PERBEDAAN REGULASI DIRI BELAJAR PADA SISWA SEKOLAH DASAR KELAS VI DITINJAU DARI JENIS KELAMIN
Isi Artikel Utama
Abstrak
Keberhasilan seorang dalam menjalani proses pendidikannya dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain selfregulation (regulasi diri belajar). Regulasi diri belajar adalah kemampuan untuk memunculkan dan memonitor sendiri baik pikiran, perasaan, dan perilaku untuk mencapai tujuan belajar. Regulasi diri belajar penting agar siswa memiliki kemandirian dalam belajar. Terdapat perbedaan hasil penelitian mengenai regulasi diri belajar ditinjau dari jenis kelamin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih lanjut, apakah terdapat perbedaan regulasi diri belajar pada siswa Sekolah Dasar kelas VI ditinjau dari jenis kelamin. Subyek penelitian adalah 188 siswa kelas VI pada salah satu sekolah swasta di Bekasi. Siswa laki-laki berjumlah 94 dan 91 siswa perempuan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner regulasi diri belajar yang telah diadaptasi sebelumnya dari teks aslinya, yaitu Motivated Strategies for Learning Questionnaire, yang dikembangkan oleh Pintrich dan De Groot (1990). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal regulasi diri belajar antara siswa laki-laki dan perempuan (p=0,072, >0,05). Pada empat dimensi yang diukur terdapat tingkat regulasi diri belajar yang sama antara siswa laki-laki dan perempuan. Hanya pada dimensi kecemasan terdapat perbedaan (p=0,003, < 0,05).
Rincian Artikel
Referensi
Ahmad, R. (2010). Pengelolaan Pembelajaran. Rineka Cipta: Jakarta.
Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory.
Englewood Cliffs, N.J.: Prentice-Hall.
Boekaerts, M., Pintrich, P.R., & Zeidner, M. (Eds.) (2000). Handbook of selfregulation. San
Diego, CA: Academic Press.
Deci, E. L., & Ryan, R. M. 1985. Intrinsic Motivation and Self-Determination in Human
Behavior. New York, NY: Springer.
Jenny, K. (2001). Self regulated strategies in achievement settings cullture and gender
differences. Universitas of Haifa. Journal of Cross Cultural Phychology, 32 (4), 491-503.
Lien, B.P., Tilor, E., & Seeman, T.E. (2002). Effects of environmental predictability and
personal mastery on self regulatory and physiological processes. The Society for
Personality and Social Psychology. California.
Martono. N. (2017). Sekolah publik vs sekolah privat. Jakarta: Jakarta.
Masrun. (2000). Peran Psikologi di Indonesia. Yogyakarta: Yayasan Pembina Fakultas Psikologi
UGM.
Matlin, M. W. ( 1993). Cognition. New York, NY: Holt, Rinehart and Winston.
Papalia, D.E., Old, S.W., & Feldman, R.D. (2011). Human Development (11th ed.). New York,
NY: McGraw-Hills.
Permatasari, A., Nirwana, N., Ahmad, R. (2015). Regulasi diri belajar dan locus of control siswa
ditinjau dari jenis kelamin dan latar belakang budaya. Jurnal konselor, 4 (2). Diunduh
dari http://ejournal.unp.ac.id/index.php/konselor.
Pintrich, P. R. (2003). A motivational science perspective on the role of student motivation in
learning and teaching contexts. Journal of Educational Psychology, 95, 667–686.
doi:10.1037/0022-0663.95.4.667.
Pintrich, P. R., & Schunk, D. H. (1996). Motivation in education: Theory, research, and
applications. Englewood Cliffs, NJ: Merrill–Prentice Hall.
Santrock, J W. (2007). Perkembangan Siswa. (Alih Bahasa Mila Rachmawati dan Wibi
Handani). Jakarta: Erlangga.
Sarwono, S. (2011). Psikologi remaja. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Slameto (1991). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Sukmadinata. N S. (2013). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya
Susanto, H. (2006). Mengembangkan kemampuan self regulation untuk meningkatkan
keberhasilan akademik siswa. Jurnal Pendidikan Penabur, 5 (7), 64-71.
Weinstein, C. E., Acee, T. W., & Jung, J. (2011). Self-regulation and learning strategies: New
directions for teaching and learning. Journal of Educational Psychology, 45-53.
http://dx.doi.org/10.1002/tl.443.
Wolters. C.A. (1998). Self-Regulaed Learning and College Students’Regulaion of Motivation.
Journal of Educational Psychology, 90 (2), 224-235.
Zimmerman, B. J. (1989). Developing self-fullfilling cycles of academic regulation: An analysis
of exemplary instructional models. In D. H. Schunk & B. J. Zimmerman (Eds.), Self-
regulated learning: From teaching to self-reflective practice (pp. 1-19). New York, NY:
Guilford Press.
Zimmerman, B. J. (2012). Goal setting: A key proactive source of academic self-regulation. In
Schunk, D.H. & Zimmerman, B.J. (Eds.), Motivation and Self-Regulated Learning
Theory, Research, and Applications (pp.267 295). New York, NY: Routledge Taylor &
Francis Group.