PENERAPAN STILASI MOTIF MEGA MENDUNG PADA PARTISI LOBI MUSEUM BAHARI, JAKARTA

Alberta Amelia Yandarmadi, Stepanus Dwiyanto
| Abstract views: 38 | views: 15

Abstract

Geographically, Cirebon is a strategic area located on the northern coast of Java. Cirebon city is famous as a port city for 600 years. One of the famous batik motifs is the Mega Mendung. The topic of applying the Mega Mendung Motif Stylization to the Lobby Partition of the Maritime Museum, Jakarta was carried out to introduce the ornaments of the archipelago through the design of the partition by taking into account aesthetic values, identity, character, and meaning in the maritime fields. The design method uses a design method pioneered by Rosemary Kilmer, where the first stage is analysis, then followed by the second stage, namely synthesis. Methods of data collection are done by studying literature, documentation, and observation. After doing various considerations, the designer was inspired by the mega cloudy motif to be made into a more modern cloud shape with stylization techniques. The stylization technique is done by modifying the wavy lines and shapes of the mega cloudy clouds to make them simpler and more modern which will focus on three forms, namely clouds, water waves, and rocks. The color selection was adjusted to the colors of the ocean shades and the natural colors found on sandy beaches, namely blue, brown, and gray. Stylizing the mega cloudy motif would be useful for the management of the Maritime Museum and designers to introduce Indonesian culture. It is also useful for the surrounding community so that it adds insight into various Indonesian motifs.

Secara geografis, Cirebon merupakan wilayah strategis yang letaknya berada di pesisir pantai utara Jawa. Kota Cirebon terkenal sebagai kota pelabuhan sejak 600 tahun lalu. Salah satu motif batik yang terkenal adalah mega mendung. Topik Penerapan Stilasi Motif Mega Mendung pada Partisi Lobi Museum Bahari, Jakarta dilakukan agar dapat memperkenalkan ornamen nusantara melalui desain partisi dengan memperhatikan nilai estetika, identitas, karakter, dan makna di bidang maritim, bahari, dan kelautan. Metode perancangan menggunakan metode desain yang dipelopori oleh Rosemary Kilmer, dimana tahap pertama yaitu analisis kemudian dilanjutkan dengan tahap kedua yaitu sintesis. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur, dokumentasi, dan observasi. Setelah melaukakan berbagai pertimbangan, perancang terinspirasi dari motif mega mendung untuk dibuat menjadi bentuk awan yang lebih modern dengan teknik stilasi. Teknik stilasi dilakukan dengan cara memodifikasi garis bergelombang dan bentuk pada awan mega mendung dibuat menjadi lebih sederhana dan modern yang akan difokuskan menjadi tiga bentuk yaitu awan, ombak air, dan batu karang. Pemilihan warna dilakukan penyesuaian dengan warna nuansa lautan dan warna alami yang ditemukan di pantai berpasir yaitu biru, coklat, dan abu-abu. Dengan dilakukan stilasi motif mega mendung, diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak pengelola Museum Bahari dan desainer agar dapat memperkenalkan budaya Indonesia. Juga bermanfaat bagi masyarakat sekitar sehingga menambah wawasan mengenai berbagai motif nusantara.

Keywords

Cirebon; Lobby; Maritime Museum; Mega Mendung; Stylization

Full Text:

PDF

References

Eko R.F. (2019). Menggambar Motif Ragam Hias. Diakses pada 15 November 2021, dari https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/repos/FileUpload/Seni%20Motif/topik5.html

Handayani, W. (2018). Bentuk, Makna dan Fungsi Seni Kerajinan Batik Cirebon. Jurnal ATRAT, 6 (01), 58-71.

Kilmer, R. (2014). Designing Interiors (2nd Edition). Florida: Wiley.

MacMahon, D. (2005). “Entrance icons:” Creating a model for introducing science concepts. National Science Foundation grant proposal.

Nababan, R & Hendriyana, H. (2012). Parole, Sintagmatik, dan Paradigmatik Motif Batik Mega Mendung. Jurnal Seni & Budaya Panggung, 22 (02), 181-191.

Sondari, K dan Yusmawati. (1999). Album Seni Budaya Batik Pesisiran. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Shinca, S., Deliyanto, B., & Andraini, N. I. (2019). Pesona Pantai pada Perancangan Interior Museum Bahari di Jakarta. Mezanin Vol. 2 No. 1.

Susanto, G.A. (2015, Oktober 2). Motif Batik Mega Mendung, Datang dari Mana?, Jakarta: Lipuatan6. Diakses dari https://www.liputan6.com/health/read/2330650/motif-batik-mega-mendung-datang-dari-mana

Copyright (c) 2022 PROSIDING SERINA
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.