DETEKSI DINI DAN PENINGKATAN PENGETAHUAN LANSIA SEBAGAI UPAYA PREVENTIF TERJADINYA DIABETES MELLITUS DI DESA GANDUL CINERE

Andri Pramono, Retno Yulianti, Nanang Nasrulloh
| Abstract views: 101 | views: 79

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) patients in Indonesia are ranked fourth in Asia and seventh in the world. In Depok, 15% of Depok residents suffer from DM. Low knowledge of the dangers and management of DM disease nutrition, as well as lack of early detection of DM disease, contributes to the severity and complications of the disease. This activity aims to reduce the prevalence and severity of DM in Gandul in a preventive way. The target audience in this activity is elderly women members of the Anggrek Bulan Gandul Posbindu and Posbindu Delima Senja, Gandul, Cinere. The implementation of this activity uses counseling and question and answer methods. Then monthly blood sugar detection is carried out monthly, and measurements of abdominal circumference and body weight to see symptoms of obesity. The enthusiasm of the participants was quite good seen from the presence of the participants who came. Early detection is done regularly per month and found 2 (2 of 34 mothers) elderly mothers of Posbindu Anggrek Bulan and 4 elderly mothers in Posbindu Delima Senja (4 out of 30 mothers), who have type 2 diabetes. Knowledge about DM was measured by questionnaire. The results of the questionnaire showed 3 people (10%) with good results, 4 people (13.3%) with sufficient results, and 23 people (76.67%) with poor results after counseling. This activity should be a routine monthly activity and measurement of understanding is carried out with a questionnaire after giving the material, as well as making a DM booklet for elderly DM patients so that they can re-read the material provided

ABSTRAK;

 

Pasien Diabetes Mellitus (DM) di Indonesia menduduki peringkat keempat terbesar di Asia dan peringkat ketujuh di dunia. Di kota depok, sebanyak 15% penduduk kota Depok menderita DM. Pengetahuan yang rendah tentang bahaya dan tatalaksana nutrisi penyakit DM, serta kurangnya deteksi dini penyakit DM, memberikan kontribusi keparahan dan komplikasi penyakit. Kegiatan ini bertujuan mengurangi tingkat prevalensi dan keparahan DM di Gandul dengan cara preventif. Khalayak sasaran dalam kegiatan ini adalah ibu-ibu lansia anggota posbindu Anggrek Bulan Gandul dan posbindu Delima Senja, Gandul, Cinere. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan dan tanya jawab. Kemudian diadakan deteksi gula darah secara berkala perbulan, dan pengukuran lingkar perut dan berat badan untuk melihat gejala obesitas. Antusiasme dari para peserta cukup baik dilihat dari kehadiran peserta yang datang. Deteksi dini dilakukan secara berkala per bulan dan didapatkan 2 (2 dari 34 ibu-ibu) ibu-ibu lansia Posbindu Anggrek Bulan  dan 4 ibu-ibu lansa di Posbindu Delima Senja (4 dari 30 ibu-ibu), telah mengidap DM tipe 2. Pengetahuan tentang DM diukur dengan kuesioner. Hasil kuesioner memperlihatkan 3 orang (10%) dengan hasil yang baik, 4 orang (13,3%) dengan hasil cukup, dan 23 orang (76,67%)  dengan hasil buruk setelah penyuluhan. Kegiatan ini sebaiknya menjadi kegiatan rutin bulanan dan diadakan pengukuran pemahaman dengan kuesioner setelah pemberian materi, serta pembuatan booklet DM untuk para pasien DM lansia, agar dapat membaca kembali materi yang diberikan.

Keywords

diabetes mellitus; elderly, gandul village; posbindu;;: diabetes mellitus; lansia, kelurahan gandul; posbindu;

Full Text:

PDF

References

Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. Konsensus Pengendalian dan Pencegahan

Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia. PERKENI 2015.

http://dinkes. Depok.go.id/wp-content/uploads/PROFIL-KESEHATAN-KOTA-DEPOK-

pdf. dirujuk pada tanggal 14 September 2019.

Karimah, M. 2018. RASIO LINGKAR PINGGANG-PANGGUL MEMILIKI

HUBUNGAN PALING KUAT DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH. Jurnal

Berkala Epidemiologi. Vol.3(6) :219-226.

Puspitasari, N. 2018. Faktor Kejadian Obesitas Sentral Pada Usia Dewasa. Higeia Journal

of Public Health, Research and Development. Vol 2 (2) : 249-259.

Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. Konsensus Pengendalian dan Pencegahan

Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia.PERKENI 2015.

Soegondo S, Soewondo P, Subekti I. Penatalaksanaan diabetes melitus terpadu. Edisi ke-2.

Jakarta: Balai Penerbit FK UI; 2009. p. 13, 15-6, 33- 44, 123-6, 152, 155-6.

BPS kota Depok. 2014. Statistik Daerah Kecamatan Cinere 2014. Badan Pusat Statistik

Kota Depok: x + 31 hal.

BPS kota Depok. 2014. Kecamatan Cinere dalam angka 2014 :Cinere district in figures.

BPS Kota Depok: ix + 65 hal.

Copyright (c) 2020 Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia

Refbacks

  • There are currently no refbacks.