GAMBARAN KUALITAS KEHIDUPAN LANSIA DI GIANYAR BALI

Ni Putu Saraswati Wardani, Fransisca Iriani Roesmala Dewi
| Abstract views: 209 | views: 146

Abstract

Bali as one of the cities with the fourth rank has the largest number of elderly people in Indonesia. Religious, social and cultural life has a very strong influence on the quality of life of the elderly. The purpose of this study was to describe the quality of life of the elderly in Gianyar, Bali. This study uses a phenomenological qualitative approach with data collection techniques, interviews and observations. The subjects involved in this study were eight elderly individuals, eight subjects consisted of 4 men and 4 women, aged 60-70 years, with low educational status. The majority of participants have a partner (married), and still have a job as a daily activity. five out of eight elderly felt that the income they earned was sufficient to meet their daily needs, while three elderly felt that the income they earned could not meet their daily needs. The results of this study illustrate that eight elderly people have been able to achieve a quality life in 6 aspects, namely social relationships (active in social life); psychological well-being (positive feelings, self-worth); spiritual (gratitude), independence (organize and decide on their own activities, be financially independent); self-empowerment (beneficial for others. involved in decision making for family or community); environment (facilities and infrastructure or health care facilities). Meanwhile, one other aspect, namely physical health is defined as a condition of the body that is not fit and visual disturbances are often sick, so that it is perceived that their life is less qualified


Bali sebagai salah satu kota dengan peringkat keempat yang memiliki jumlah penduduk lansia terbanyak di Indonesia. Kehidupan beragama, sosial dan budaya yang sangat kuat mempengaruhi kualitas kehidupan lansia. Tujuan Penelitian ini untuk mendeskripsikan kualitas kehidupan lansia di Gianyar, Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi. Subyek yang terlibat dalam penelitian in adalah delapan individu lansia, delapan subyek terdiri dari 4 orang laki–laki dan 4 perempuan, berusia antara 60-70 tahun, dengan status pendidikan yang rendah. Mayoritas partisipan memiliki pasangan (menikah), serta masih memiliki pekerjaan sebagai aktivitas kesehariannya. Lima dari delapan lansia merasakan bahwa penghasilan yang didapatkan cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari sedangkan tiga lansia merasa bahwa penghasilan yang didapatkan kurang dapat memenuhi kebutuhannya. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa delapan lansia telah mampu mencapai kehidupan yang berkualitas pada 6 aspek yaitu hubungan sosial (aktif dalam kehidupan bermasyarakat); kesejahteraan psikologis (perasasan positif, keberhargaandiri); spiritual (rasa syukur), kemandirian (mengatur dan memutuskan aktivitas sendiri, mandiri secara finansial); pemberdayaan diri (bermanfaat untuk orang lain. dilibatkan dalam pengambilan keputusan untuk keluarga atau masyarakat); lingkungan (sarana dan prasarana atau fasilitas perawatan kesehatan). Sementara satu aspek lainnya, yakni kesehatan fisik dimaknai dengan keadaan tubuh yang kurang fit dan gangguan penglihatan sering sakit, sehingga dipersepsikan kehidupannya kurang berkualitas.

Keywords

quality of life; elderly; phenomenologyKualitas Kehidupan; Lansia; Bali

Full Text:

PDF

References

Artini, N. M., Prihandhani, I. S., & Martini, N. M. D. A. (2017). Hubungan fungsi keluarga dengan kualitas hidup lanjut usia di desa Jimbaran Kecamatan Kuta Selatan. CARING, 1(2), 84-90. Diunduh dari http://ejournal.binausadabali.ac.id/index.php/caring/article/view/10

Ayuningtias, A. U. H. (2018). Religiusitas sebagai faktor pendukung kepuasan hidup lansia di Bali. Jurnal Psikologi Mandala, 2(1), 53-61. Diunduh dari https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/JPM/article/view/675

Baernholdt, M., Yan, G., Hinton, I., Rose, K., Mattos, M. (2012). Quality of life in rural and urban adults 65 years and older: Finding the national health and nutrition examination survey. The Jurnal of Rural Health, 1-9. doi: 10.1111/j.1748-0361.2011.00403.x

Creswell, J.W. (2013). Qualitative inquiry & research design: Choosing among five approaches. Los Angeles, CA: Sage.

