MENGGERAKKAN LITERASI BACA-TULIS DI RUSUNAWA MUARA BARU PLUIT

Sri Hapsari Wijayanti, Novia Utami, Adji Pratikto, Hery Pramono
| Abstract views: 68 | views: 39

Abstract

Pemerintah telah menggulirkan Gerakan Literasi Nasional (GLN) sejak 2015. Salah satu sentra belajar di masyarakat yang mendukung GLN adalah pendirian Ceribel di Rusunawa Muara Baru, Pluit, Jakarta Utara. Tujuan kegiatan di Rusunawa Muara Baru ini adalah menggerakkan literasi baca-tulis melalui pelayanan kepada anak-anak untuk datang dan melakukan kegiatan positif dan kompetitif selama masa liburan sekolah.  Selain itu, anak-anak yang berkunjung juga dimintai umpan balik terhadap kegiatan yang telah dilakukan di Taman Ceribel untuk menindaklanjuti kegiatan literasi pada masa mendatang. Kegiatan dilakukan selama Juni-Juli 2019. Selama periode itu, Ceribel melayani pengunjung selama sepuluh hari. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelayanan dalam peminjaman buku dan pendampingan dalam menulis, membaca, dan menggambar dalam rangka mengikuti lomba literasi. Pengamatan langsung juga dilakukan terhadap aktivitas pengunjung di Ceribel.  Hasil kuesioner tentang umpan balik kegiatan disajikan dalam bentuk persentase yang ditabulasikan dan dideskripsikan. Semua responden, yang berjumlah delapan belas anak, mengakui merasakan manfaat dengan adanya Ceribel sebagai sumber belajar untuk menjadikan mereka pintar. Mereka berharap Ceribel dapat membantu mereka dalam belajar membaca dan bimbingan belajar. Waktu buka pelayanan operasional Ceribel menurut responden sebaiknya setiap hari. Mereka mengakui akan datang kembali ke Ceribel dengan mengajak teman. Disimpulkan bahwa Ceribel telah menarik perhatian anak-anak Rusunawa Muara Baru sebagai tempat bermain, belajar, dan bersosialisasi. Untuk itu, kegiatan literasi ini harus berkesinambungan agar tumbuh minat dan budaya membaca di masyarakat. Disarankan agar Ceribel memiliki sukarelawan dari warga rusun sendiri yang dapat melayani dan mengembangkan Ceribel.

Full Text:

PDF

References

Adrian, O. & Tim Inovasi. (2018). Wartabalitbang. Indonesia, Bisa! 2, 16-17.

Antasari, I.W. (2016). Dukungan orang tua dalam membangun literasi anak. Edulib, 6(2).

Asdam, B. (2015). Minat baca dan promosi perpustakaan sebagai sarana mendekatkan masyarakat pada perpustakaan. Jupiter, XIV(1), 32-37.

Atmazaki dkk. (2017). Panduan Gerakan Literasi Nasional. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Chairunnisa. 2017. Pengaruh literasi membaca dengan pemahaman bacaan (Penelitian survei pada mahasiswa STKIP Kusumanegara Jakarta). Tuturan, 6(1), 745-756.

Hidayah, L. (2017). Implementasi budaya literasi di sekolah dasar melalui optimalisasi perpustakaan: Studi kasus di Sekolah Dasar Negeri di Surabaya. Ju-Ke, 1(2). 48-58.

Kemendikbud. (2017).Peta jalan gerakan literasi nasional. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Rohman, S. (2017). Membangun budaya membaca pada anak melalui program gerakan literasi sekolah. Terampil Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, 4(1),151-173.

Sukorini, D. (2007). Pengelolaan pusat sumber belajar pada Pusdiklat SDM Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jurnal Teknodik, 21(XI).

Sutarno, N. (2006). Perpustakaan dan Masyarakat. Jakarta: Sagung Seto.

Yanto, A., Rodiah, S., & Lusiana, E. (2016). Model aktivitas gerakan literasi berbasis komunitas di sudut baca Soreang. Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan, 2(1),107-118.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.