Pengaruh Regulasi Emosi Terhadap Resiliensi Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Yang Sedang Mengerjakan Skripsi
Main Article Content
Abstract
Stres yang dialami mahasiswa akibat proses penyelesaian skripsi dapat menimbulkan emosi
negatif, seperti frustasi, rasa marah dan takut. Ada kalanya emosi negatif yang muncul tetap dapat
diatasi sehingga mahasiswa mampu menyelesaikan skripsinya. Kondisi ini mengarah pada
kemampuan regulasi emosi yang mendorong individu untuk mengatasi tekanan yang dihadapi.
Kemampuan dalam bertahan di situasi sulit merupakan bentuk dari resiliensi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh regulasi emosi terhadap resiliensi pada mahasiswa tingkat
akhir yang sedang mengerjakan skripsi. Terdapat 104 mahasiswa yang sedang mengerjakan
skripsi, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, rentang usia 21-25 tahun, dan berdomisili di
Jabodetabek telah berpartisipasi dalam penelitian ini. Alat ukur regulasi emosi menggunakan
Emotion Regulation Questionaire (ERQ; Gross & John, 2003) dan untuk mengukur resiliensi
menggunakan Connor Davidson Resilience Scale (Connor & Davidson, 2003). Hasil analisis
dengan menggunakan Pearson correlation mendapati bahwa regulasi emosi diketahui memiliki
korelasi positif yang signifikan dengan resiliensi (r = 0.445, p = 0.05). Hal ini berarti semakin
tinggi regulasi emosi maka semakin tinggi pula resiliensi yang dimiliki oleh mahasiswa tingkat
akhir. Kemudian, berdasarkan hasil uji regresi linier diketahui bahwa terdapat pengaruh signifikan
dari regulasi emosi pada resiliensi (R2 = 0.198, p = 0.05). Dalam hal ini, regulasi emosi diketahui
secara signifikan mempengaruhi resiliensi sebesar 19.8%. Adapun regulasi emosi yang paling
memengaruhi resiliensi mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyelesaikan skripsi adalah adanya
cognitive reappraisal. Hal ini berarti mahasiswa cenderung menggunakan proses kognitifnya
untuk mengelola emosinya dan berpikir kembali sebelum memberikan respon emosi pada situasi
yang dialaminya.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan jurnal ini setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan pekerjaan secara bersamaan berlisensi di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNTAR yang memungkinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
- Penulis mampu untuk masuk ke dalam terpisah, pengaturan kontrak tambahan untuk distribusi non-eksklusif versi diterbitkan jurnal pekerjaan (misalnya, posting ke sebuah repositori institusi atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mengirim karya mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusi atau website mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena dapat menyebabkan pertukaran produktif, serta sebelumnya dan kutipan yang lebih besar dari karya yang diterbitkan
References
Amelia, S., Asni, E., & Chairilsyah, D. (2014). Gambaran ketangguhan diri (resiliensi) pada
mahasiswa tahun pertama fakultas kedokteran universitas riau (Doctoral dissertation, Riau
University).
American Psychological Association, (2012). Building your resilience. American Psychological
Association.
Azizah, P.N., Widiana, H.S., & Urbayatun, S. (2021). Analisis faktor konfirmatori connor
davidson
resilience
scale.
Jurnal
Psikologi.17(1),
1-7.
http://dx.doi.org/10.24014/jp.v14i2.11043.
Brenner, F. dan Salovey, T. L. 1997. Parental socialization of emotion. psychological Inquiry, 9,
241-273.
Burt, K. B., & Paysnick, A. A. (2012). Resilience in the transition to adulthood. Development and
Psychopathology, 24(2), 493-505.
Cahyani, Y. E., & Akmal, S. Z. (2017). Peranan spiritualitas terhadap resiliensi pada mahasiswa
yang sedang mengerjakan skripsi. Psikoislamedia: Jurnal Psikologi, 2(1), 32-41.
Cole, P. M., & Hall, S. E. (2008). Emotion regulation and development. In M. Lewis, J. M.
Haviland-Jones, & L. F. Barrett (Eds.), Handbook of emotions (3rd ed., pp. 592-607).
Guilford Press.
Connor, K. M., & Davidson, J. R. T. (2003).Development of a new resilience scale: the connor
davidson resilience scale (cd-risc). Journal Of Depression And Anxiety. Vol 18: 76-82.
Corno, L., & Anderman, E. M. (2015). Handbook of educational psychology (3rd ed.). Routledge.
https://doi.org/https://doi.org/10.4324/9781315688 244
Daniel Goleman. 2002. Kecerdasan emosi untuk mencapai puncak prestasi. Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Utama.
Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). The "what" and "why" of goal pursuits: Human needs and the
self-determination of behavior. Psychological Inquiry, 11(4), 227-268.
Gross, J. J. (1998). Antecedent-and response-focused emotion regulation divergent consequences
for experience, expression and physiology. Journal of Personality and Social Psychology. 74
(1), 224-237.
Gross, J.J. 2007. Emotion regulation: Past, present, future. Cognitionand Emotion, 13, 551–573.
Grotberg, E. H. 2003. Resilience for today: gaining strength from adversity. United States of
America: Praeger.
