IDENTIFIKASI HAZARD PROSES PRODUKSI BILLET PADA AREA TUNGKU PELEBURAN DENGAN METODE HIRARC (STUDI KASUS: PT. XYZ)

Rani Aulia Imran
| Abstract views: 165 | views: 182

Abstract

PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan industri baja berskala besar di Indonesia. Perusahaan ini merupakan perusahaan yang sebagian besar proses produksinya menggunakan mesin dan peralatan serta area yang memiliki potensi bahaya yang tinggi apabila tidak dilakukan pengendalian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja jenis potensi hazard, tingkat risiko dari hazard yang ditemukan serta upaya pengendaliannya dengan menggunakan metode HIRA, yang terdiri dari identifikasi bahaya, penlaian risiko, dan pengendalian risiko. Penelitian ini merupakan penelitian observasional. Data primer didapatkan melalui hasil observasi dan wawancara yang kemudian disajikan dalam bentuk tabel lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada proses produksi billet area peleburan terdapat 10 temuan hazard dengan 23 risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja dari 3 aktivitas pekerjaan. Berdasarkan hasil penilaian, dari 23 risiko pada proses produksi billet area peleburan terdapat 6 jenis risiko pada level low, 12 jenis risiko pada level medium, dan 5 jenis risiko pada level high. Adapun kegiatan yang telah dilakukan perusahaan untuk mengurangi risiko terjadinya hazard, namun ada beberapa upaya pengendalian yang masih belum dilakukan oleh perusahaan yaitu penggantian jenis tungku, penggunaan material handling pada beberapa kegiatan, mengisolasi ruangan sumber kebisingan, serta pendisiplinan dalam prosedur kerja dan penggunaan APD.

Keywords

Hazard, Pengendalian risiko, HIRA

Full Text:

DOWNLOAD

References

. Endroyo, B., 2010, Faktor-faktor Yang Berperan Terhadap Peningkatan Sikap Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Para Pelaku Jasa Konstruksi Di Semarang, Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Vol. 12, No. 2.

. BPJS Ketenagakerjaan, “Angka Kecelakaan Kerja Cenderung Meningkat, BPJS Ketenagakerjaan Bayar Santunan Rp1,2 Triliun”, Usenet post to bpjsketenagakerjaan.go.id, diakses September 2019.

. Setyaningsih, Y., Wahyuni, I dan Jayanti, S., 2010, Analisis Potensi Bahaya dan Upaya Pengendalian Risiko Bahaya Pada Pekerja Pemecah Batu, Literal Jurnal Kesehatan Masyarakat. Vol. 9, No. 1.

. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, 2010, Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor Per.08/Men/VII/2010 Tentang Alat Pelindung Diri, Jakarta: Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi.

. Suma’mur, PK, 1981, Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan. Penerbit CV, Haji Masagung. Jakarta.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.