PENINGKATAN KAPASITAS PENGELOLA RUMAH SINGGAH UNTUK ANAK JALANAN YAYASAN BINA ANAK PERTIWI

Maria V. Ardista, Maria Lithania, Anastasia Hardi, Nikolas Priya, Gabriela Angela, Clara R.P. Ajisuksmo
| Abstract views: 16 | views: 15

Abstract

This activity is part of the final project of the Atma Jaya Faculty of Psychology Community Based Education course. In this activity students as a group conduct problems and needs assessments, and design and implement a communication capacity building program in the management of NGO organizations that provide assistance to street children. The student group consists of five people, carrying out activities at the Bina Anak Pertiwi Foundation (YBAP) an NGO that provides assistance to street children. There are two stages of activities carried out namely, the first stage is the assessment of problems and needs, and the second stage is the intervention to increase the capacity of YBAP management and staff. During the problem and needs assessment stage, interviews were conducted with four key informants and problem tree analysis. The results of the problem and needs assessment show that communication between management, staff, and foster children is the main problem faced by YBAP in carrying out the program of activities to assist street children. At the intervention stage, management capacity building is carried out with a focus on communication. Capacity building was carried out through four activity sessions, namely the first "Who Am I", which aims to increase their awareness of themselves as a companion to street children. The second session "They need Us" which aims to raise awareness about who and how the characteristics they serve and assist. The third session is "Chitty chatty" which aims to improve verbal and non-verbal communication skills, and the fourth session is "Broken square" which aims at increasing empathy skills and the importance of commitment to achieving common goals. The whole process of activities is carried out by participatory methods through group dynamics games, and at the end of the game there is a "debriefing" so that all participants get "insight" on the group dynamic games that are run.

ABSTRAK:

Kegiatan ini merupakan bagian tugas akhir dari mata kuliah Pendidikan Berbasis Komunitas Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya. Dalam kegiatan ini mahasiswa secara berkelompok melakukan asesmen permasalahan dan kebutuhan, serta merancang dan melaksanakan program peningkatan kapasitas komunikasi dalam manajemen organisasi LSM yang memberi pendampingan kepada anak jalanan. Kelompok mahasiswa terdiri dari lima orang, melakukan kegiatan di Yayasan Bina Anak Pertiwi (YBAP) sebuah LSM yang memberikan pendampingan kepada anak jalanan. Ada dua tahap kegiatan yang dilakukan yaitu, tahap pertama asesmen permasalahan dan kebutuhan, serta tahap kedua intervensi peningkatan kapasitas pengurus dan staff YBAP. Pada tahap asesmen permasalahan dan kebutuhan, dilakukan wawancara dengan empat orang informan kunci dan analisis pohon masalah. Hasil asesmen permasalah dan kebutuhan menunjukkan bahwa komunikasi antara pengurus, staff dan anak binaan menjadi persoalan utama yang dihadapi oleh YBAP dalam melaksanakan program kegiatan pendampingan anak jalanan. Pada tahap intervensi, dilakukan peningkatan kapasitas manajemen dengan fokus pada komunikasi. Peningkatan kapasitas dilakukan melalui empat sesi kegiatan, yaitu pertama “Siapa Saya”, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mereka akan diri mereka sebagai pendamping anak jalanan. Sesi kedua “Mereka butuh Kita” yang bertujuan meningkatkan kesadaran mengenai siapa dan bagaimana karakteristik yang mereka layani dan dampingi. Sesi ketiga adalah “Chitty chatty” yang bertujuan meningkatkan keterampilan komunikasi verbal dan non verbal, dan sesi keempat adalah “Broken square” yang berujuan meningkatkan keterampilan berempati dan pentingnya komitmen untuk mencapai tujuan bersama. Seluruh proses kegiatan dilakukan dengan metode partisipatoris melalui permainan dinamika kelompok, dan di setiap akhir permainan dilakukan “debriefing” sehingga seluruh peserta memperoleh “insight” atas permainan dinamika kelompok yang dijalankan.

Keywords

street children; program evaluation; community based education; halfway house;;anak jalanan; evaluasi program; pendidikan berbasis komunitas; rumah singgah

Full Text:

PDF

References

Arliani, P. N. A., Sulastri, S., & Taftazani, B. M. (2015). Penerapan pengetahuan dan keterampilan pekerja sosial oleh relawan dalam pendampingan kepada anak penderita kanker. Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 2(1). http://jurnal.unpad.ac.id/prosiding/article/view/13268

Badan Pusat Statistik. (2018). Profil Kemiskinan di Indonesia Maret 2018. Berita Resmi Statistik No.57/07/Th. XXI, 16 Juli 2018.

