PENERAPAN BIBLIOTHERAPY UNTUK MENURUNKAN TINGKAT PERILAKU AGRESI PADA REMAJA DI LPKA X

Fransiska Xaveria Aryani, Debora Basaria, Santy Yanuar Pranawati
| Abstract views: 89 | views: 46

Abstract

Adolescence is a period marked by the search for self-identity. Self-identity is a concept of self, an opportunity to achieve agreeable goals, values, and beliefs starting in adolescence. When adolescents experience problems in their search for identity - or when adolescents have limited opportunities - they are at risk of displaying behaviors with negative consequences. Adolescents with poor impulse control are more likely to display aggressive behavior and not think about their future. Aggression is defined as a physical or verbal behavior that hurts, threatens, or endangers other targeted individuals or objects. Bibliotherapy is an intervention that reduces the level of aggression in children and adolescents, therefore this study aims to determine the effectiveness of bibliotherapy in reducing the level of aggressive behavior among adolescents in X LPKA. Research and group intervention using bibliotherapy involved six participants. All participants are adolescents with a tendency towards aggression and were inmates at X LPKA. This study uses one group pre-test post-test design. The intervention process was conducted throughout 6 sessions and each session lasted between 60-90 minutes. The results of the intervention shows that bibliotherapy is effective to reduce the level of aggressive behavior in adolescents in LPKA X. This can be seen from the results of the evaluation of interventions and pre-test and post-test comparison. In addition to changes in the level of aggressive behavior, changes are also seen in the proactivity of participants in the group. 



Masa remaja merupakan masa pencarian identitas diri. Identitas diri merupakan konsep mengenai diri, kesempatan mencapai tujuan, nilai, dan kepercayaan yang ingin disepakati mulai pada masa remaja. Ketika remaja mengalami masalah saat pencarian identitasnya – atau ketika remaja hanya memiliki kesempatan yang terbatas – remaja beresiko menampilkan perilaku dengan konsekuensi negatif. Remaja yang masih cenderung memiliki kontrol dorongan yang buruk dapat menyebabkan remaja tersebut kemungkinan besar untuk menampilkan perilaku agresi dan tidak memikirkan masa depannya. Agresi didefinisikan sebagai suatu perilaku yang dilakukan untuk menyakiti, mengancam, atau membahayakan individu lain atau objek-objek yang menjadi sasaran perilaku tersebut secara fisik atau verbal. Bibliotherapy merupakan salah satu jenis intervensi untuk menurunkan tingkat agresi pada anak dan remaja, sehingga penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas penerapan bibliotherapy untuk menurunkan tingkat perilaku agresi pada remaja di LPKA X. Penelitian dan intervensi kelompok dengan bibliotherapy ini melibatkan enam partisipan. Seluruh partisipan merupakan remaja dengan kecenderungan perilaku agresi dan berstatus sebagai anak didik lapas (andikpas) di LPKA X. Penelitian ini menggunakan one group pre-test post-test design. Proses intervensi dilaksanakan dalam 6 sesi dan setiap sesinya berlangsung antara 60-90 menit. Hasil intervensi dapat menunjukkan bahwa bibliotherapy efektif digunakan untuk menurunkan tingkat perilaku agresi pada remaja di LPKA X. Efektivitas bibliotherapy untuk menurunkan tingkat perilaku agresi pada remaja dapat dilihat dari hasil evaluasi intervensi dan perbandingan pre-test dan post-test. Selain perubahan pada tingkat perilaku agresinya, perubahan juga terlihat pada keaktifan partisipan dalam kelompok.

Keywords

bibliotherapy; aggressive behavior; adolescents; juvenile detention center; perilaku agresi; remaja; lembaga pembinaan khusus anak

Full Text:

PDF

References

Baron, R. A., & Branscombe, N. R. (2012). Social psychology (13th ed.). America, US: Pearson Education, Inc.

Buss, A. H. (1961). The psychology of aggression. Hoboken, NJ, US: John Wiley & Sons Inc. DOI: 10.1037/11160-000

Buss, A. H., & Perry, M. (1992). The aggression questionnaire. Journal of Personality and Social Psychology, 63 (3), 452-459

Lova, C. (15 November, 2018). Polisi tangkap 2 begal yang tusuk korban hingga kritis di GDC Depok. Kompas.com. Diunduh dari https://megapolitan.kompas.com/

Newman, K. (2015). Bibliotherapy as an intervention for aggressive elementary children. Tesis. Brigham Young University.

Papalia, D. E., & Feldman, R. D. (2012). Experience human development (12th ed.). America, NY: McGraw-Hill Companies.

Shechtman, Z. (2000). An innovative intervention for treatment of child and adolescent aggression: An outcome study. Psychology in the Schools, 37 (2), 157–167. Doi: 10.1002/(sici)1520-6807(200003)37:2<157::aid-pits7>3.0.co;2-g

Shechtman, Z. (2006). The contribution of bibliotherapy to the counseling of aggressive boys. Psychotherapy Research, 16 (5), 645–651. Doi:10.1080/10503300600591312

Shechtman, Z. (2009). Treating child and adolescent aggression through bibliotherapy. New York, NY: Springer Science+Bussiness Media

Zuraya, N. (21 Juli, 2017). ICJR: Jumlah tahanan anak di Indonesia meningkat pesat. Republika.com. Diunduh dari https://www.republika.co.id/

Copyright (c) 2020 Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.