PENERAPAN ART THERAPY UNTUK MENGURANGI PERILAKU AVOIDANCE DALAM GAD PADA DEWASA AWAL YANG BEKERJA

Helen Helen, Monty P. Satiadarma, Rismiyati E. Koesma
| Abstract views: 671 | views: 369

Abstract

Generalized Anxiety Disorder (GAD) memiliki perilaku menghindar yang dilakukan secara berulang ketika mengalami kecemasan yang berlebihan. Perilaku menghindar dijadikan sebagai bentuk koping untuk mengurangi perasaan cemas tersebut, sehingga individu menjadi tergantung pada perilaku menghindar dan cenderung akan dilakukan kembali ketika menghadapi kecemasan di lain waktu. Dalam penelitian ini, sebagian besar partisipan dengan usia sekitar 22-28 tahun dengan subyek sebanyak 5 perempuan dan 1 laki-laki melaporkan bahwa kecemasan menyebabkan perubahan dalam pekerjaan dan kegiatan sehari-hari, sehingga terganggunya aktivitas sehari-hari  dan pekerjaan menjadi tidak optimal. Perilaku menghindar diukur dengan Multidimensional Experiental Avoidance Questionnaire (MEAQ) dan dan tingkat kecemasan GAD diukur dengan menggunakan skala The GAD-7. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menggambarkan perilaku menghindar dan metode kuantitatif untuk melihat efektivitas art therapy dalam mengurangi perilaku menghindar dan menurunkan tingkat kecemasan pada dewasa awal. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan metode snowball sampling. Pemberian art therapy pada masing-masing subyek dilakukan sebanyak tujuh sesi. Dalam penelitian ini, art therapy telah terbukti dapat mengurangi perilaku menghindar dan menurunkan tingkat kecemasan pada dewasa awal yang sedang bekerja dengan menunjukan perubahan perilaku menghindar dan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi. Keberhasilan penelitian art therapy ini juga dipengaruhi oleh adanya kesadaran para partisipan untuk secara konsisten dalam mengikuti sesi terapi. 

 

Generalized Anxiety Disorder (GAD) includes repeating avoidance behavior when experiencing excessive anxiety. Avoidance behavior is a coping mechanism to reduce anxiety, resulting in individuals become dependent on avoidance behavior and tend to repeat it again when facing anxiety in the future. In this study, most participants aged around 22-28 years with as many as 5 women and 1 man reported that anxiety caused changes in work and daily activities, where there is disruption of daily activities and work become less than optimal. Avoidance behavior is measured by Multidimensional Experiental Avoidance Questionnaire (MEAQ) and GAD anxiety levels are measured using The GAD-7 scale. This study uses qualitative methods to describe avoidance behavior and quantitative methods to see the effectiveness of art therapy in reducing avoidance behavior and reducing anxiety levels in young adults. The sampling method used was snowball sampling method. Administration of art therapy in each subject was done in seven sessions. In this study, art therapy is shown to reduce avoidance behavior and reduce anxiety levels in working young adults by the changes in avoidance behavior and anxiety levels after intervention. The success of this art therapy research is also influenced by the consistency of subjects’ participation in therapy sessions.

Keywords

Generalized Anxiety Disorder; Perilaku menghindar; Art Therapy; Dewasa Awal; avoidance behavior; young adults

Full Text:

PDF

References

Bandelow, B. & Michaelis, S. (2015). Epidemiology of anxiety disorder in the 21st century. Dialogues in clinical neuroscience, 17(3), 1027-1035.

Borkovec, T. D. (1994). The nature, functions, and origins of worry. In G. C. L. Davey & F. Tallis (Eds.), Wiley series in clinical psychology. Worrying: Perspectives on theory, assessment and treatment. Oxford, England: John Wiley & Sons.

Borkovec, T. D., Alcaine, O., & Behar, E. S. (2004). Avoidance theory of worry and generalized anxiety disorder. In R. Heimberg, D. Mennin, & C. Turk (Eds.), Generalized anxiety disorder: Advances in research and practice. NY, New York: Guilford.

Chambala, A. (2008). Anxiety and art therapy: treatment in the public eye. Journal of Art Therapy Assocation vol, 25(4),187‐189.

Cuijpers, P., Sijbrandij, M., Koole, S., Huibers, M., Berking, M., & Andersson, G. (2014). Psychological treatment of generalized anxiety disorder: A meta-analysis. Clinical psychology review. https://doi.org/10.1016/j.cpr.2014.01.002.