Dahono, Y. (2014, Oktober 02). Indonesia, peringkat bawah dalam kualitas hidup lansia. BeritaSatu. Diunduh dari https://www.beritasatu.com/iptek/214530/indonesia-peringkat-bawah-soal-kualitas-hidup-lansia

Dewi, F. I. R., Rostiana., Rumawas, M. E. (2018). The assessment on model of quality of life in Indonesian elderly. Advance Science Letters, 24(1), 417-419. https://doi.org/10.1166/asl.2018.12026

Dinkes Kabupaten Gianyar. (2013). Profil kesehatan kabupaten gianyar tahun 2013. Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar.

Kementerian Kesehatan RI. (2017). Analisis lansia di Indonesia. Agustus 15, 2018.

Pemerintahan Kabupaten Gianyar. (2011, September 26). Gianyar Peduli Lansia. Diunduh dari https://www.gianyarkab.go.id/index.php/baca-berita/2900/Gianyar-Peduli-Lansia

Sirgy, M. J. (2012). The psychology of of quality of life, hedonic well-being, life satisfication, and eudaimonia (2nd ed.). Virginia: Springer.

Sena, I. W. (2010). Implementasi konsep ngayah dalam meningkatkan toleransi kehidupan umat beragama di Bali. Diunduh dari http://sim.ihdn.ac.id/app-assets/repo/repo-dosen-121802010034-16.pdf

Sun, W., Aodeng, S., Tanimoto, Y., Watanabe, M., Han, J., Wang, B., . . . Kono, K. (2014). Quality of life (QOL) of the community-dwelling elderly and associated factors: A population-based study in urban area of China. Acrhives of Gerontology and Geriatrics, 60, 311-316. doi: 10.1016/j.archger.2014.12.002

Sutari, T. (2017, Mei 16). Indonesia akan masuk daftar negara berwarga lansia terbanyak. CNN Indonesia. Diunduh dari https://www.cnnindonesia.com/nasional/20170516135543-20-215181/indonesia-bakal-masuk-daftar-negara-berwarga-lansia-terbanyak

Sutikno, E. (2011). Hubungan antara fungsi keluarga dan kualitas hidup lansia. Jurnal Kedokteran Indonesia, 2(1),1-8

Wiyono, N. H & Djutaharta, T. (2019). Pola pengaturan tempat tinggal (living arrangement) penduduk lanjut usia: Studi kasus di Bali. Lembaga Demografi FEB UI. Diunduh dari https://ldfebui.org/wp-content/uploads/2017/02/Maret-BN-2019.pdf

World Health Organization. (1996). WHOQOL-BREF: Introduction, administration, scoring and generic version of the assessment. Geneva: World Health Organization. Diunduh dari https://www.who.int/mental_health/media/en/76.pdf

World Health Organization. (1998). Development of the world health organization WHOQOL- BREF quality of life assessment. Psychological Medicine, 28(3), 551-558. doi: 10.1017/s0033291798006667

Wikananda, G. (2017). Hubungan kualitas hidup dan faktor resiko pada usia lanjut di wilayah kerja puskesmas Tampaksiring I Kabupaten Gianyar Bali 205. Intisari Sains Medis, 8(1), 41-49. Diunduh dari https://www.isainsmedis.id/index.php/ism/article/view/112

Yamada, Y., Merz, L., & Kisetrova, H. (2014). Quality of life and comorbidity among older home care clients: Role of positive toward aging. Quality of Life Research, 24(7), 1661- 1667. doi: 10.1007/s11136-014-0899-x

Yulianti, A., Baroya, N., & Ririanty, M. (2014). Perbedaan kualitas hidup lansia yang tinggal di komunitas dengan di pelayanan sosial lanjut usia. e-Jurnal Pustaka Kesehatan, 2(1),87-94. Diunduh dari http://jurnal.unej.ac.id/index.php/JPK/article/view/601

Copyright (c) 2020 Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.