PERAN REGULASI EMOSI TERHADAP KUALITAS HIDUP DENGAN WORK LIFE BALANCE SEBAGAI MEDIATOR PADA PEREMPUAN PERAN GANDA

Gardenia Junissa Siregar, Rostiana Rostiana, Heryanti Satyadi
| Abstract views: 222 | views: 111

Abstract

Kualitas hidup merupakan aspek yang penting dalam kehidupan, terlebih lagi untuk perempuan yang telah menjadi ibu. Regulasi emosi merupakan strategi yang dilakukan untuk merespon emosi yang terjadi. Secara teoritis regulasi emosi dapat dikatakan berperan untuk menentukan kualitas hidup, namun penelitian menemukan hasil berbeda, dimana hubungan kedua variabel tersebut dinyatakan cukup lemah. Work life balance merupakan keadaan ketika seseorang dapat menyeimbangkan perannya sebagai pekerja dan di dalam keluarga. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat peran regulasi emosi terhadap kualitas hidup dengan work life balance sebagai mediator. Populasi dalam penelitian ini adalah para perempuan peran ganda, yang memiliki aktivitas keseharian, selain menjadi ibu dan istri di dalam keluarga. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 400 orang perempuan peran ganda. Penelitian ini menggunakan tiga alat ukur, yaitu World Health Organizational Quality of Life (WHOQOL-BREF), Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) dan Work Life Balance Scale (WLBS). Pengujian model penelitian dilakukan dengan menggunakan Path Analysis Structural Model menggunakan LISREL 8.80. Hasil pengujian model menunjukan bahwa work life balance dapat berperan sebagai mediator dengan nilai (p-value>0.05) yaitu p-value 1.000 sehingga model dapat dikatakan berada pada kategori good fit. Hasil nilai standardized solution untuk peran regulasi emosi terhadap kualitas hidup yang awalnya sebesar 0.10 juga mengalami peningkatan menjadi 0.1224. Sehingga dapat mengindikasikan bahwa peranan regulasi emosi terhadap kualitas hidup akan lebih besar, ketika para perempuan peran ganda memiliki work life balance.

 

Quality of life is an important aspect of life, especially for women who have become mothers. Emotion regulation is a strategy undertaken to respond to emotions that arise. Theoretically, emotional regulation can be said to play a role in determining the quality of life, however, studies found different results, where the relationship between the two variables was stated to be quite weak. Work-life balance is a condition when a person can balance their role as a worker and in the family. Therefore, this study aims to look at the role of emotion regulation on quality of life with work-life balance as a mediator. The population in this study are dual role women, who have daily activities, besides being mothers and wives in the family. The sampling technique used was purposive sampling with a total sample of 400 dual role women. This research uses three measuring instruments, namely World Health Organizational Quality of Life (WHOQOL-BREF), Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) and Work Life Balance Scale (WLBS). Research model testing was done using the Path Analysis Structural Model using LISREL 8.80. The model testing result shows that work life balance can act as a mediator with (p-value> 0.05), which is p-value 1,000, that the model can be said to be in the good fit category. The results of the standardized solution for the role of emotion regulation on the quality of life which was originally at 0.10 also increased to 0.1224. It indicates that the role of emotion regulation on quality of life will be greater, when dual role women have work-life balance.

Keywords

Kualitas hidup; regulasi emosi; work life balance; perempuan peran ganda

Full Text:

PDF

References

Anastasia. (2011). Hubungan Kecerdasan Emosi Dengan Konflik Peran Ganda Pada Karyawan

Wanita BRI (Bank Rakyat Indonesia) Yogjakarta. (Skripsi). Universitas Kristen Satya Wacana. Salatiga.

Baron, R. M. and Kenny, D. A. (1986). The moderator-mediator variable distinction in social psychological research: conceptual, strategic, and statistical considerations. Journal of Personality and Social Psychology, 51(6), 1173-1182.

BPS. (2017). Dipetik 8 30, 2018, dari Badan Pusat Statistik: https://www.bps.go.id/dynamictable/2018/08/15/1571/-idg-perempuan-sebagai-tenaga-profesional-menurut-provinsi-2010-2017.html

Candrasari, Tamtomo, & Probandari. (2013). Perbedaan fungsi keluarga dan kualitas hidup istri Antara istri bekerja dan tidak bekerja. Biomedika, 5(1).

Fisher, G.G., Bulger, C.A., and Smith, C.S. (2009), Beyond work and family: A measure of work/nonwork interference and enhancement, Journal of Occupational Health Psychology,14(4), 441–456.

Greenhaus, J. H., Collins, K. M., & Shaw, J. D. (2003). The relation between work–family balance and quality of life. Journal of Vocational Behavior, 63(3), 510-531.

Gross, J.J & Thompson, R.A. (2007). Emotion Regulation Conceptual. Handbook of Emotion Regulation, Edited By James J. Gross. New York: Guilfors Publication.

Hayman, J. (2005). Psychometric assessment of an instrument designed to measure work life balance. Research and Practice in Human Resource Management, 13(1), 85-91.

Juczynski, Z. (2006). Health-Related Quality Of Life: Theory and Measurement. Institute Of Psychology University Of Lodz.

Lopez, & Snyder, C.R. (2003). Positive Psychological Assessment a Handbook of Models & measures.Washington. DC : APA.

Maharani, A. L. (2017). Regulasi Emosi pada Ibu Bekerja yang Mengalami Konflik Peran Ganda,Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Manju, H. K., & Basavarajappa, S. (2016). Role of emotion regulation in quality of life. The International Journal of Indian Psychology, 4(1), 18. ISSN 2348-5396(e)

Mayangsari, M.D., & Amalia, D. (2018). Keseimbangan Kerja-Kehidupan Pada Wanita Karir. Banjarbaru : Universitas Lambung Mangkurat.

Oelfy, N. (2018). Penerapan art therapy untuk meningkatkan regulasi emosi pada remaja dengan agresivitas fisik di panti k. Tesis. Jakarta: Universitas Tarumanagara.

Pangaribuan, N. (2017). Peran keseimbangan kerja kehidupan dan presepsi Penambahan beban kerja terhadap kinerja. Tesis. Jakarta: Universitas Tarumanagara

Rapini, T. & Kristiyana, N. (2013). Dampak Peran Ganda Wanita Terhadap Pola Asuh Anak (Studi pada Wanita Pegawai Lembaga Keuangan Perbankan di Ponorogo). Jurnal Ekuilibrium, 11(2). Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Rice, V. H. (2012) Handbook of stress, coping, and health: Implications for Nursing research, theory, and practice.

Silfiana, F. (2012). Mekanisme koping terhadap konflik peran ganda wanita kerja yang berumah tangga.Jurnal Psikosains. 4(1).

Syed, J., & Ali, F. (2006). Emotion Regulation and Muslim Women at Work. In book: Consequentiality Volume II: Mythology, Theology, Ontology, Chapter: Emotion regulation and Muslim women at work, Publisher: Tallahassee, Editors: D. Hurst, pp.189-210.

World Health Organization, (1996). WHOQOL-BREF Introduction, Administration, and Generic Version of the Assesment. Retrieved from : http://www.who.int/mental_health/media/en/76.pdf.

Copyright (c) 2019 Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.