PELATIHAN PENINGKATAN KAPASITAS GURU SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH SAYAP IBU BINTARO

Penny Handayani, Pradita Sibagariang, Gabriella Irena Carissa, Jessica Paramitha, Weny Pandia Sembiring
| Abstract views: 73 | views: 45

Abstract

Teachers have an important role in the running of educational activities in schools, both regular and special schools. The competence of teachers who teach will greatly determine the achievement of the learning goals given in the ongoing curriculum. With the limited human resources available in the area of children with special needs, there are times when teachers who teach do not have the minimum competence needed to make teaching and learning activities run smoothly, so learning targets become a challenge in itself. Teachers who teach in special schools should also have special competencies to be better prepared to handle and educate Students with Special Needs (SBK). This study used a mixed-method with a group discussion forum, interviews, and questionnaires to get a deeper picture of the competence of teachers at the Sayap Ibu Bintaro Foundation (YSIB). The results showed that there are internal and external factors that affect the competence of teachers at YSIB. Teacher knowledge and skills in behavior management, recognizing SBK characteristics, and communication with SBK still need further development. This results in the teacher's teaching strategy not optimal in their daily lives. Therefore, a form of intervention is needed to improve teacher competence, especially in behavior management, recognizing SBK characteristics, and communication skills with SBK. The intervention was carried out by training "Special Need Teacher Capacity Building". The results of the intervention show that training can improve teacher competence, especially in the cognitive and affective aspects, while the behavioral aspect is not maximal because the opportunity to practice the results of the training is still limited.


ABSTRAK:

Guru memiliki peran penting dalam berjalannya kegiatan pendidikan di sekolah, baik sekolah reguler maupun sekolah khusus. Kompetensi guru yang mengajar akan menentukan tercapainya tujuan pembelajaran yang diberikan dalam kurikulum yang berjalan. Dengan keterbatasan sumber daya manusia yang tersedia pada area anak berkebutuhan khusus, ada kalanya guru yang mengajar belum memiliki kompetensi minimal yang dibutuhkan guna menunjang kelancaran kegiatan belajar mengajar (KBM), sehingga target pembelajaran menjadi sebuah tantangan tersendiri. Guru yang mengajar di sekolah khusus pun sebaiknya memiliki kompetensi khusus agar siap untuk menangani dan mendidik Siswa Berkebutuhan Khusus (SBK). Penelitian ini menggunakan mixed method dengan forum group discussion, wawancara, dan kuesioner kepada 5 guru dan Kepala Sekolah untuk mendapatkan gambaran yang lebih mendalam terkait dengan kompetensi guru di Yayasan Sayap Ibu Bintaro (YSIB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kompetensi guru di YSIB. Pengetahuan dan keterampilan guru dalam manajemen perilaku, mengenali karakteristik SBK, dan komunikasi dengan SBK masih perlu dikembangkan lebih lanjut. Hal ini berakibat pada strategi mengajar guru belum optimal dalam kesehariannya. Oleh karena itu, diperlukan suatu bentuk intervensi untuk meningkatkan kompetensi guru, terutama dalam manajemen perilaku, mengenal karakteristik SBK, dan keterampilan komunikasi dengan SBK. Intervensi dilakukan dengan pelatihan “Special Need Teacher Capacity Building”. Hasil intervensi menunjukkan bahwa pelatihan dapat meningkatkan kompetensi guru, terutama pada aspek kognitif dan afektif, sedangkan pada aspek perilaku belum terlihat maksimal karena kesempatan untuk mempraktekkan hasil pelatihan masih terbatas

Keywords

Capacity building, special education teacher, teachers’ competencies.

Full Text:

PDF

References

Ariastuti, R., & Herawati, V. (2016). Optimalisasi peran sekolah inklusi. Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, 1(1), 38-47.

Kuriyan, A. (2015). The effectiveness of an online workshop on behavior management as a professional development tool for teachers (Electronic Theses and Dissertation). Florida International University: Florida.

Lestari, Y. A., & Purwanti, M. (2018). Hubungan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian pada guru sekolah dasar nonformal X. Jurnal Pendidikan, 2(1), 199.

Martella, R. C., Nelson, J. R., Marchand-Martella, N. E., & O'Reilly, M. (2011). Comprehensive behavior management: Individualized, classroom, and schoolwide approaches. Sage.

Moore, T. C., Wehby, J. H., Oliver, R. M., Chow, J. C., Gordon, J. R., & Mahany, L. A. (2017). Teachers’ reported knowledge and implementation of research-based classroom and behavior management strategies. Remedial and Special Education, 38(4), 222-232.

Pemerintah Indonesia. (2005). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Lembaran RI tahun 2005 No. 41. Jakarta: Sekretariat Negara.

Pemerintah Indonesia. (2005). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Lembaran RI tahun 2005 No. 157. Jakarta: Sekretariat Negara.

Poznanski, B., Hart, K., & Cramer, E. (2018). Are Teachers Ready? Preservice Teacher Knowledge of Classroom Management and ADHD. School Mental Health, 10(3), 301–313. https://doi.org/10.1007/s12310-018-9259-2.

Septiana, F. I. (2017). Peran guru dalam standar proses pendidikan khusus pada lingkup pendidikan formal (sekolah luar biasa/ sekolah khusus). Journal of Special Education, 3(2). https://doi.org/10.30999/jse.v3i2.14.

Copyright (c) 2020 Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.