PENINGKATAN PERILAKU HEMAT ENERGI BAGI SISWA SMA DAN PENERAPAN SNI PADA RUANG BELAJAR

Endah Setyaningsih, Fransisca Iriani Roesmaladewi, Yohanes Calvinus, Joni Fat
| Abstract views: 65 | views: 58

Abstract

There was a blackout in early August 2019, forcing everyone to think about electricity. Some expressed the need for management reform, use of new renewable energy, and promoting energy-saving behavior. However, energy saving behavior without good knowledge will make it difficult to carry out the behavior. For this reason, the community service team collected data through a questionnaire to determine the energy saving knowledge of lighting for students. Furthermore, there is provision on energy saving lighting and practice in the field to determine the extent to which energy saving is implemented in the study room. This practice is in the form of measuring the light intensity of the study room, to find out its value so that if it is not enough, it is necessary to take action to comply with SNI standards. The presentation of the lighting field briefing contained, among other things, the explanation that saving energy does not mean reducing the use of electric power alone, but rather that saving energy must maintain the quality of lighting. Based on the results of the pre test, students have a high desire to behave energy-saving by 91.3% and have confidence in the results of a behavior and an evaluation of the results of a high behavior is 99.5%. The study room illumination shows a value that is not in accordance with the SNI, which is between 125 Lux to 150 Lux. This value is far from the SNI standard, which is 350 Lux for classrooms. Based on the results of the application of this SNI, then the lighting design is carried out through simulation using the Dialux software and the installation of energy-saving lamps in the study room, so that it reaches the SNI standard.


ABSTRAK:


Terjadinya pemadaman listrik pada awal Agustus 2019, memaksa semua orang untuk berpikir tentang kelistrikan. Sebagian menyatakan perlunya pembenahan manajemen, perlunya pengelolaan/penggantian sistem, dan usulan penggunaan energi baru terbarukan. Selain itu masih terdapat hal lain, yaitu peningkatan perilaku hemat energi (HE), antara lain berupa peningkatan pengetahuan HE. Namun HE kadang-kadang diartikan lain, yaitu hanya sekedar mematikan lampu, tanpa memperhatikan kualitas visual. Untuk itu tim pengabdian kepada masyarakat ini melakukan pengambilan data melalui kuisioner untuk mengetahui pengetahuan HE kepada siswa SMA N 23 Jakarta. Selanjutnya dilakukan pembekalan mengenai HE dan praktik di lapangan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan HE yang ada sekolah tersebut. Praktik ini antara lain berupa pengukuran intensitas cahaya ruang belajar, untuk mengetahui nilainya sehingga jika kurang perlu dilakukan tindakan untuk disesuaikan dengan standar SNI. Penyampaian pembekalan bidang pencahayaan, antara lain berisi tentang penjelasan bahwa HE bukan berarti mengurangi penggunaan daya listrik saja, tapi lebih diutamakan bahwa HE harus tetap menjaga kualitas pencahayaan. Berdasarkan hasil pre test, siswa memiliki keinginan tinggi untuk berperilaku hemat energi sebesar 91,3% dan memiliki keyakinan akan hasil dari suatu perilaku dan evaluasi terhadap hasil perilaku yang tinggi sebesar 99,5% Tingkat pencahayaan/Iluminansi ruang belajar menunjukkan nilai yang kurang sesuai dengan SNI, yaitu antara 125 Lux sampai dengan 150 Lux. Nilai ini jauh dari standar SNI, yaitu 350 Lux untuk ruang kelas. Berdasarkan hasil penerapan SNI ini, selanjutnya dilakukan perancangan pencahayaan melalui simulasi dengan menggunakan perangkat lunak Dialux dan pemasangan lampu HE pada ruang belajar tersebut, sedemikian sampai mencapai standar SNI.

Keywords

Knowledge of energy saving; lighting; pre test; SNI; and Illuminance

Full Text:

PDF

References

Instruksi Presiden Nomor 13 tahun 2011 tentang penghematan energi dan air Peraturan Menteri ESDM nomor 13 tahun 2012 tentang Penghematan Pemakaian Tenaga Listrik. Peraturan Menteri ESDM nomor 14 tahun 2012 tentang Manajemen Energi

Peraturan Pemerintah nomer 70 tahun 2009 tentang Konservasi Energi.

Panduan Penghematan Energi di Gedung Pemerintah, Usaid Indonesia dan ESDM, 2014

Instruksi Presiden Nomor 13 tahun 2011.

Candra, H; Setyaningsih, E; dan Tji Beng, J. (2018). Analisis Efisiensi Konsumsi Daya Listrik dan Biaya Operasional Lampu TL-LED terhadap Lampu TL-T8. Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran, dan Ilmu Kesehatan Vol. 2, No. 1, April 2018, hal. 186-193, ISSN- L 2579-6410

International Energy Agency, “Energy Efficiency 2017,” International Energy Agency, Jakarta, 2017. Roesmaladewi, F.I., Setyaningsih, E., Widodo, L. (2016). Peran Sikap, Norma Subyektif dan Perceived Behavior Control Terhadap Intensi Berperilaku Hemat Energi Pada Siswa SMP, Conference on Management and Behavioral Studies, Universitas Tarumanagara, Jakarta, 27 Oktober 2016, halaman 774, ISSN No: 2541-3400, e-ISSN No. 2541-2850.

SNI No. 6197-2011, (2011) Konservasi Energi pada Sistem Pencahayaan, 2011, Badan Standardisasi Nasional.

Copyright (c) 2021 Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.