Identitas Visual untuk Gerakan Remaja Positif

Albert Hartanto

Abstract


Bangsa Indonesia terbentuk oleh banyaknya jumlah suku bangsa yang tinggal di wilayah Indonesia dan tersebar di berbagai pulau dan daerah. Keberagaman yang ada pada masyarakat bisa saja menjadi tantangan. Hal itu disebabkan karena orang yang mempunyai perbedaan pendapat bisa lepas kendali. Munculnya perasaan kedaerahan dan kesukuan yang berlebihan dan dibarengi tindakan yang dianggap benar sendiri dapat merusak persatuan. Salah satu permasalahan yang dihadapi akibat adanya perbedaan, khususnya di kalangan milenial adalah tawuran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti membentuk sebuah gerakan remaja positif yang berada dibawah naungan gerakan pramuka Indonesia, guna sebagai wadah bagi remaja untuk melakukan kegiatan yang positif sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya tawuran. Untuk merealisasikan gerakan remaja positif, harus digunakan suatu metode yang menghasilkan data kuantitatif untuk mengetahui psikologi remaja. Jenis metode yang digunakan yaitu kuesioner. Permasalahan yang dihadapi yaitu perpecahan antar remaja dan branding pramuka yang sudah tidak relevan sehingga mudah dilupakan oleh generasi muda. Berdasarkan penelitian, rekomendasi identitas visual yang cocok dan mencermikan kebersamaan untuk gerakan remaja positif dapat menjadi salah satu solusi untuk menanggulangi perpecahan di kalangan pelajar.

Kata kunci: branding, identitas visual, remaja, pelajar, pramuka.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24912/rupaka.v1i1.2935

Refbacks

  • There are currently no refbacks.