Pengembangan Alat Ukur Quality of Life Urban Community

Yeni Anna Appulembang, Fransisca Iriani R. Dewi
| Abstract views: 517 | views: 2677

Abstract

Kajian mengenai kualitas hidup sudah semakin berkembang dalam beberapa dekade terakhir. Kualitas hidup menurut WHO menekankan adanya persepsi dari individu mengenai posisi kehidupan.Kajian mengenai kualitas hidup sudah semakin berkembang dalam beberapa dekade terakhir. Ide awal pengukuran kualitas hidup untuk mengetahui sejauh mana sekelompok masyarakat memiliki standarisasi dalam kehidupan yang diukur dari aspek kualitas kehidupan mereka (Cummin & Liitchers dalam Saputra & Nurizzka, 2008). Tujuan penelitian ini adalah pengembangan alat ukur quality of life khususnya masyarakat perkotaan di Jakarta. Butir-butir pada alat ukur ini digunakan untuk mengukur kualitas hidup masyarakat diperkotaan. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan jumlah responden sebanyak 586 subyek. Karakteristik subyek pada penelitian ini adalah dewasa yang berusia minimal 20 – 60 tahun, tinggal di Jakarta dan berjenis kelamin pria atau wanita. Alat ukur ini berlandaskan teori dari WHO maupun penemuan dari Alberta’s Development Fund (RADF) yang dilakukan pada tahun 2009. Dengan menggunakan temuan Alberta’s Development Fund ( RADF), penelitian ini menggunakan tujuh faktor yaitu: (1) Emotional Well-Being; (2) Interpersonal Relations; (3) Material Well-Being; (4) Personal Development; (5) Physical Well-Being; (6) Self-Determination; (7) Social Inclusion. Pada penelitian ini dilakukan beberapa pengujian diantaranya adalah pengujian face validity, content validity, internal consistency reliability. Pada pengujian reliabilitas, diperoleh nilai internal consistency reliability sebesar 0.923. Selain itu juga dilakukan uji perbedaan pada sosio demografis seperti usia, jenis kelamin, wilayah tinggal. Hasil uji perbedaan hanya menemukan adanya perbedaan quality of life berdasarkan usia.

Kata kunci: alat ukur quality of life, urban community.

Keywords

alat ukur quality of life, urban community.

Full Text:

PDF

References

Butler, J., & Ciarrochi, J. (2007). Psychological acceptance and quality of life in the elderly. Quallity of Life Res. 16, 607-615.

Diener E & Suh, E. (1997) Measuring quality of life: Economic, social, and subjective indicators. Social Indicators Research 40. 189-216.

Grizans, J (2009) Urban Issues and Solutions in the Context of Sustainable Development A review of the literature. Department of Environmental and Business Economics University of Southern Denmark.

International Wellbeing Group (2013). Personal Wellbeing Index: 5th Edition. Melbourne: Australian Centre on Quality of Life, Deakin University.

Lopez, S.J., & Snyder, C.R. (2009). Oxford handbook of positive psychology. New York: Oxford University Press.

Nofitri, N.F.M (2009) Gambaran kualitas hidup penduduk dewasa pada lima wilayah di Jakarta. Skripsi.

Saputra, W& Nurizzka, R, H. (2008) Analisis kualitas hidup masyarakat di Sumatera Barat: Menggunakan metode Z- skor dengan data susenas 2008. Department Kesehatan Masyarakat Pasca Sarjana FKM - UI.

Proyeksi penduduk 2000-2025. (2014). Diunduh dari: http://www.datastatistik-indonesia.com/proyeksi/index.php?option=com_content&task=vie w&id=923&Itemid=939〈=ide.

Rural Alberta Development Fund (2009) Quality of life and community capacity population survey: Baseline results: Howard Research and Management Consulting Inc. Retrieved from: www.radf.ca/uploads/qualityoflifesurvey-75714.pdf

Slavuj, L. (2011), Urban quality of life – a case study: The city of rijeka . Hrvatski Geografski Glasnik 73(1) 99 – 110.

WHO (1997) WHOQOL: Measuring quality of life.Programme On Mental HealthDivision Of Mental Health And Prevention Of Substance Abuse World Health.

Copyright (c) 2017 Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni

Refbacks

  • There are currently no refbacks.