PENGARUH BRAND IMAGE TERHADAP IMPLEMENTASI DESAIN INTERIOR STUDI KASUS MUSEUM BASKET THE BUCKETLIST, BOGOR

Maitri Widya Mutiara, Ardya Kristina
| Abstract views: 166 | views: 121

Abstract

Brand image is a representation of the whole brand and is formed from information and past experience of the brand. Implementation of brand image in interior design will provide a positive image. The museum is an institution that has properties, one of which is Basketball is a popular sport in Indonesia. But unfortunately, the history of basketball development in Indonesia has not been well documented. The Bucketlist is a place as a basketball history museum in Indonesia. Research methods to support the results of the design carried out in this paper are literature studies, site studies / floor plans and focus group discussions. This research is the basis for making design decisions on the Interior design of The Bucketlist Basketball Museum. In order to attract visitors, a strong brand image is needed. Brand image is a representation of the overall perception of the brand and is formed from information and past experience of the brand. Servicescape itself is a physical environment which includes services in an interior or exterior facility. Awareness of this servicescape will affect users and visitors of the place. Based on the FGD that has been done, The Bucketlist's brand image is basketball-focused, experience-oriented, instagrammable, and family friendly. The brand image that has been determined from the results of this discussion becomes the basis for the formation of the image of the space to be applied in the interior design of the Bucketlist Basket Museum. In its application, all four aspects of the brand image have been applied but there is still room for maximization given the current project is still running.



Perancangan interior yang baik memiliki banyak pertimbangan yang akan membuat nyaman penggunanya. Sehingga pengguna adalah sebagai salah satu pertimbangan dalam perancangan. Dalam ruang publik, selain pengguna juga perlu mempertimbangkan citra ruang tersebut yang sesuai dengan citra brand yang dapat dilihat melalui brand image. Brand image merupakan representasi dari keseluruhan merek dan dibentuk dari informasi dan pengalaman masa lalu terhadap merek tersebut. Implementasi brand image dalam desain interior akan memberikan citra yang positif. Museum merupakan lembaga yang memiliki sifat, salah satunya adalah Basket merupakan olahraga yang digemari di Indonesia. Akan tetapi, sejarah perkembangan basket di Indonesia belum terdokumentasikan dengan baik. The Bucketlist hadir menjadi wadah sebagai museum sejarah basket di Indonesia. Dalam rangka menarik pengunjung, diperlukan brand image yang kuat. Brand image adalah representasi dari keseluruhan persepsi terhadap merek dan dibentuk dari informasi dan pengalaman masa lalu terhadap merek itu. Servicescape sendiri merupakan lingkungan fisik yang di dalamnya mencakup pelayanan pada suatu fasilitas interior ataupun eksterior. Kesadaran akan servicescape ini akan mempengaruhi pengguna maupun pengunjung tempat tersebut. Metode penelitian untuk mendukung hasil desain yang dilakukan dalam penulisan ini adalah studi literatur, studi tapak/denah dan diskusi kelompok terarah (FGD). Penelitian ini menjadi dasar pengambilan keputusan-keputusan desain pada desain Interior Museum Basket The Bucketlist. Hasil penelitian ditemukan bahwa, brand image The Bucketlist adalah basket-focused, experience-oriented, instagrammable, dan family friendly. Brand image yang sudah ditetapkan dari hasil diskusi ini menjadi dasar bagi pembentukan citra ruang yang ingin diterapkan dalam desain interior Museum Basket The Bucketlist. Dalam penerapannya, keempat segi brand image sudah diterapkan namun masih terbuka ruang untuk dimaksimalkan mengingat saat ini proyek masih berjalan.

Keywords

interior; brand image; servicescapes; Museum Basket

Full Text:

PDF

References

Ahmadi, Drs. Nuril. (2008). Permainan Bola Basket. Era Intermedia, Jakarta. Chiaravalle, B. & Schenck, B. F. (2006). “Branding for Dummies.” Wiley, New York.

Direktorat Museum. (2008). Pedoman Museum Indonesia. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Jakarta. Panjaitan, J. R. R. 2016. Perancangan identitas…. Skripsi. Universitas Multimedia Nusantara.

Ruki, U. A. 2011. Pengenalan Teori Servicescape dan Penerapannya dalam Desain Interior. Humaniora. 2(2): 1225 – 1231.

Wheeler, A. (2012). Designing Brand Identity. Wiley and Sons, Inc., New York.

Copyright (c) 2020 Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.