

Rialita, N. (2013). Gara-gara nyanyian, suporter bentrok dengan warga. Diunduh dari

http://www.goal.com./id-ID/news/1387/nasional/2013/01/13/3669580/gara-gara-

nyanyian-suporter-bentrok-dengan-warga.

Rice, F. P. (2001). The adolescent: Development, relationships, and culture (10th ed.). Boston,

MA: Allyn and Bacon.

Russell, G. W., & Goldstein, J. H. (1995). Personality differences between dutch football fans

and nonfans. Social behavior and personality, 23. 199-204.

Sarwono, S. W. (1999). Psikologi sosial: Psikologi kelompok dan psikologi terapan. Jakarta:

Balai Pustaka.

Sunarto, K. (2004). Pengantar sosiologi (edisi ke-3). Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas

Ekonomi Universitas Indonesia.

Suryanto. (2008). Perbedaan istilah antara penonton dan suporter sepakbola. Diunduh dari

http://suryanto.blog.unair.ac.id/2008/01/09/perbedaan-istilah-antara-penonton-dan-

suporter-sepakbola/.

Steinberg, L. (2011). Adolecence (9th ed.). New York, NY: McGraw Hill.

Taylor, S. E., Peplau, L. A., & Sears, D. O. (2003). Social psychology (11th ed.). New York,

NY: Pearson Education.

Utomo, H., & Warsito, H. (2012). Hubungan antara frustasi dan konformitas dengan perilaku

agresi pada suporter bonek persebaya. Jurnal penelitian psikologi,. 1(2). 10-19.

Copyright (c) 2018 Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni

Refbacks

  • There are currently no refbacks.