PERAN PERSEPSI DUKUNGAN ATASAN TERHADAP KINERJA INDIVIDUAL KARYAWAN DENGAN SELF-EFFICACY SEBAGAI MEDIATOR

Mutia Kusuma Dewi, Rostiana Rostiana
| Abstract views: 343 | views: 1216

Abstract

Sumber utama untuk mendukung daya saing dan kinerja organisasi ditentukan oleh kinerja individual yang tinggi. Dengan tingginya kinerja individual, maka dapat dipastikan kinerja tim dan organisasi juga meningkat, dengan demikian produktivitas dan kemampuan bersaing perusahaan pun meningkat, dan secara tidak langsung dapat meningkatkan pergerakan pada sektor ekonomi kearah yang positif. Oleh karena itu, tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk dapat menelaah lebih dalam keterkaitan variabel kinerja individual karyawan dengan persepsi dukungan atasan dalam sebuah model mediasi dimana self-efficacy sebagai mediator. Data dikumpulkan dari 130 karyawan millennials di sebuah perusahaan Konsultan di Jakarta. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner Individual Work Performance Questionnaire (IWPQ), Supervisor Support Scale, Occupational SelfEfficacy. Pengolahan data dengan menggunakan regresi linier telah membuktikan bahwa hubungan persepsi dukungan atasan memiliki tingkat keterkaitan yang rendah dan signifikan dengan kinerja individual karyawan. Namun dalam analisis mediasional, self-efficacy mampu meningkatkan keterkaitan antara kedua variabel tersebut, sehingga disimpulkan bahwa self-efficacy merupakan mediator penuh (full mediator). Dengan demikian, secara keseluruhan temuan ini dengan jelas membuktikan bahwa persepsi dukungan atasan karyawan mampu meningkatkan kinerja individual karyawan millenials dengan adanya mediasi dari self-efficacy.

Keywords

kinerja individual karyawan; persepsi dukungan atasan; self-efficacy

Full Text:

PDF

References

Azman, I., Ajis, M. N. e., Dollah, N. F., & Boerhannoeddin, A. (2009). Relationship between supervisor's role and job performance in the workplace training program. Analee Stiintifice Ale UNIVERSITĂłII „ALEXANDRU IOAN CUZA” DIN IASI Tomul LVI StiinŃe Economice, 1-15.

Bacal, R. (2002). Performance management: Memberdayakan karyawan meningkatkan umpan balik mengukur kinerja (Cetakan Kedua ed.). (S. Dharma, & Y. Irawan, Penerj.) Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Ballatine, K., & Nunns, C. G. (1998). The moderating effect of supervisory support on the self-efficacy work performance relationship. S.Afr. J. Psychol, 28(3), 164-172.

Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.

Bandura, A. (1989). Human agency in social cognitive theory. American psychologist, 44(9),

Bandura, A., & Locke, E. A. (2003). Negative self-efficacy and goal effects revisited. Journal of applied psychology, 88(1), 87.

Baron, R. M., & Kenny, D. A. (1986). The moderator–mediator variable distinction in social psychological research: Conceptual, strategic, and statistical considerations. Journal of personality and social psychology, 51(6), 1173.

Biro Kerja sama, Hukum, dan Humas LIPI. (2017, April 28). SDM dan Iptek Pilar Penting Peningkatan Daya Saing Bangsa. Diambil kembali dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI): http://lipi.go.id/berita/sdm-dan-iptek-pilar-penting-peningkatan-daya-saing-bangsa/18094

Byrne, Z. S., Dik, B. J., & Chiaburu, D. S. (2008). Alternatives to traditional mentoring in fostering career success. Journal of Vocational Behavior, 72(3), 429-442.

Campbell, J. P., & Wiernik, B. M. (2015). The modeling and assessment of work performance. Annu. Rev. Organ. Psychol. Organ. Behav, 2(1), 47-74.

Chen, G., Gully, S. M., & Eden, D. (2001). Validation of a new general self-efficacy scale. Organizational research methods, 4(1), 62-83.

Cherian, J., & Jacob, J. (2013). Impact of self efficacy on motivation and performance of employees. International Journal of Business and Management, 8(14), 80 - 88.

