NILAI BUDAYA INDIGENOS, SUSTAINABLE DEVELOPMENT, DAN ERA INDUSTRI 4.0: PENGALAMAN PRIBADI DALAM PSIKOLOGI

Augustinus Supratiknya
| Abstract views: 66 | views: 45

Abstract

Sustainable development as a continuation of the discourse of development that was designed by the developed nations for the underdeveloped ones during the Cold War era, has the potential of creating a dilemma between progress-welfare versus impoverishment-underdevelopment when confronted with the real situations of the poor-underdeveloped nations with their indigenous cultural values. The forthcoming of the Industry 4.0 era which is the cultural product of the developed nations seems to even accelerate the rate of underdevelopment of those poor-developing nations. Realizing the dilemma hidden in the discourse of development, Psychology with a cultural turn orientation gives more emphasis on the discourse of freedom-liberation as the goal of individual as well as social transformations. Hence, Psychology with a cultural turn orientation is basically open to any kinds of concepts and ideas as far as they are in line with or even strengthen its orientation towards the liberation of every person or groups of person for the creation of a common welfare which is truly just for all people

 

Pembangunan berkelanjutan sebagai kelanjutan dari wacana pembangunan yang dirancang oleh bangsa-bangsa maju bagi bangsa-bangsa sedang berkembang dalam era Perang Dingin, tetap berpotensi menimbulkan dilema antara kemajuan-kesejahteraan versus pemiskinan-keterbelakangan jika dihadapkan dengan situasi nyata bangsa-bangsa miskin-terbelakang dengan nilai budaya indigenos mereka. Kehadiran era Industri 4.0 yang merupakan produk budaya bangsa-bangsa maju diduga justru berpotensi mempercepat laju keterbelakangan bangsa-bangsa miskin-sedang berkembang. Menyadari dilema yang tersembunyi dalam wacana pembangunan, Psikologi berorientasi hampiran budaya lebih mengutamakan wacana pembebasan-pemerdekaan sebagai tujuan transformasi individu maupun masyarakat. Untuk itu, Psikologi berorientasi hampiran budaya pada dasarnya terbuka terhadap semua konsep dan gagasan dari mana pun sepanjang sejalan atau bahkan memperkuat orientasinya ke arah pemerdekaan semua orang atau kelompok orang demi terciptanya kesejahteraan bersama yang sungguh-sungguh berkeadilan bagi semua orang.

Keywords

sustainable development; inidigenous cultural values; Industry 4.0 era; cultural turn; liberation

Full Text:

PDF

References

Anggota. (2021). Diunduh dari https://ap2tpi.or.id/anggota/#toggle-id-20

Ashcroft, B., Griffiths, G., & Tiffin, H. (2007). Post-colonial studies. The key concepts (2nd ed.). Routledge.

Best, S., & Marcus, S. (2009). Surface reading. An introduction. Representations, 108 (1), 1-21. DOI: 10.1525/rep.2009.108.1.1

Capaldi, E.J., & Proctor, R.W. (2003). Current and future trends in experimental psychology. Dalam S.E. Davis (Ed.), Handbook of research methods in experimental psychology (h. 24-38). Blackwell.

Carino, J. (2009). Chapter I. Poverty and well-being. Dalam State of the world’s indigenous peoples (h. 14-49). United Nations.

Editorial. (2019). Psikologi Indonesia, 1(1), 1-6.

Freud, S. (1960). The ego and the id (J. Riviere, Trans.). W.W. Norton & Company.

Gergen, K.J. (1990). Toward a postmodern psychology. The Humanistic Psychologist, 18, 23-34. https://doi.org/10.1080/08873267.1990.9976874

Gismar, Abdul Malik. (2019). Menjadi psikologi yang relevan. Psikologi Indonesia, 1(1), 8-14.

Goble, F.G. (1987). Mazhab ketiga. Psikologi humanistik Abraham Maslow (A. Supratiknya, Trans.). Penerbit Kanisius.

Hall, S. (tanpa tahun). Stuart Hall and cultural studies: Decoding cultural oppression. Diunduh dari https://www.corwin.com/sites/default/files/upm-binaries/13286_Chapter_2_Web_Byte__Stuart_Hall.pdf

Johnson, R. (1986-1987). What is cultural studies anyway, Social Texts, 16 (Winter), 38-80. http://www.jstor.org/stable/466285

Lacan, J. (2008). My teaching (D. Macey, Trans.). Verso.

Lewis, W.S. (2005). Knowledge versus “knowledge”: Louis Althusser on the autonomy of science and philosophy from ideology. Rethinking Marxism: A Journal of Economics, Culture, & Society, 17(3), 455-470. DOI: 10.1080/08935690500122354

Pradipta, Yosef Dedy, & Agung, Yusuf Ratu. (2021). Psikologi indigenos: Telaah relasi manusia pada konteks budaya. Edulitera.

Prawitasari, Johana E. (2005). Psikologi Nusantara: Ke sanakah kita menuju? Pidato Lustrum VIII Fakultas Psikologi, Universitas Gadjah Mada.

Roadmap of SDGs Indonesia: A Highlight. (tanpa tahun). Ministry of National Development Planning/National Development Planning Agency.

Santoso, Slamet Iman R. (1975). Psychologi sebagai ilmu pengetahuan dan hari depan. Bulan Bintang.

Sejarah. (2021a). Diunduh dari https://psikologi.ui.ac.id/sejarah/

Sejarah Fakultas Psikologi Unpad. (2021b). Diunduh dari https://psikologi.unpad.ac.id/sejarah-psikologi-unpad/

Sejarah. (2021c). Diunduh dari https://psikologi.ugm.ac.id/sejarah/

Sloan, T. (2008). Preface. Dalam M. Witkins & H. Shulman (Eds.), Toward psychologies of liberation (h. xi-xii). Palgrave Macmillan.

State of the world’s indigenous peoples. (2009). United Nations.

Sugiharto, Bambang I. (1996). Postmodernisme. Tantangan bagi filsafat. Penerbit Kanisius.

Sukarno. (2019). Saving and preparing the indigenous communities to face the Industrial Revolution 4.0 era through local wisdom and English language mastery. Advances in Social Science, Education and Humanities Research, 335, 410-418.

Watkins, M., & Shulman, H. (2008). Toward psychologies of liberation. Palgrave Macmillan.

Yuniarti, Kwartarini Wahyu. (2013). Psikologi indigenous. Saatnya menentukan mainstream keilmuan dari Tanah Air. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar pada Fakultas Psikologi, Universitas Gadjah Mada.

----------

Disajikan dalam Seri Seminar Nasional ke-III Universitas Tarumanagara Tahun 2021 (Serina III Untar 2021), oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tarumanagara, Kamis, 2 Desember 2021.

Copyright (c) 2021 PROSIDING SERINA
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.