ANALISIS KEAUSAN MATA PAHAT DAN WAKTU PEMOTONGAN PADA PROSES DRILLING BAJA S 45 C

Sobron Y Lubis, Reynaldi Reynaldi, Alifya Putri Askolani, Silvi Ariyanti
| Abstract views: 83 | views: 60

Abstract

In the drilling process, to determine the cutting time and cutting tool wear that occurs, it is necessary to know the type of work and the cutting tools used in the work of each component. The difference in cutting parameters is one of the factors that can affect the machining time and the rate of wear and tear of the cutting tool. The higher the cutting speed, the shorter the machining time and the faster wear occurs. This study aims to analyze the cutting time and wear and tear that occurs when the drilling process is carried out. The research was carried out experimentally using a CNC milling machine, the workpiece being cut was S 45 C steel using two types of cutting tools, namely HSS and carbide. The cutting process is carried out so that the cutting tool wears out, observations and measurements of cutting tool wear are carried out using a microscope. HSS tools 114.17 minutes, 103.36 minutes. The results of the research conducted by the carbide cutting tool type have a longer cutting time than the HSS type cutting tool, the cutting time can be seen that the carbide cutting tool type has a cutting time for each combination of cutting parameters 21.27 minutes, 14.10 minutes, and 9.8 minutes and on the HSS cutting tool 14.5 minutes, 8.62 minutes, and 5.07.

Pada proses drilling, untuk mengetahui waktu pemotongan dan keausan mata pahat yang terjadi, maka harus mengetahui jenis pengerjaan dan mata pahat yang digunakan dalam pengerjaan setiap komponen. Perbedaan parameter potong merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi waktu pemesinan serta tingkat kecepatan keausan mata pahat. Semakin meningkatnya kecepatan pemotongan, maka waktu pemesinan akan menjadi lebih singkat dan keausan juga lebih cepat terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis waktu pemotongan dan keausan yang terjadi ketika proses drilling dilakukan. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan mesin milling CNC, benda kerja yang dipotong adalah jenis baja S 45 C menggunakan dua jenis mata pahat yaitu HSS dan karbida. Proses pemotongan dilakukan sehingga mata pahat mengalami keausan, pengamatan dan pengukuran keausan mata pahat dilakukan dengan menggunakan mikroskop. Dari hasil penelitian yang dilakukan jenis pahat karbida memiliki waktu pemotongan yang lebih lama dibandingkan dengan jenis pahat HSS, waktu pemotongan dapat dilihat bahwa pada jenis pahat karbida memiliki waktu pemotongan untuk masing-masing kombinasi parameter pemotongan 21.27 menit, 14,10 menit, dan 9,8 menit dan pada jenis pahat HSS 14.5menit, 8.62 menit, dan 5.07.


Keywords

tool wear, cutting time, cutting parameters

Full Text:

PDF

References

Castagne, Sylvie., 2011. The 14th International Esaform Conference On Material Forming: Esaform 2011. AIP Conference Proceedings, Volume 1353 p.1523-1528.

Caliskan, H. A. L. I. L., & Altas, E. M. R. E. (2015). The effect of cutting conditions on cutting forces in milling of Ti6Al4V alloy. Int. J. Eng. Technol. Nat. Sci, 13, 13-22.

Firdaus, F. N., & Susanti, N. A. (2021).Pengaruh Kecepatan Putar Dan Penyayatan Endmill Cutter Type Hss Terhadap Tingkat Kekasaran Alumunium Pada Mesin CNC.

Duniawan, A. (2015). Pengaruh Variasi Kecepatan Potong Pahat Hss Pengeboran Baja S45c/Aisi 1045 Terhadap Media Pendingin Pada Uji Kekerasan Dan Stuktur Mikro. ReTII.

ISO 8688-2:1989(en)Tool life testing in milling — Part 2: End milling

Groover, Mikell P., 2012, Fundamentals of Modern Manufacturing: Materials, Processes and Systems, 4th ed.

Fernández-Lucio, P., Pereira Neto, O., Gómez-Escudero, G., Amigo Fuertes, F. J., Fernández Valdivielso, A., & López de Lacalle Marcaide, L. N. (2021). Roughing Milling with Ceramic Tools in Comparison with Sintered Carbide on Nickel-Based Alloys. Coatings, 11(6), 734.

Bahurdin, M. M., Baharudin, B. T. H. T., & Ismail, N. Optimization of Face-Milling Machining Parameters for Cutting Tool Lifespan Using Taguchi Method.

Cabibbo, M., Forcellese, A., Raffaeli, R., & Simoncini, M. (2017). Reverse engineering and scanning electron microscopy applied to the characterization of tool wear in dry milling processes. Procedia CIRP, 62, 233-238.

Kalpakjian Serope, Steven R. Schmid.2014, Manufacturing Engineering & Technology 7th Edition. New Jersey: Prentice Hall.

https://www.ssroundbar.com/roundbar-rodbar/carbonsteel-roundbar-carbonsteel- rodbar/rodbar-type-s45c-carbonsteel-roundbar/

Lubis, S. Y., & Christian, A.(2016) Analisis Topografi Permukaan Logam Dan Optimasi Parameter Pemotongan Pada Proses Milling Aluminium Alloy..

Wika, K. K., Litwa, P., & Hitchens, C. (2019). Impact of supercritical carbon dioxide cooling with Minimum Quantity Lubrication on tool wear and surface integrity in the milling of AISI 304L stainless steel. Wear, 426, 1691-1701.

de Escalona, P. M., Cassier, Z., & Lovera, C. (2013). An Empirical Model For Surface Roughness Prediction When Considering The Tool Wear On A Face Milled 1045 Carbon Steel.

Copyright (c) 2021 PROSIDING SERINA
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.