Greenhaus, J. H., Parasuraman, S., & Wormley, W. M. (1990). Effect of race on organizational experience, job perfomance evaluations, and career outcomes. Academy of Management Journal, 33(1), 64-86.

Kenny, D. A., Mohr, C. D., & Levesque, M. J. (2001). A social relations variance partitioning of dyadic behavior. Psychological Bulletin, 127, 128-141.

Koopmans, L., Bernaards, C. M., Hildebrandt, V. H., van der beek,

A. J., & de Vet, H. C. (2014). Construct validity of the individual work performance questionnaire. American College of Occupational and Environmental Medicine, 56, 331-337.

Koopmans, L., Bernaards, C. M., Hildenbrandt, V. H., Schaufeli, W. B., de Vet, H. C., & van der Beek, A. J. (2011). Conceptual frameworks of individual work performance a systematic review. JOEM, 53(8), 856 - 866.

Litzky, B., & Greenhaus, J. (2007). The relationship between gender and aspirations to senior management. Career Development International, 12(7), 637-659.

Media Indonesia Online. (2017, Juli 11). Kondisi Pendudukan Indonesia Tahun 2045. Diambil kembali dari Media Indonesia E-Paper Media: http://mediaindonesia.com/read/detail/112438-kondisi-pendudukan-indonesia-tahun-2045.

Myers, K. K., & Sadaghiani, K. (2010). Millennials in the workplace: a communication perspective on millennials’ organizational relationships and performance. J Bus Psychol, 225-238.

Ng, E. S., Schweitzer, L., & Lyons, S. T. (2010). New generation, great expectation: A field study of the millenial generation. J Bus Psychol, 25, 281-291. doi:10.1007/s10869-010-9159-4

Noe, R. A., Hollenbeck, J. R., Gerhart, B., & Wright, P. M. (2010). Manajemen sumber daya manusia: mencapai keunggulan bersaing (6 ed.). (D. Wijaya, Penerj.) Jakarta: Salemba Empat.

Preacher, K. J and Hayes, A. F., 2004. SPSS and SAS Procedures for Estimating Indirect Effects in Simple Mediation Models. Behavior Research Methods, Instruments, & Computers, 36 (4), 717-731. Psychonomic Society, Inc.

Rahadi, D. R. (2010). Manajemen kinerja sumber daya manusia (I ed.). Malang: Tunggal Mandiri Publishing.

Reeves, T. C., & Oh, E. (2008). Generational differences. Dalam P. Harris, J. M. Spector, M. D. Merrill, J. v. Merriënboer, & M. P. Driscoll (Penyunt.), Handbook Of Research On Educational Communications And Technology (Third Ed. (AECT Series) ed., hal. 295-303). Texas: Routledge.

Rigotti, T., Schyns, B., & Mohr, G. (2008). A short version of the occupational self-efficacy scale: Structural and construct validity across five countries. Journal of Career Assessment, 16(2), 238-255. doi:10.1177/1069072707305763

Schwarzer, R. Jerusalem. M.(1995). Generalized Self-Efficacy Scale. J. WEINMAN.

Schwab, K. (2017). The global competitiveness report. Switzerland: World Economic Forum. Diambil kembali dari www.weforum.org.

Shanock, L. R., & Eisenberger, R. (2006). When supervisors feel supported: relationships with subordinates’perceived supervisor support, perceived organizational support,and performance. Journal of Applied Psychology, 91(3), 689-695.

Sonnentag, S., & Frese, M. (2002). Performance concepts and performance theory. Psychological management of individual performance, 23(1), 3-25.

Sonnentag, S., Volmer, J., & Spychala, A. (2008). Job performance. The Sage handbook of organizational behavior, 1, 427-447.

Stajkovic, A. D., & Luthans, F. (1998). Self-efficacy and work related performance: A meta analysis. Psychological Bulletin, 124(2), 240-261.

Walumbwa, F. O., Avolio, B. J., & Zhu, W. (2008). How transformational leadership weaves its influence on individual job performance: The role of identification and efficacy beliefs. Personnel Psychology, 61, 793-825.

Copyright (c) 2018 Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni

Refbacks

  • There are currently no refbacks.