Hartaji, D. A. (2012). Motivasi Berprestasi Pada Mahasiswa yang Berkuliah Dengan Jurusan
Pilihan Orangtua, Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma. Skripsi. Universitas
Gunadarma.
Hidayati, I., Mulawarman, M., & Awalya, A. (2017). Peningkatan regulasi emosi siswa melalui
layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama. Indonesian Journal of Guidance
and Counseling: Theory and Application, 6(4).
Hurlock, E. B. (1996). Psikologi perkembangan. Jakarta: Erlangga.
Keye, M. D., & Pidgeon, A. M. 2013. An investigation of the relationship between resilience,
mindfulness, and academic self-efficacy.Open Journal Of Social Sciences, 1(6), 1–4. doi:
10.4236/jss.2013.16001.
Khusniatun. (2014). Hubungan antara resiliensi dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa
program studi psikologi fakultas ilmu sosial dan humaniora Universitas Islam Negeri Sunan
Kalijaga Yogyakarta. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Yogyakarta : Program Studi Psikologi
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.
King, L. A. (2014). Psikologi umum: Sebuah pandangan apresiatif. Salemba Humanika.
Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, appraisal, and coping. New York: Springer
Publishing Company.
Martin, L. (2016). Understanding the quarter-life crisis in community college students [Regent
University].
https://www.proquest.com/openview/9a192b2c2658890be02638169248da20/1?pqorigsite=
gscholar&cbl=18750&diss=y
Mir’atannisa, I. M., Rusmana, N., & Budiman, N. (2019). Kemampuan adaptasi positif melalui
resiliensi. Journal of Innovative Counseling: Theory, Practice, and Research, 3(02), 70-75.
Misra, & Castillo. (2004). Academic stress among college students: Comparison of american and
international students. academic stressors; American students; international students;
reactions toStressors. Vol. 11, No. 2, 132–148
Nabila, N. (2019). Hubungan antara regulasi emosi dan resiliensi pada mahasiswa universitas
islam riau (Doctoral dissertation, Universitas Islam Riau).
Nash, R.J., & Murray, M.C. (2010). Helping college students find purpose: The campus guide to
meaning-making. San Francisco, CA: Jossey-Bass.
Nisak, D. K. (2018). Regulasi emosi pada mahasiswa yang sedang menempuh skripsi (Doctoral
dissertation, University of Muhammadiyah Malang).
Ratnasari, S., & Suleeman, J. (2017). Perbedaan regulasi emosi perempuan dan laki-laki di
perguruan tinggi. Jurnal Psikologi Sosial, 15(1), 35-46.
Reivich, K. And Shatte, A. 2002. The resilience factor. New York: Random House, Inc.
Rice, P. F, “The adolescent: Development, relationship, and culture”, (9th edition), Needham
Heights, Allyn and Bacon, MA, 1999. Masten, A. S. (2001). Ordinary magic: Resilience
processes in development. American Psychologist, 56(3), 227-238.
Roellyana, S dan Listiyandini, R.A. 2016. Peranan optimisme terhadap resiliensi pada mahasiswa
tingkat akhir yang mengerjakan skripsi. Makalah, disampaikan dalam konferensi nasional
peneliti muda psikologi indonesia, 1 (1), 29- 37
Saifuddin, M. S. I., & Wekke, I. S. (2018). Strategi dan teknik penulisan skripsi. Deepublish.
Salovey, P. M dan Skutfer, B. L. 1997. Cultural differences in children’s emotional reactions to
difficult situation. Child Development, 73, 983-996.
Sukmaningpraja, A., & Santhoso, F. H. (2016). Peran regulasi emosi terhadap resiliensi pada siswa
sekolah berasrama berbasis semi militer. Gadjah Mada Journal of Psychology
(GamaJoP), 2(3), 184-191.
Sulastri, S. (2017). Efektivitas pelatihan regulasi emosi terhadap penurunan tingkat stres pada
mahasiswa perempuan yang mengerjakan skripsi (Doctoral dissertation, Universitas Negeri
Makassar).
Syukron, M. A. (2017). Hubungan penghargaan diri (self esteem) dengan penyesuaian diri pada
mahasiswa rantau di kota malang (Doctoral dissertation, University of Muhammadiyah
Malang).
Westefeld, J. S., Casper, D., Galligan, P., Gibbons, S., Lustgarten, S., Rice, A.,... & Yeates, K.
(2015). Suicide and older adults: Risk factors and recommendations. Journal of loss and
trauma, 20(6), 491-508.
Wibowo, U. F. (2018). Resiliensi akademik mahasiswa yang sedang menempuh skripsi (Doctoral
dissertation, University of Muhammadiyah Malang).
Widigda, I. R., & Setyaningrum, W. (2018). Kecemasan mahasiswa pendidikan matematika
Universitas Riau Kepulauan dalam menghadapi skripsi. Jurnal Pendidikan Matematika dan
Sains, 6(2), 190-199.
Widiyani, R (2018, Desember 27). Mahasiswa Vs Skripsi, cerita tiada akhir. DetikHealth.
Mahasiswa Vs Skripsi, Cerita Tiada Akhir (detik.com)
Yusuf, Juita-Elena (Wie), Saitgalina, M., & Chapman, D.W. (2020). Work-life balance and well
being of graduate students. Journal of Public Affairs Education, 26:4, 458- 483, doi:
10.1080/15236803.2020.177