KAJIAN ARSITEKTUR DAN SEJARAH RUMAH SAKIT UMUM TEMBAKAU DELI SEBAGAI BANGUNAN CAGAR BUDAYA DI KOTA MEDAN

Ivan Bahri Prasetia Zebua, Wahyu Utami
| Abstract views: 27 | views: 16

Abstract

Medan is rich with historical buildings of high historical value, most of which are relics of the glory of the plantation industry. Currently, many buildings are neglected, one of which is the Deli Tobacco General Hospital (RSUTD) which has been closed since 2008. This hospital was first built in 1885 by Deli Maatschappij, a pioneer company in tobacco plantations in Deli land, and is a The first modern hospital on the island of Sumatra. Located in the historical area of Kesawan, Merdeka Square. Data collection was carried out using two methods, namely a case study for assessing cultural heritage data and existing conditions in the Deli Tobacco General Hospital building, the second using the POE (Post Occupancy Evaluation) method to analyze the current use of the building. In addition, data collection was also carried out by direct observation to the location of the Deli Tobacco General Hospital. Henceforth, the design method used is EBD (Evidence Based Design). The results of this study indicate the condition of the historic building of Deli Tobacco General Hospital as an abandoned cultural heritage building.

Medan kaya dengan bangunan bersejarah yang bernilai sejarah tinggi yang sebagian besar adalah peninggalan kejayaan industri perkebunan. Saat ini kondisi bangunan-bangunan banyak yang terlantar, salah satunya adalah Rumah Sakit Umum Tembakau Deli (RSUTD) yang ditutup sejak 2008. Rumah sakit ini dibangun pertama kali pada tahun 1885 oleh Deli Maatschappij, sebuah perusahaan pionir perkebunan tembakau di tanah Deli, dan merupakan rumah sakit modern pertama di pulau Sumatera. Berlokasi di kawasan bersejarah kesawan, lapangan Merdeka. Pengumpulan data dilakukan dengan dua metode yaitu studi kasus untuk pengkajian data cagar budaya dan kondisi eksisting pada bangunan Rumah Sakit Umum Tembakau Deli, yang kedua menggunakan metode POE (Post Occupancy Evaluation) untuk menganalisa penggunaan bangunan saat ini. Selain itu pengumpulan data juga dilakukan dengan observasi langsung ke lokasi Rumah Sakit Umum Tembakau Deli. Untuk selanjutnya, metode perancangan yang digunakan adalah EBD (Evidences Based Design). Hasil penelitian ini menunjukkan kondisi bangunan bersejarah Rumah Sakit Umum Tembakau Deli sebagai bangunan cagar budaya yang terbengkalai.

Keywords

Deli Tobacco General Hospital, Historic Building, Medan

Full Text:

PDF

References

ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia). (n.d.). Citra Kota Medan.

UNESCO. (2013). Penjelasan tentang pendekatan lanskap kota bersejarah nafas baru kota bersejarah.

Yogyakarta, U. A. J. (2000). Tinjauan Co-Working Space. April, 14–27.

Pemerintah Kota Medan. (2015). Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Dan Peraturan Zonasi Kota Medan Tahun 2015-2035.

Rapoport, A. (1977). Urban and Regional Planning Series. In Essays on Planning Theory and Education.

Heritage Council of NSW. (2019). Design Guide for Heritage. NSW, 02, 1–70.

Tarihora, M. (1997). Desain Ruang Terbuka Publik Berkarakter yang Menghubungkan Bangunan dan Kawasan Bersejarah di Kota Medan. Institut Teknologi Bandung

Cremer, J. T. (1889). Delische Shetcen, Eigen Haard No. 05.

Surapati, S. (2014). Sejarah bangunan-bangunan bersejarah sebagai sumber pembelajaran sejarah di kota medan.

Tim Peneliti. (2020). Dokumentasi dan Kajian Pengembangan Eks Rumah Sakit Umum Tembakau Deli. Dinas Kebudayaan Kota Medan.

Sudibyo, S. (1989). Aspek Fungsi dan Teknis Post Occupancy Evaluation dan Beberapa Metode Penelitian. Seminar Pengembangan Metodologi Post Occupancy Evaluation. Usakti, Jakarta.

Danisworo, M. (1989). Post Occupancy Evaluation Pengertian dan Metodologi. Universitas Trisakti, Jakarta.

Copyright (c) 2022 PROSIDING SERINA
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.