FAKTOR RISIKO PEMUNCULAN AGRESI DAN PELANGGARAN MORAL PADA REMAJA DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK

Naomi Soetikno, P. Tommy S. Suyasa, Florencia Irena
| Abstract views: 62 | views: 55

Abstract

Remaja yang melakukan pelanggaran hukum seperti berbuat agresi yang mengakibatkan kematian, atau pelanggaran moral seperti perkosaan, maupun penyalahgunaan obat/narkotika dikenakan hukuman yang membawa mereka di Lembaga Pemasyarakatan. Lembaga pemasyarakatan khusus anak atau disebut sebagai Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) berada di berbagai wilayah di Indonesia, salah satunya di Tangerang. Selama di dalam LPKA, anak didik (andikpas) disana masih sering juga melakukan pelanggaran aturan, seperti perilaku agresi, penyebaran terror, dan juga pelanggaran moral. LPKA membutuhkan adanya instrument untuk klasifikasi perilaku andikpas sehingga dapat membantu dalam menentukan tingkat pengamanan dan pengawasan yang diberikan dari tingkat minimum sampai pada maksimun pengamanan. Berpijak dari kebutuhan mitra mengenai adanya instrument yang dapat mengklasifikasikan perilaku pelanggaran andikpasmaka penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan infromasi mengenai factor risiko andikpas melakukan pelanggaran agresi dan moral di dalam LPKA. Metode yang digunakan adalah focused group discussion pada petugas dan andikpas. Didapatkan hasil bahwa adanya factor internal dari andikpas yang menjadi factor risiko pemunculan agresi dan pelanggaran moral juga factor eksternal dari petugas, system, aturan, dan pengawasan, dan juga interaksi dengan sesame andikpas.

Keywords

Agresi; Lembaga Pembinaan Khusus Anak; Moral; Remaja

Full Text:

PDF

References

Archer, J. (2009). The Nature of Human Aggression. International Journal of Law and

Psychiatry, 32, 202–208. doi:10.1016/j.ijlp.2009.04.001.

Bailey, C.A. & Ostrov, J.M. (2008). Differentiating Forms and Functions of Aggression in

Emerging Adults: Associations with Hostile Attribution Biases and Normative Beliefs. Youth Adolescence 37:713–722. DOI 10.1007/s10964-007-9211-5.

Bronfenbrenner, U. (1979). The Ecology of Human Development: Experiments By Nature

And Design. The President and Fellows of Harvard College, USA

Carlo, G., Mestre, M.V., McGinley, M.M., Samper, P., Tur, A., & Sandman, D. (2012). The

interplay of emotional instability, empathy, and coping on prosocial and aggressive behaviors. Personality and Individual Differences. 53: 675–680.

Denson, T.F., Capper, M.M., Oaten, M., Friese, M., & Schofield, T.P. (2011). Self-control

training decreases aggression in response to provocation in aggressive individuals. Journal of Research in Personality. 45: 252–256.

Joefiani, P. (2013). Studi Tentang Lingkungan Sosial Dan Moral: Peran Lingkungan

Keluarga, Kampus, Teman Sebaya terhadap Pengetahuan Moral, Perasaan Moral,

Keteguhan Moral dalam mewujudkan Tindakan Moral Mahasiswa usia 17-23 tahun di Universitas Padjadjaran. Disertasi Universitas Padjadjaran, Bandung.

Kemp, K., Thamotharan, S., Poindexter, B., Barker, D., Tolou-Shams, M., & Houck, C.D.

(2017). Emotion Regulation As A Predictor Of Juvenile Arrest. Criminal Justice And Behavior. DOI:doi.org/10.1177/0093854817695842

Kim, Y.J. (2017). Longitudinal Relationship Between Emotion Regulation And Aggressive

Behavior: The Moderating Effect Of Caregiving. Dissertation. Submitted to the Graduate Faculty of School of Social Work, University of Pittsburgh.

Krueger, R.A. (1988) Focus Groups: A practical guide for applied research. Sage, UK.

Nashriana. (2012). Perlindungan Hukum Pidana bagi Anak di Indonesia. Jakarta: Rajawali

pers.

Papalia, D.E., Olds, S.W., & Feldman, R.D. (2013). Human development (11th ed.). New

York: McGraw-Hill

Stewart, D.W. and Shamdasani, P.N. (1990) Focus Groups: Theory and Practices. Sage, UK.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.