PERAN WANITA DALAM PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA MELALUI USAHA HOMESTAY BERBASIS RUMAH TINGGAL DI DESA WISATA KAMPOENG BOENGA GRANGSIL

Tonny Suhartono, Diyah Sukanti Cahyaningsih, Sri Widayati
| Abstract views: 43 | views: 22

Abstract

Tourist destinations should have adequate facilities, such as easy access, destination attractions, and accommodation. Homestay businesses have a very promising potential in improving the economy of the Tourism Village. The condition in Kampoeng Boenga Grangsil, Jambangan Village, Dampit District, Malang Regency still needs improvement. Kampoeng Boenga Grangsil still provides flower shopping destinations, educational flower tourism, and attractive photo spots, but does not have a homestay concept. The team of community service offers assistance in opening a home-based homestay business. This service started with potential data collection and socialization about the homestay business. The community was expected to understand the function and concept of a tourist village homestay. The service team involves the role of PKK members. The role of women especially housewives is very dominant in realizing the concept of a homestay that joins household activities to create the atmosphere of village life that tourists expect. In this concept, the family's daily life will become a commodity. Homestay-based households are intended to provide a unique experience with guest involvement in daily activities. Village atmosphere, clean environment, and the life of flower farmers hopefully will attract prospective lodgers. In addition to focusing on homestay management efforts, the community is also accompanied by procedures for receiving guests and guiding, as well as managing homestay finances. The results of this dedication are expected to be able to provide a discourse for new creative endeavors for PKK members in Grangsil Hamlet, thereby empowering the role of women in supporting the family economy.

 

ABSTRAK:

Destinasi wisata hendaknya memiliki sarana yang memadahi, yaitu kemudahan akses, daya tarik destinasi, dan akomodasi. Usaha Homestay di kawasan wisata memiliki potensi yang sangat menjanjikan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Wisata. Kondisi di kampoeng Boenga Grangsil Desa Jambangan Kecamatan Dampit Kabupaten Malang, yang sedang berkembang menjadi destinasi wisata baru, masih perlu peningkatan. Sebelum kegiatan pengabdian ini, Kampoeng Boenga Grangsil masih menyediakan destinasi belanja bunga, edukasi wisata bunga, dan spot foto yang menarik, namun belum memiliki konsep homestay. Dalam rangka pengabdian masyarakat, tim menawarkan bentuk pendampingan pembukaan usaha homestay berbasis rumah tinggal. Pengabdian ini dilaksanakan dengan diawali pendataan potensi dan sosialisasi tentang usaha homestay. Upaya awal ini dilakukan agar masyarakat memahami fungsi dan konsep homestay desa wisata. Dalam mewujudkan usaha berbasis rumah tangga ini tim pengabdi melibatkan peran ibu-ibu anggota PKK. Peran wanita khususnya ibu rumah tangga sangat dominan dalam mewujudkan konsep homestay yang bergabung dengan kegiatan rumah tangga, untuk mewujudkan suasana kehidupan desa yang diharapkan wisatawan. Pada konsep homestay berbasis rumah tinggal ini, keseharian keluarga akan menjadi komoditas. Homestay berbasis rumah tangga ditujukan untuk menghadirkan  pengalaman tersediri dengan keterlibatan tamu pada kegiatan sehari-hari. Diharapkan suasana desa yang sejuk, lingkungan yang bersih,  dan kehidupan petani bunga menjadi daya tarik calon penginap di homestay ini. Selain fokus pada usaha pengelolaan homestay, masyarakat didampingi pula tata cara penerimaan tamu dan guiding, serta pengelolaan keuangan homestay. Hasil dari pengabdian ini diharapkan mampu memberikan wacana usaha kreatif baru pada ibu-ibu anggota PKK di Dusun Grangsil, sehingga memberdayakan peran wanita dalam menyokong ekonomi keluarga

 

Keywords

Desa Wisata; Homestay; peningkatan ekonomi keluarga

Full Text:

PDF

References

Antara, M., & Arida, N. S. (2015). Panduan Pengelolaan Desa Wisata Berbasis Potensi Lokal.

Konsorium Riset Pariwisata Universitas Udayana, 23.

Astuti, M. (2014). Potensi Agrowisata Dalam Meningkatkan Pengembangan Pariwisata. Jurnal Destinasi Kepariwisataan, 1(17), 51–57.

Chusmeru. (2018). Desa Wisata, Sebuah Euphoria Pariwisata. Purwokerto.Com. https://purwokertokita.com/kolom/desa-wisata-sebuah-euphoria-pariwisata.php

Hadiwijono, S. S. (2012). Perencana Pariwisata Pedesaan berbasis Masyarakan (Sebuah Pendekatan Konsep). In Graha Ilmu (Vol. 1, Issue 1). https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Hamzah, Y. I., Penelitian, P., Pengembangan, D., Kepariwisataan, K., Pariwisata, K., & Kreatif,

D. E. (2013). Potensi Media Sosial Sebagai Sarana Promosi Interaktif Bagi Pariwisata Indonesia. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 8(3), 1–9. http://www.kemenpar.go.id/userfiles/JKI Vol_8 No_3 2013 - Potensi Media Sosial Sebagai Sarana Promosi Interaktif Bagi Pariwisata Indonesia.pdf

Handoko, T. A. (2014). Perancangan Enterprise Architecture Layanan Informasi Kepariwisataan Dengan Pendekatan Service Oriented Architecture Studi Kasus : Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 9(4), 413–427.

Kementrian pariwisata dan ekonomi Kreatif. (2020). Panduan Pelaksanaan Kelestarian Lingkungan di Daya Tarik Wisata Panduan Pelaksanaan Kelestarian Lingkungan di Daya Tarik Wisata. 2019.

Kementrian Pariwisata Republik Indonesia. (2018). Panduan Pengembangan Homestay Desa Wisata untuk Masyarakat (3rd ed.). Kementrian Pariwisata Republik Indonesia.

Prajnawrdhi, T. A. (2016). Konsep tata kelola homestay di desa wisata pinge kabupaten tabanan. 337, 101–108.

Rusata, T. (2015). Kelas Menengah Baru Dan Tantangannya Bagi Industri Pariwisata Indonesia.

Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 10(1), 19–30.

Supriadi, B. (2015). Peningkatan Kemampuan Teknik Guiding Sebagai Kriteria Unjuk Kerja Pemandu Wisata Dalam Antisipasi Menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. May 2014.

Tim Penggerak PKK Pusat. (2015). Rumusan Hasil Rakernas VIII PKK. 69. https://tppkk-pusat.org/wp-content/uploads/2017/11/Buku-PKK-2015-R2.pdf

Tyas, N. W., & Damayanti, M. (2018). Potensi Pengembangan Desa Kliwonan sebagai Desa Wisata Batik di Kabupaten Sragen. Journal of Regional and Rural Development Planning, 2(1), 74. https://doi.org/10.29244/jp2wd.2018.2.1.74-89

Wikantiyoso, R., Sukanti, D., Sulaksono, A. G., & Widayati, S. (2019). Empowerment and strengthening of community resilience in developing ecotourism destination in Grangsil Hamlet, Malang Regency, Indonesia. Conference: 3rd Endinamosis 2019 International Conference on “Empowering Rural Areas in the Industry 4.0 Era,” 11.

Copyright (c) 2020 Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.