Pengaruh Regulasi Emosi Terhadap Resiliensi Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Yang Sedang Mengerjakan Skripsi

Main Article Content

Natasya Ines Wijaya
Roswiyani

Abstract

Stres yang dialami mahasiswa akibat proses penyelesaian skripsi dapat menimbulkan emosi 
negatif, seperti frustasi, rasa marah dan takut. Ada kalanya emosi negatif yang muncul tetap dapat 
diatasi sehingga mahasiswa mampu menyelesaikan skripsinya. Kondisi ini mengarah pada 
kemampuan regulasi emosi yang mendorong individu untuk mengatasi tekanan yang dihadapi. 
Kemampuan dalam bertahan di situasi sulit merupakan bentuk dari resiliensi. Penelitian ini 
bertujuan untuk mengetahui pengaruh regulasi emosi terhadap resiliensi pada mahasiswa tingkat 
akhir yang sedang mengerjakan skripsi. Terdapat 104 mahasiswa yang sedang mengerjakan 
skripsi, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, rentang usia 21-25 tahun, dan berdomisili di 
Jabodetabek telah berpartisipasi dalam penelitian ini. Alat ukur regulasi emosi menggunakan 
Emotion Regulation Questionaire (ERQ; Gross & John, 2003) dan untuk mengukur resiliensi 
menggunakan Connor Davidson Resilience Scale (Connor & Davidson, 2003). Hasil analisis 
dengan menggunakan Pearson correlation mendapati bahwa regulasi emosi diketahui memiliki 
korelasi positif yang signifikan dengan resiliensi (r = 0.445, p = 0.05). Hal ini berarti semakin 
tinggi regulasi emosi maka semakin tinggi pula resiliensi yang dimiliki oleh mahasiswa tingkat 
akhir. Kemudian, berdasarkan hasil uji regresi linier diketahui bahwa terdapat pengaruh signifikan 
dari regulasi emosi pada resiliensi (R2 = 0.198, p = 0.05). Dalam hal ini, regulasi emosi diketahui 
secara signifikan mempengaruhi resiliensi sebesar 19.8%. Adapun regulasi emosi yang paling 
memengaruhi resiliensi mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyelesaikan skripsi adalah adanya 
cognitive reappraisal. Hal ini berarti mahasiswa cenderung menggunakan proses kognitifnya 
untuk mengelola emosinya dan berpikir kembali sebelum memberikan respon emosi pada situasi 
yang dialaminya.

Article Details

Section

Articles

References

Amelia, S., Asni, E., & Chairilsyah, D. (2014). Gambaran ketangguhan diri (resiliensi) pada

mahasiswa tahun pertama fakultas kedokteran universitas riau (Doctoral dissertation, Riau

University).

American Psychological Association, (2012). Building your resilience. American Psychological

Association.

Azizah, P.N., Widiana, H.S., & Urbayatun, S. (2021). Analisis faktor konfirmatori connor

davidson

resilience

scale.

Jurnal

Psikologi.17(1),

1-7.

http://dx.doi.org/10.24014/jp.v14i2.11043.

Brenner, F. dan Salovey, T. L. 1997. Parental socialization of emotion. psychological Inquiry, 9,

241-273.

Burt, K. B., & Paysnick, A. A. (2012). Resilience in the transition to adulthood. Development and

Psychopathology, 24(2), 493-505.

Cahyani, Y. E., & Akmal, S. Z. (2017). Peranan spiritualitas terhadap resiliensi pada mahasiswa

yang sedang mengerjakan skripsi. Psikoislamedia: Jurnal Psikologi, 2(1), 32-41.

Cole, P. M., & Hall, S. E. (2008). Emotion regulation and development. In M. Lewis, J. M.

Haviland-Jones, & L. F. Barrett (Eds.), Handbook of emotions (3rd ed., pp. 592-607).

Guilford Press.

Connor, K. M., & Davidson, J. R. T. (2003).Development of a new resilience scale: the connor

davidson resilience scale (cd-risc). Journal Of Depression And Anxiety. Vol 18: 76-82.

Corno, L., & Anderman, E. M. (2015). Handbook of educational psychology (3rd ed.). Routledge.

https://doi.org/https://doi.org/10.4324/9781315688 244

Daniel Goleman. 2002. Kecerdasan emosi untuk mencapai puncak prestasi. Jakarta: PT

Gramedia Pustaka Utama.

Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). The "what" and "why" of goal pursuits: Human needs and the

self-determination of behavior. Psychological Inquiry, 11(4), 227-268.

Gross, J. J. (1998). Antecedent-and response-focused emotion regulation divergent consequences

for experience, expression and physiology. Journal of Personality and Social Psychology. 74

(1), 224-237.

Gross, J.J. 2007. Emotion regulation: Past, present, future. Cognitionand Emotion, 13, 551–573.

Grotberg, E. H. 2003. Resilience for today: gaining strength from adversity. United States of

America: Praeger.

Hartaji, D. A. (2012). Motivasi Berprestasi Pada Mahasiswa yang Berkuliah Dengan Jurusan

Pilihan Orangtua, Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma. Skripsi. Universitas

Gunadarma.