Diferiansyah, O., Septa, T., Lisiswanti, R. (2016). Gangguan cemas menyeluruh. J medula Unila, 5(2), 63-67. file:///Users/helen/Desktop/1510-2222-1-PB.pdf.

Edwards, R. (2004). Art therapy. London : SAGE Publications, Ltd.

Gámez, W., Chmielewski, M., Kotov, R., Ruggero, C., and Watson, D. (2011). Development of a measure of experiential avoidance: the multidimensional experiential avoidance questionnaire. Psychol. Assess, 23, 692–713. doi: 10.1037/a0023242

Gary, R. (2015). The art of healing and healing in art therapy. InPsych, 37 (3). https://www.psychology.org.au/inpsych/2015/june/gray

Jane, K. J. (2018). Building koping skills, emotional regulation, and insight in preadolescent girls: an expressive art therapy program developmental model. Proquest Disertation. https://search.proquest.com/openview/e9e8e37027950f52fef2b1dcb6c0f75b/1?pq-origsite=gscholar&cbl=18750&diss=y

Joseph, M. C., Satiadarma, M. P., & Koesma, R. E. (2018). Penerapan terapi seni dalam mengurangi kecemasan pada perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga di Jakarta. Jurnal Muara Ilmu Sosial, 2 (1), 77-87. https://journal.untar.ac.id/index.php/jmishumsen/article/viewFile/1620/1156

Klingler, A. M. (2014). Generalized anxiety disorder. Journal of the American Academy of Physician Assistants, 27(8), 42–43. doi:10.1097/01.jaa.0000451864.10330.b4

Lader, M. (2015). Generalized anxiety disorder. Encyclopedia of Psychopharmacology. Berlin: Springer-Verlag Berlin Heidelberg

Lusia, K. A. (2011, September 29). Kecemasan dan depresi mencapai 11,6%. Kompas. https://lifestyle.kompas.com

Malchiodi, C. A. (2012). Handbook of art therapy. (2nd ed.,). NY, New York: The Guilford Press.

Morris, F. J. (2014). Should art be integrated into cognitive behavioral therapy for anxiety disorders?. The Arts in Psychotherapy, 41, 343–352.

Monarth, H., & Kase, L. (2007). The confident speaker: Beat your

nerves and communicate at your best in any situation. New York, NY: McGraw-Hill.

Mukhlis, A. (2011) Pengaruh terapi membatik terhadap depresi pada narapidana. Jurnal Psikologi Islam, 8(1), 100-115.

Rahayu, S. (2016). Pencegahan gangguan kecemasan dengan intervensi berbasis web. Jurnal Ilmiah Widya, 3(3), 1-5. https://e-journal.jurwidyakop3.com/index.php/jurnal-ilmiah/article/view/288/293.

Riset Kesehatan Dasar. (2013). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2013. Diakses: 19 May 2018, dari http://www.depkes.go.id

Rizal, B. (2017, September 19). 570 Ribu penduduk Jakarta mengalami gangguan mental emosional. Tribunnews. http://www.tribunnews.com/nasional/2017/09/19/570-ribu-penduduk-jakarta-mengalami-gangguan-mental-emosional.

Rosal, M. L. (2016). Cognitive‐behavioral Art Therapy Revisited. The Wiley Handbook of Art Therapy. (1st ed.,). NY, New York: John Wiley & Sons, Inc.

Rosliani, N., & Ariati, J. (2016). Hubungan antara regulasi diri dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada pengurus ikatan lembaga mahasiswa psikologi indonesia (ILMPI). Jurnal Empati, 5(4), 744–749.

Stevens, E. S., Jendrusina, A. A., Sarapas, C., & Behar, C. (2014). Generalized Anxiety Disorder. The wiley handbook of anxiety disorder. (1st ed.,). NY, New York: John Wiley & Sons, Inc.

Tsani, T. N. (2015, 14 November). Gangguan kecemasan: Kenali gejala fisiknya. Bisnis.com. http://lifestyle.bisnis.com/read/20151114/220/492096/gangguan-kecemasan-kenali-gejala-fisiknya

Waller, D. (2015). Group interactive art therapy: its use in training and treatment. (2nd ed). NY, New York. Routledge.

World Health Organization. (2017). Depression and other common mental disorder: Global health estimate. http://apps.who.int

Copyright (c) 2020 Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.