PERBEDAAN KEPUASAN HIDUP PADA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DENGAN HIV/AIDS

Edward Septianto Gani, Ediasri Toto Atmodiwirjo, Naomi Sutikno
| Abstract views: 223 | views: 145

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) is an autoimmune disease that has not yet to be cured. HIV affects many aspects of the lives of sufferers, including psychological aspects. The population of people with HIV has a significant increase every year. People with HIV will experience physical and psychological problems that will affect their life satisfaction. Life satisfaction is one way that can be used to see whether someone is satisfied with aspects that are considered important in his life. There are differences in research results regarding life satisfaction in terms of gender. This study aims to look further, whether there are differences in life satisfaction in men and women with HIV-Aids. Participants in this study numbered 66 people in one of the HIV communities in Jakarta. Be found 30 male participants and 36 female participants. This research uses quantitative research methods. Data collection uses a life satisfaction questionnaire that has been adapted in Indonesian language.  Data was analyzed by independent sample t-test. The results of this study indicate that there is no significant difference in life satisfaction between male and female. These results indicated that there are other factors such as support systems that increase the satisfaction of PLHIV, but not gender. 


Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah penyakit autoimun yang sampai saat ini belum dapat disembuhkan. HIV berdampak pada banyak aspek kehidupan penderitanya, termasuk aspek psikologis. Populasi orang dengan HIV (odha) setiap tahun mengalami peningkatan yang signifikan. Individu dengan HIV akan mengalami permasalahan-pemasalahan secara fisik dan psikologis yang akan memengaruhi penilaian terhadap kepuasan hidupnya. Kepuasan hidup merupakan salah satu tolak ukur yang bisa digunakan untuk melihat apakah seseorang merasa puas dengan aspek-aspek yang dinilai penting dalam hidupnya. Terdapat perbedaan hasil penelitian mengenai kepuasan hidup ditinjau dari jenis kelamin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih lanjut, apakah terdapat perbedaan kepuasan hidup pada laki-laki dan perempuan dengan HIV-Aids.  Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 66 orang pada salah satu komunitas HIV di Jakarta. Dengan jumlah partisipan odha laki-laki sebanyak 30 orang dan odha perempuan sebanyak 36 orang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kepuasan hidup yang telah diadaptasi dalam bahasa Indonesia. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini dengan menggunakan independent sample t-test. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan kepuasan hidup antara odha laki-laki dengan odha perempuan. Hasil ini dapat menunjukkan adanya faktor lain seperti support system yang mempengaruhi kepuasan hidup odha, bukan sekedar faktor jenis kelamin.


Keywords

HIV; Life satisfaction; gender; Kepuasan Hidup; Jenis Kelamin

Full Text:

PDF

References

Departemen Kesehatan RI [Depkes RI]. (2017). Situasi HIV/AIDS di Indonesia tahun 2011-2016. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Departemen Kesehatan RI.

Diener, E. (2009). Subjective well-being. Dalam Diener, E. (Ed.). The science of well-being: The collected works of Ed Diener series 38 (hal. 27-34). Champaign: Springer.

Diener, E., Diener, M., & Diener, C. (2009). Factors predicting the subjective wellbeing of nations. Social Indicators Research Series, 38, 43-70. doi:10.1007/978-90-481-2352-0_3

Hidayah, N. (2014). Efektivitas group positive psychotherapy untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis pada orang dengan hiv/aids (odha). Unpublished thesis; Surakarta: Universitas Muhammadiyah.

Katz, I. T., Ryu, A. E., Onuegbu, A. G., Psaros, C., Weiser, S. D., Bangsberg, D. R., & Tsai, A. C. (2013). Impact of hiv-related stigma on treatment adherence: Systematic review and meta-synthesis. Journal of International AIDS Society, 16(2), 1-25. Retrieved from https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.7448/IAS.16.3.18640

Moskowitz., Wrubel,. Hult,. Maurer,. & Acree., (2013). IIlness Appraisals and depression in the first year after hiv diagnosis. PLoS ONE, 8(10), Article e78904. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0078904

Mudgal, S., Tiwari, G, K. (2015). Self-Forgiveness and Kepuasan hidup in People Living with HIV/AIDS. The International Journal of Indian Psychology. doi: 10.25215/0301.176

Riasnugrahani, M. (2011). Studi kasus mengenai forgiveness pada wanita dengan HIV/AIDS yang terinfeksi melalui suaminya: Analisis mengenai kaitan forgiveness dengan tingkat kesehatan ODHA, dalam Prosiding Konferensi Nasional ”Pain Management & Quality of Life” Fakultas Psikologi Universitas YARSI, 5, 180–190.

Sarafino, E. P., & Smith, T.W. (2010). Health Psychology: Biopsychosocial Interactions (7th ed.). New York: John Wiley & Sons, Inc.

Schweitzer, A., Mizwa, M. B., & Ross, M. W. (2010). Psychosocial aspects of hiv/aids: Adults. In Baylor International Pediatric AIDS Initiative, HIV curriculum for the health professional (pp. 334-349). Texas, USA: Baylor College Medicine.

Siahaan, M. (2017). Dampak stigma negatif dan diskriminasi masyarakat terhadap orang dengan hiv/aids (ODHA) di Medan Plus, Tanjung Sari, Medan (Skripsi). http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/66392/Chapter%20III-VI.pdf?sequence=2&isAllowed=y

Strine, T. W., Chapman, D. P., Balluz, L. S., Moriarty, D. G., & Mokdad, A. H. (2008). The associations between kepuasan hidup and health-related quality of life, chronic illness, and health behaviors among U.S. community-dwelling adults. Journal of Community Health, 33, 40-50. doi:10.1007/s10900-007-9066-4

Tobing, L.S.P. (2009). Adaptasi budaya pada alat ukur subjective happiness scale, satisfaction with life scale, dan schedule for evaluation of individual quality of life direct weighing. Unpublished thesis, Depok: Universitas Indonesia.

Vicki, E. Hutton. Rose Anne, M. & Francesca, E.C. (2012). Subjective wellbeing and ‘felt’ stigma when living with HIV. Qual Life Res 22:65 – 73. doi: 10.1007/s11136-012-0125-7

World Health Organization. (2017). World Health Statistics;

UNAIDS. Global Report: UNAIDS report on the global AIDS epidemic 2017. Geneva: Joint United Nations Programme on HIV/AIDS; 2017.

Zulman, D. M., Asch, S. M., Martins, S. B., Kerr, E. A., Hoffman, B. B., Goldstein, M. K. (2013). Quality of care for patients with multiple chronic conditions: the role of comorbidity interrelatedness. Journal of General Internal Medicine, 29 (3)529-537.

Copyright (c) 2020 Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.