PELATIHAN VALUE CHAIN STRATEGY UNTUK MEMPERTAHANKAN KUALITAS LAYANAN SELURUH STAKEHOLDER RUMAH SAKIT ST. ELIZABETH SEMARANG

Ignatius Roni Setyawan
| Abstract views: 57 | views: 42

Abstract

Rumah sakit (RS) di Amerika Serikat telah mengenal Value Chain Strategy dari Swayne, et al (2006) yang terbukti
membawa dampak positif bagi pemertahanan kualitas layanan seluruh stakeholder. Hal ini dikarenakan value chain
strategy merupakan pengembangan dari Porter Vakue Chain yang diadaptasikan untuk rumah sakit. Selanjutnya
berbekal pada potensi masih barunya value chain strategy untuk kasus Rumah Sakit di Indonesia dan atas undangan
dari pihak RS St. Elizabeth Semarang maka pelatihan ini diadakan untuk membantu pihak manajemen lebih
mengenali komponen organizational value chain semua unit kerja sehingga mampu menaikkan nilai tambah mutu
layanan demi menjaga level nilai paripurna pada Akreditasi Rumah Sakit. Hasil pelatihan di Pusdiklat RS St Elizabeth
16 Mei 2018 menemukan faktor competitive advantage RS Elizabeth terletak pada After Services yakni banyaknya klaim
BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan yang tertangani dengan sangat baik. Sedangkan pada tahapan
stakeholder analysis & balance scorecard strategy map ditemukan bahwa faktor pasien menjadi hal terpenting. Hal ini
dikarenakan pasien memiliki relasi paling banyak dengan stakeholder yang lain; di samping dalam balance scorecard
strategy map untuk rumah sakit maka pasien akan mencerminkan organizational value chain terkait. Pada pernyataan visi &
misi ditemukan hampir semua komponen misi dari Fred. R. David sudah tercerminkan dengan baik dengan komponen paling
tersorot adalah pasien (customer). Berdasarkan hasil temuan pelatihan di atas maka pihak manajemen RS St. Elizabeth
diharapkan dapat lebih mengarahkan stakeholder analysis dan value adding strategy pada factor pasien. Dalam hal ini
mereka akan mampu menyusun organizational value chain pada pengembangan bisnis & layanan medis bermutu
tinggi.

Keywords

organizational value chain, stakehoder analysis, value adding strategy, balance scorecard strategy map

Full Text:

PDF

References

David, F.R. & F.R. David (2017), Strategic Management: A Competitive Approach, 16th

Edition, Pearson Education Limited, New Jersey, USA.

Handayani, S.M, Sudiro & A. Margawati (2016), “Analisis Strategi Pelayanan Geriatri

Berbasis Rumah Sakit dengan Menggunakan Value Chain di Rumah Sakit Islam

Kendal”, Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia 4 (1), 51 – 57.

Hidayah, N. (2017), Perencanaan Strategi Rumah Sakit, Monograf Program Studi Manajemen

Rumah Sakit Program Pasca Sarjana Universitas Muhamadiyah Yogyakarta,.

Komite Akreditasi Rumah Sakit Nasional (KARS), dengan alamat website adalah

http://akreditasi.kars.or.id/accreditation/report/report_accredited.php Daftar Rumah

Sakit Terakreditasi, tanggal akses 16 Mei 2018.

Nugroho, T.W. (2013), “Analisis Lingkungan Internal dan Kompetitor Layanan Trauma Center

RSI NU Demak”, Jurnal Keperawatan & Kesehatan Masyarakat, STIKES Cendekia

Utama Kudus, 1 (2), 23-34.

Porter, M.E. & E.O. Teisberg (2004), “Redefining Competition in Health Care”, Harvard

Business Review, 82 (6), 65-76.

Putera, I.P.W (2014), Potensi Pengembangan Medical Tourism Di Rumah Sakit Balimed

Denpasar, Tesis Program S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat UGM,

Situs resmi RS Elizabeth http://www.rs-elisabeth.com/ tanggal akses 16 Mei 2018.

SNARS (2018), Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit Edisi 1, Januari, Komite Akreditasi

Rumah Sakit (KARS), Jakarta.

Swayne, L.E., W.J. Duncan & P.M. Ginter (2006). Strategic Management of Health Care

Organization, 5th ed., Blackwell Publishing, Victoria, Australia.

Wibisono, M.S. & M. Hamsal (2013), “Business Strategy Development & Business Model RS

Bhakti Timah (RSBT) Groups Pangkal Pinang Under Bhakti Timah Foundation

(YBT) Become PT RS Bakti Timah as an Existence of Diversification Effort from PT

Timah (Persero) Tbk”, the International Journal of Business Administration, 2. (16),

-2019.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.