PENELUSURAN MINAT BAKAT UNTUK SISWA SMA SK DI JAKARTA BARAT

Kiky Dwi Hapsari Saraswati, Jessica Chandhika, Daniel Lie
| Abstract views: 218 | views: 175

Abstract

Adolescence is a transitional period from the development of children to adults. At this stage of development, selecting a university course is a difficult task for students because they are still unsure about their own identity. Many of them still like to try out and follow what their friends do. The choice of university course is very important because it determines the continuity of the students’ studies in the university. Currently, SK High School does not have a psychologist in helping the students to understand their own aptitude and interest. Hence, a community service activity based on aptitude and interest test was carried out and conducted by a group of lecturers from Faculty of Psychology Universitas Tarumanagara (who are also psychologists). This aptitude and interest test was attended by 20 high school students of class XII and they completed five tests (Culture Fair Intelligence Test; Tes Administrasi, Keuangan, dan Dagang; Rothwell Miller Interest Blank; Pemeriksaan Teknik Pasti; Tes House Tree Person) to measure three aspects (intelligence, aptitude, and interest). Results were shown in the report format, consisting of description of the three aspects; a summary of students’ strengths, weaknesses, and suggestions for improvements; and recommendation university course. This report can be used by students, parents, and the school as a reference to assist students in selecting the most appropriate university course


ABSTRAK:

Masa remaja merupakan masa peralihan dari tahap perkembangan anak-anak menjadi dewasa. Di tahap perkembangan ini, pemilihan jurusan menjadi hal yang sulit bagi para siswa karena mereka masih belum memiliki ketetapan mengenai jati diri mereka sendiri. Banyak di antara mereka yang masih suka coba-coba dan ikut-ikutan teman. Pemilihan jurusan di perguruan tinggi sendiri merupakan hal yang sangat penting karena akan menentukan kelangsungan studi para siswa di perguruan tinggi. Sekarang ini Sekolah Menengah Atas (SMA) SK tidak memiliki psikolog yang dapat membantu para siswa untuk memberikan gambaran mengenai minat-bakat mereka. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis penelusuran bakat-minat dilaksanakan dan dilakukan oleh dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara yang juga berprofesi sebagai psikolog. Tes bakat dan minat diikuti oleh 20 siswa SMA kelas XII dan mereka menyelesaikan lima tes (Culture Fair Intelligence Test; Tes Administrasi, Keuangan, dan Dagang; Rothwell Miller Interest Blank; Pemeriksaan Teknik Pasti; serta Tes House Tree Person) untuk mengukur tiga aspek yaitu inteligensi, minat dan bakat. Hasil ditunjukkan dalam bentuk laporan yang terdiri dari gambaran pada ketiga aspek tersebut; ringkasan singkat mengenai kekuatan, kelemahan, dan saran peningkatan untuk mahasiswa tersebut; dan rekomendasi jurusan di perguruan tinggi. Laporan dapat digunakan oleh siswa, orang tua, dan pihak sekolah sebagai referensi untuk membantu para mahasiswa dalam memilih jurusan di penguruan tinggi.

Keywords

Aptitude Test; Interest Test; High School; StudentsTes Minat; Tes Bakat; SMA; Siswa

Full Text:

PDF

References

Anastasi, A. (1997). Psychological testing, (7th ed.). New Jersey: Prentice Hall.

Awaliyah, G., & Murdaningsih, D. (2019, Febuari 07). 87 persen mahasiswa mengaku salah pilih jurusan. Diunduh dari https://republika.co.id/berita/pmjuhw368/87-persen-mahasiswa-mengaku-salah-pilih-jurusan.

Ingarianti, T. M., & Purwaningrum, R. (2018). Teori dan praktik konseling karier integratif. Bandung: PT Refika Aditama.

Irma. (2018, November 12). Salah pilih jurusan bisa pengaruhi nilai. Diunduh dari https://metrojambi.com/read/2018/11/12/37218/salah-pilih-jurusan-bisa-pengaruhi-nilai.

Khadijah. (2016). Pengembangan kognitif anak usia dini. Medan: Perdana Publishing.

King, L. (2010). Experience psychology. New York: McGraw-Hill Education.

Lestari, S. (2010). Faktor-faktor yang mempengaruhi minat siswa terhadap pemilihan program studi Pendidikan kewarganegaraaan UNNES (studi penelitian siswa SMA N 2 Batang) (Skripsi). Universitas Negeri Semarang, Semarang.

Nahooda, M. P. (2015). Manajemen pembinaan dan pengmebangan bakat minat siswa di Sekolah Pattanakan Suksa Mulniti Muang Satun Selatan Thailand (Skripsi). Universitas Islam Negeri Walisongo, Semarang.

Nimda. (2019, Januari 30). Jurusan kuliah, pilihan kamu atau orang tua? Diunduh dari https://www.teknik.unpas.ac.id/blogs/jurusan-kuliah-pilihan-kamu-atau-orang-tua/

Nuraeni (2012). Tes psikologi: Tes inteligensi dan tes bakat. Yogyakarta: Purwokerto Press.

Papalia, E. D. (2009). Human development: Perkembangan manusia. Jakarta: Salemba Humanika.

Ramsay, T. (2008). Advantages of multiple choice aptitude tests, diunduh tanggal 15 Oktober, 2015 dari http://www.ramsaycorp.com/categories/aptitude.asp

Reed, E. J., & Wolniak, G. C., (2005). Concept of aptitude. Electronic Journal of Sociology, diunduh tanggal 23 Februari 2007 dari http://www.sociology.org/content/2005/tier1/reed_wolniak.pdf

Santrock, J. W. (2012). Life-span development. (14th ed.). New York: McGraw-Hill Education.

Sunarsih, T. (2010). Hubungan antara motivasi belajar, kemandirian belajar dan bimbingan akademik terhadap prestasi belajar mahasiswa di Stikes A. Yani Yogyakarta (Doctoral dissertation) Universitas Sebelas Maret, Solo.

Suryabrata, S. (1993). Psikologi pendidikan. Jakarta: PT Raya Grafindo Persada.

Winkel, W. S. (2005) Psikologi pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi.

Copyright (c) 2020 Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.