Bah, Y.M. (2018). Drug abuse among street children. Mathews Journal of Case Reports, 3(1): 038.

Dalimunthe, S. F. (2016). Manajemen konflik dalam organisasi. Jurnal Bahas Unimed, 27(1).

Dewi, R. L., & Kartowagiran, B. (2018). An evaluation of internship program by using Kirkpatrick evaluation model. Research and Evaluation in Education, 4(2): 155-163.

Diriba, T. (2015). Family problem as a contributing factor for street children. The Case of Nekemte Town. International Journal of Research and Scientific Inovation, 2(9); 137-144

Dimitrov, D. M., & Rumrill, P. D. (2003). Pretest-posttest designs and measurement of change. Speaking of Research, 20(2): 159-165.

Dwijayanti, Y. R. & Herdiana, I. (2011) Perilaku seksual anak jalanan ditinjau dengan teori

health belief model (HBM). Insan. Media Psikolopgi, 13(2): 129-1372016 ISSN: 2454-

,http://www.onlinejournal.inImperial Journal of Interdisciplinary Research (IJIR)

Page 60

Gwanyemba, J., Nyamase, E. & George, B. (2016). Resilience of street children to violence, exploitation and abuse in Tanzanian cities: Evidence from Unga Limited Ward in Arusha City. Imperial Journal of Interdisciplinary Research (IJIR), 2 (7): 60-65

Hai, M.A. (2014). Problems faced by the street children: a study on some selected places in Dhaka City, Bangladesh. International Journal of Scientific & Technology Research, 3 (10): 45-56.

Hidayat, R. (2013). Pengaruh kepemimpinan terhadap komunikasi, kepuasan kerja, dan komitmen organisasi pada industri perbankan. Makara Seri Sosial Humaniora, 17(1): 19-32.

Lassa, J. & Li, D.E. (2015). Jaringan LSM dan masa depan keberlanjutan LSM di Indonesia. Knowledge Sector Inisiative. Cardno

Miyarso, E. (2007). Manajemen konflik mahasiswa sebagai metode pembelajaran alternatif. Majalah Ilmiah Pembelajaran, 3(2).

Prasetia, A., Yuliwar, R. & Dewi, N. (2018). Hubungan pola pemenuhan nutrisi dengan kadar hemoglobin pada anak jalanan di Kota Malang, Nursing News: Jurnal Ilmiah Keperawatan, 3(1): 108-119.

Putra, E.V. (2006). Laporan Penelitian Peningkatan Kapasitas Organisasi Masyarakat Sipil Dalam Penerapan Transparansi dan Akuntabilitas Studi Kasus: Konsorsium Pengembangan Masyarakat Madani (KPMM). Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial. Universitas Negeri Padang.

Putra, F., Hasanah, D. & Nuriyah, E. (2015). Pemberdayaan anak jalanan di rumah singgah. Share Social Work Jurnal, 5(1): 51-64

Sari, D. dan Sumarti, T. (2017). Analisis efektivitas program pemberdayaan anak jalanan di rumah singgah Tabayun Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan masyarakat, 1(1): 29-42.

Setiawan, H.H. (2007). Pemberdayaan anak jalanan melalui program Score dalam mencegah penyebaran HIV/AIDS. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, 12 (3): 23-32

Sriwartini, Y. dan Kartikawati, D. (2015). Manajemen komunikasi pengelola rumah singgah dalam proses pra dan masa pembinaan anak-anak jalanan. Jurnal Ilmu dan Budaya, 39 (45).

Stojadinović, A., Batrnek Antonić, D., Perinović, M., & Rončević, N. (2015). Sexual behavior of street children, Medicinski Pregled, LXVIII (7-8): 245-250.

Undugu Society of Kenya (2010). Evaluation of the children and youth programme: Final Report. Pan African Research Services. Nairobi, Kenya

Komisi Perlindungan Anak Indonesia. (2014). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Vikasari, A. Suwandono, A., Susanto, H.S. (2016). Gambaran faktor risiko penyakit periodontal pada anak jalanan dengan eks anak jalanan di Kota Semarang (studi pada anak jalanan lepas, anak pendampingan RPSA X, dan anak PGOT Balai Rehabilitasi Sosial Y Kota Semarang). Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 4(4): 298-304


Refbacks

  • There are currently no refbacks.