KAMI-PMO TB (EDUKASI DAN PENDAMPINGAN PENGAWAS MENELAN OBAT TB) DALAM PENGENDALIAN MDR TB

Mareta Dea Rosaline, Santi Herlina
| Abstract views: 139 | views: 118

Abstract

Tuberculosis control in Indonesia is still not optimal. The problem of MDR TB (Multidrug-Resistant Tuberculosis) is an obstacle to controlling TB in Indonesia. MDR TB is caused by no response from TB germs to treatment isoniazid and rifampicin, anti-tuberculosis drugs. TB incidence rate in Serang district ranks second in Banten Province after Tangerang. The number of pulmonary TB cases is due to the lack of public knowledge and awareness about pulmonary TB disease. To reduce the adverse effects of MDR TB requires the involvement of cadres or family members who controlling drug ingestion (PMO). The form of activities carried out through the formation of cadres to care for TB through the KAMI-PMO TB (Education and Assistance for TB Medication Supervisors) in Desa Baros, Kabupaten Serang. The purpose is to increase the commitment, ability, and knowledge of cadres as coordinator of PMO (Drug Swallow Supervisor) to control MDR TB. The method of implementing activities is counseling, demonstrations, and assistance to cadres. The media used were PPT, WE-PMO TB Booklet, and educational videos. The result of the training was an increase in the ability of cadres in providing PMO counseling by 87%. The Paired T-Test analysis results showed a p-value of 0.000, which means that the training conducted affected cadres' knowledge of PMO TB. In conclusion, education and assistance to cadres have a good influence in increasing knowledge and abilities. The expected result is TB care cadres can provide aid and become the coordinator of TB PMO (Drug Ingestion Supervisor).

 

ABSTRAK:

Pengendalian Tuberculosi di Indonesia masih belum optimal.Permasalahan MDR TB (Multidrug Resistant Tuberculosis) merupakan hambatan pengendalian TB di Indonesia. MDR TB disebabkan tidak ada respon kuman TB terhadap pengobatan isoniazid dan rifampizin yang merupakan obat anti tuberculosis. Angka kejadian TB di kabupaten Serang menempati urutan kedua di Provinsi Banten setelah Tangerang, dan banyaknya kasus TB Paru dikarenakan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang penyakit TB Paru masih kurang. Untuk mengurangi dampak buruk MDR TB dibutuhkan keterlibatan peran serta kader peduli TB atau anggota keluarga yang berperan dalam pengawasan menelan obat (PMO). Bentuk kegiatan yang dilakukan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan kader peduli TB  melalui KAMI-PMO TB (Edukasi dan Pendampinga Pengawas Menelan Obat TB) di Desa Baros Kabupaten Serang. Tujuan dari pengabdian masyarakat adalah meningkatkan komitmen, kemampuan dan pengetahuan kader sebagai koordinator PMO (Pengawas Menelan Obat) dalam upaya pengendalian MDR TB. Metode pelaksanaan kegiatan adalah penyuluhan, demontrasi, dan pendampingan kader. Media yang digunakan yaitu PPT, Booklet KAMI-PMO TB , dan video edukasi. Hasil dari kegiatan adalah meningkatnya kemampuan kader dalam memberikan penyuluhan PMO cukup tinggi sebesar 87%. Hasil analisis uji Paired T- Test didapatkan nilai p value 0,000 yang artinya ada pengaruh pelatihan yang dilakukan terhadap pengetahuan kader tentang PMO TB. Kesimpulannya edukasi dan pendampingan kepada kader memiliki pengaruh yang baik  dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan, sehingga hasil yang diharapkan kader peduli TB dapat melakukan pendampingan pada pasien TB dan menjadi koordinator PMO (Pengawas Menelan Obat) TB dalam upaya pengendalian MDR TB

Keywords

Education;Tuberculosis;PMO;Multi Drug Resistant TB

Full Text:

PDF

References

Akshata, JS., Chakrabarthy, Anushree (2018). Management of multidrug resistant tuberculosis (MDR-TB) – Monitoring is the key to successful outcome. Egyptian Journal of Chest Diseases and Tuberculosis. 14 (1). 2016-2029. http://dx.doi.org/10.1016/j.ejcdt.2015.12.018

Badan Pusat Statistik. Statistik daerah Kecamatan Baros Tahun 2018. BPS Kecamatan Baros : Kabupaten Serang. Banten

Behzadifar, M. Mirzaei, M. Keshavarzi, A. et al. (2015).Patients Experience of Tuberculosis Treatment Using Directly Observed Treatment Short-Course (DOTS) a Quality Study. Iran: Iran Red Crescent Med. J. 17(4). 2015.202 doi: 10.5812/ircmj

Denkinger CM., Kik SV., Pai M. (2013). Robust, reliable and resilient: designing molecular tuberculosis tests for microscopy centers in developing countries. Expert Rev. Mol. Diagn. 13(8), 763–767.

Dodor, E. (2012). The Feelings and Experience of Patients with Tuberculosis in The Sekondi-Takoradi Metropolitan District Implications for TB ControlEfforts. Ghana Medical Journal 46(4). 863–867.

Dinkes, Kabupaten Serang. (2017). Profil Kesehatan Kabupaten Serang Tahun 2017: Dinkes Kabupaten Serang

Himawan, A., Hadisaputro, S. dan Suprihati (2015) ‘Berbagai Faktor Risiko Kejadian TB Paru Drop Out (Studi Kasus di Kabupaten Jepara dan Pati’, Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 2(1), pp. 57–63

Kementerian Kesehatan RI. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 67 Tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberkulosis, Jakarta. Kemenkes RI6

Kementerian Kesehatan RI. (2017). Rencana aksi nasional Manajemen penangggulangan TB resisten obat di Indonesia 2016-2021. Kementerian Kesehatan RI: Jakarta.

Kemenkes, RI. (2017). Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia 2016. Jakarta. Kemenkes RI

Kemenkes RI. (2018) Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia 2017. Jakarta. Kemenkes RI

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Info Datin: Tuberkulosis.

Natalya, W. dan Anwar, K. (2013) ‘Perbedaan Kepatuhan Berobat Pada Penderita TB Paru yang Didampingi PMO dan Tidak Didampingi PMO di Wilayah Puskesmas Kabupaten Boyolali’.

Prawulandari, A. (2018) Pengalaman Pasien Multi Drug Resistant Tuberculosis ( Tb-Mdr ) Dalam Keberhasilan Pengobatan Di Wilayah Kota Semarang. Universitas Muhammadiyah Semarang.

Tiberi, Simon.,Emanuele, Pontali.,Marina,Tadolini., (2019). Challenging MDR-TB clinical problems, The case for a new Global TB Consilium supporting the compassionate use of new anti TB drugs. International Journal of Infectious Diseases. 50(2) 120-255. https://doi.org/10.1016/j.ijid.2019.01.040

UnitAid. 2017. TB Diagnostics Market in Select High-Burden Countries: Current Market and Future Opportunities for Novel Diagnostics. Unitaid: Vernier.

WHO, 2018. Global Tuberculosis Report 2018, Jenewa

WHO (2018).What is multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB) and how do we control it? http://www.who.int/features/qa/7

Copyright (c) 2020 Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.