Hidayati, I., Mulawarman, M., & Awalya, A. (2017). Peningkatan regulasi emosi siswa melalui

layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama. Indonesian Journal of Guidance

and Counseling: Theory and Application, 6(4).

Hurlock, E. B. (1996). Psikologi perkembangan. Jakarta: Erlangga.

Keye, M. D., & Pidgeon, A. M. 2013. An investigation of the relationship between resilience,

mindfulness, and academic self-efficacy.Open Journal Of Social Sciences, 1(6), 1–4. doi:

10.4236/jss.2013.16001.

Khusniatun. (2014). Hubungan antara resiliensi dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa

program studi psikologi fakultas ilmu sosial dan humaniora Universitas Islam Negeri Sunan

Kalijaga Yogyakarta. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Yogyakarta : Program Studi Psikologi

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

King, L. A. (2014). Psikologi umum: Sebuah pandangan apresiatif. Salemba Humanika.

Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, appraisal, and coping. New York: Springer

Publishing Company.

Martin, L. (2016). Understanding the quarter-life crisis in community college students [Regent

University].

https://www.proquest.com/openview/9a192b2c2658890be02638169248da20/1?pqorigsite=

gscholar&cbl=18750&diss=y

Mir’atannisa, I. M., Rusmana, N., & Budiman, N. (2019). Kemampuan adaptasi positif melalui

resiliensi. Journal of Innovative Counseling: Theory, Practice, and Research, 3(02), 70-75.

Misra, & Castillo. (2004). Academic stress among college students: Comparison of american and

international students. academic stressors; American students; international students;

reactions toStressors. Vol. 11, No. 2, 132–148

Nabila, N. (2019). Hubungan antara regulasi emosi dan resiliensi pada mahasiswa universitas

islam riau (Doctoral dissertation, Universitas Islam Riau).

Nash, R.J., & Murray, M.C. (2010). Helping college students find purpose: The campus guide to

meaning-making. San Francisco, CA: Jossey-Bass.

Nisak, D. K. (2018). Regulasi emosi pada mahasiswa yang sedang menempuh skripsi (Doctoral

dissertation, University of Muhammadiyah Malang).

Ratnasari, S., & Suleeman, J. (2017). Perbedaan regulasi emosi perempuan dan laki-laki di

perguruan tinggi. Jurnal Psikologi Sosial, 15(1), 35-46.

Reivich, K. And Shatte, A. 2002. The resilience factor. New York: Random House, Inc.

Rice, P. F, “The adolescent: Development, relationship, and culture”, (9th edition), Needham

Heights, Allyn and Bacon, MA, 1999. Masten, A. S. (2001). Ordinary magic: Resilience

processes in development. American Psychologist, 56(3), 227-238.

Roellyana, S dan Listiyandini, R.A. 2016. Peranan optimisme terhadap resiliensi pada mahasiswa

tingkat akhir yang mengerjakan skripsi. Makalah, disampaikan dalam konferensi nasional

peneliti muda psikologi indonesia, 1 (1), 29- 37

Saifuddin, M. S. I., & Wekke, I. S. (2018). Strategi dan teknik penulisan skripsi. Deepublish.

Salovey, P. M dan Skutfer, B. L. 1997. Cultural differences in children’s emotional reactions to

difficult situation. Child Development, 73, 983-996.

Sukmaningpraja, A., & Santhoso, F. H. (2016). Peran regulasi emosi terhadap resiliensi pada siswa

sekolah berasrama berbasis semi militer. Gadjah Mada Journal of Psychology

(GamaJoP), 2(3), 184-191.

Sulastri, S. (2017). Efektivitas pelatihan regulasi emosi terhadap penurunan tingkat stres pada

mahasiswa perempuan yang mengerjakan skripsi (Doctoral dissertation, Universitas Negeri

Makassar).

Syukron, M. A. (2017). Hubungan penghargaan diri (self esteem) dengan penyesuaian diri pada

mahasiswa rantau di kota malang (Doctoral dissertation, University of Muhammadiyah

Malang).

Westefeld, J. S., Casper, D., Galligan, P., Gibbons, S., Lustgarten, S., Rice, A.,... & Yeates, K.

(2015). Suicide and older adults: Risk factors and recommendations. Journal of loss and

trauma, 20(6), 491-508.

Wibowo, U. F. (2018). Resiliensi akademik mahasiswa yang sedang menempuh skripsi (Doctoral

dissertation, University of Muhammadiyah Malang).

Widigda, I. R., & Setyaningrum, W. (2018). Kecemasan mahasiswa pendidikan matematika

Universitas Riau Kepulauan dalam menghadapi skripsi. Jurnal Pendidikan Matematika dan

Sains, 6(2), 190-199.

Widiyani, R (2018, Desember 27). Mahasiswa Vs Skripsi, cerita tiada akhir. DetikHealth.

Mahasiswa Vs Skripsi, Cerita Tiada Akhir (detik.com)

Yusuf, Juita-Elena (Wie), Saitgalina, M., & Chapman, D.W. (2020). Work-life balance and well

being of graduate students. Journal of Public Affairs Education, 26:4, 458- 483, doi:

10.1080/15236803.2020.177