SELF-ESTEEM PADA REMAJA YANG MENGALAMI KEKERASAN SAAT BERPACARAN

Main Article Content

Rahma Meilena
Pamela Hendra Heng

Abstract

Self-esteem ini adalah sebuah penilaian diri terhadap diri sendiri untuk menghargai diri. Kekerasan pacaran adalah 
kekerasan yang dilakukan oleh pasangan kekasih baik secara fisik, seksual, psikologis atau emosional. Tujuan 
penelitian ini adalah untuk melihat gambaran self-esteem pada korban kekerasan pacaran remaja. Partisipan penelitian 
ini mendapat 127 partisipan usia 15-21 tahun, terdapat remaja laki-laki 31 partisipan dan perempuan 96 partisipan, 
berdomisili di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, pernah mengalami kekerasan pada saat pacaran. 
Penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif, teknik yang digunakan dalam adalah teknik purposive sampling. 
Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rosenberg self-esteem scale oleh Rosenberg (1965), yang 
diadaptasi ke bahasa Indonesia oleh Dewi (2021). Peneliti mengambil data menggunakan google form sebagai 
kuesioner online. Hasil penelitian ini memiliki nilai mean hipotetik sebesar 2.5 dan nilai mean empirik sebesar 2.69, 
selisih nilai mean hipotetik dan mean empirik sebesar 0.19, maka dapat disimpulkan self-esteem pada korban 
kekerasan pacaran remaja dalam penelitian ini tergolong tinggi, artinya meskipun sudah mendapatkan pengalaman 
terkait kekerasan dalam pacaran, tetapi tidak berdampak pada self-esteem. 

Article Details

Section

Articles

References

Engel, B (2002). The Emotionally abusive relationship; How to stop being abuse and how to stop

abusing. New Jersey: Wiley & Sons, Inc.

Feist, J., & Feist, G. J. (2006). Theories of personalities (6th ed). New York: McGraw-Hill.

Kamila, F. M., & Halimah, L. (2020). Hubungan Self Esteem dengan Kekerasan dalam Pacaran

pada Korban Remaja Putri di SMA Pasundan 7 Bandung. Prosiding Psikologi, 6(2), 309–313.

Kim, B, N., Park, S., & Park, M, H. (2017). The relationship of sexual abuse with self-esteem,

depression, and problematic internet use in Korean adolescents. Psychiatry Investigation, 14(3),

372. https://doi.org/10.4306/pi.2017.14.3.372

Papalia. (2004). Human development. New York: Mc Graw Hill. Experience human development

12th ed.

Pflieger, J. C., & Vazsonyi, A. T. (2006). Parenting processes and datingviolence: The mediating

role of self-esteem in low- and high-SES adolescents. Journal of Adolescence,

https://doi.org/10.1016/j.adolescence.2005.10.002

muda

Qinthara, A. S. (2021). Pengaruh harga diri terhdap kekerasan emosional dalam berpacaran pada

dewasa

di

kota

Bandung.

Jurnal

Psikologi

https://ejournal.upi.edu/index.php/insight/article/download/44095/18316

Santrock, J., W. (2003). Perkembangan Remaja (6th ed) Jakarta: Erlannga.

Insight.

World Health Organization. (2017). Depression and other common mental disorder: global health

estimates Geneva, CH: WHO Document Production Service.

Winarno, R. D. (2007). Indonesia adolescent sexuality and romantic relationship: Exploratory

studies. Netherland: Radboud University Nijimegen.