PENGARUH PSIKOEDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN INKLUSIVITAS PADA ANAK-ANAK DI YAYASAN PANTI ASUHAN Z

Main Article Content

Agnes Nugrawati Salim
Atalya Debora
Farica Tanojo
Sriana Sihombing
Sylvia Dewi Suryaganda
Weny Savitry S. Pandia

Abstract

The research explored the effect of psychoeducation towards knowledge of inclusivity for children at Yayasan Panti Asuhan Z (Z orphanage). Yayasan Panti Asuhan Z (Z orphanage) has been chosen because there is a phenomenon where the typical children shows stigmatization towards the atypical children. There are various form of stigmatization, including physical, attitude, communication, social interaction, et cetera. This research involved 33 children at the Yayasan Panti Asuhan Z having an age range from 11-21 years old. The design used in this research is within-group experimental design. The result of this study indicates that there is an increase after being given psychoeducation. Researchers used the Mann-Whitney non parametric statistical test. The result has shown there is a significant difference between pre-test and post-test results (p < 0.05, N=28).


Penelitian ini melihat pengaruh psikoedukasi terhadap pengetahuan inklusivitas pada anak-anak di Yayasan Panti Asuhan Z. Yayasan Panti Asuhan Z dipilih karena adanya fenomena stigmatisasi yang tidak disadari antara anak-anak tipikal terhadap anak-anak atipikal yang tinggal di panti tersebut. Bentuk stigmatisasi yang terjadi beragam, seperti fisik, sikap, cara berkomunikasi, cara berteman, dan sebagainya. Penelitian ini melibatkan 33 anak-anak di Yayasan Panti Asuhan Z yang berusia mulai dari 11 hingga 21 tahun. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah within-group experimental design. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan inklusivitas yang ditandai dengan meningkatnya hasil pre-test setelah diberikan psikoedukasi. Peneliti menggunakan uji statistik non-parametrik Mann Whitney. Berdasarkan hasil uji beda tersebut, diketahui bahwa hasil pre-test dan post-test memiliki perbedaan yang signifikan (p < 0.05, N=28).

Article Details

Section
Articles

References

Abrams, D., Hogg, M. A., & Marques, J. M. (2005). The social psychology of inclusion and exclusion. Diakses dari https://www.researchgate.net/publication/226768407_The_Social_Psychology_of_Inclusion_and_Exclusion pada tanggal 27 April 2021.

Bailur, S., & Sharif, R. (2020). The inclusivity of crowdsourcing and implications for development. In Smith, M. L., & Seward. R. K (Eds.), Making Open Development Inclusive. Canada: MIT Press.

Boogert, N. J., Madden, J. R., Ferron, J. M., Thornton, A. (2018). Measuring and understanding individual differences in cognition. Phil Trans. R. Soc, B 373.

Carter, S. L. (2018). Impairment, disability, and handicap. Diakses dari https://med.emory.edu/departments/pediatrics/divisions/neonatology/dpc/impairment-mx.html pada tanggal 27 April 2021.

Carver, C. S., & Scheier, M. F. (2000). Perspectives on personality (4th ed.) Boston: Allyn and Bacon.

Corrigan, P. W. & Kosyluk, K. A. (2014). Mental illness stigma: Types, constructs, and vehicles for change. In Corrigan, P.W. (Ed.), Stigma of disease and disability: Understanding causes and overcoming injustices. (pp. 35-56). Washington, DC: American Psychological Association. https://doi.org/10.1037/14297-003.

Creswell, J. W. (2012). Educational research. Boston: Pearson Education, Inc.

Elfattah, H. M., Abdelazeim, F. H., Elshennawy, S. (2015). Physical and cognitive consequences of fatigue: A review. Journal of Advanced Research, 6(3), 351-358.

Elvira Susanti. (2011). Hubungan antara Dukungan Sosial di Panti Asuhan dengan Penyesuaian Diri Remaja terhadap Teman Sebaya di Sekolah. Skripsi. Universitas Negeri Padang.

Fathy, R. (2019). Modal sosial: Konsep, inklusivitas dan pemberdayaan masyarakat. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 6(1), 1-17.

Goffman, E. (1963). Stigma: Notes on the management of spoiled

identity. New Jersey: Prentice-Hall; Englewood Cliffs.

Hsieh, H. F., Shannon, S. E. (2005). Three approaches to qualitative content analysis. Diakses dari https://www.researchgate.net/publication/7561647_Three_Approaches_to_Qualitative_Content_Analysis pada tanggal 18 Mei 2021.

Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME). (2016). Global Burden of Disease Study 2017. Seattle: Global Burden of Disease Collaborative Network.

Kemkes.go.id. (2019). Pentingnya peran keluarga, institusi dan masyarakat kendalikan gangguan kesehatan jiwa. Diakses dari https://www.kemkes.go.id/article/view/19101600004/pentingnya-peran-keluarga-institusi-dan-masyarakat-kendalikan-gangguan-kesehatan-jiwa.html pada tanggal 28 April 2021.

Kementrian Kesehatan RI. (2014). Situasi penyandang disabilitas. Jakarta: PUSDATIN

Koesno, D. A. S. (2020). Studi: Penderita gangguan mental meningkat selama pandemi COVID-19. Diakses dari https://tirto.id/studi-penderita-gangguan-mental-meningkat-selama-pandemi-covid-19-fuj pada tanggal 28 April 2021.

Link, B. G. & Phelan J. (2014). Stigma power. Social Science and Medicine, 103, 24-32.

Nurdin, Syafruddin, 2005, Model Pembelajaran yang Memperhatikan Keragaman Individu Siswa dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi, Ciputat: Quantum Teaching.

Pearl, J. B., & Arunfred, N. (2019). A comparative study on the concentration skill between e-learning methods and traditional learning methods and traditional learning methods among higher education students. Asia Pacific Journal of Multidisciplinary Research, 7(4), 67-73.

Peter, J. (1999). What is inclusion?. The Review: A Journal of Undergraduate Student Research, 2, 15-21.

Rahmah, S., Asmidir, A., & Nurhafanah. (2016). Masalah-masalah yang dialami anak panti asuhan dalam penyesuaian diri dengan lingkungan. Diakses dari https://www.researchgate.net/publication/317508269_Masalah-Masalah_yang_dialami_Anak_Panti_Asuhan_dalam_Penyesuaian_Diri_dengan_Lingkungan

Riset Kesehatan Dasar. (2013). Riskesdas tahun 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan

Ritchie, H., & Roser, M. (2018). Mental Health. Diakses dari https://ourworldindata.org/mental-health pada tanggal 28 April 2021.

Rohman, Y. F. (2019). Eksklusi sosial dan tantangan penyandang disabilitas penglihatan terhadap akses pekerjaan. Indonesian Journal of Religion and Society, 1(01), 51-66.

SAGE. (2018). Individual differences in cognition. Diakses dari https://us.sagepub.com/sites/default/files/upm-assets/83358_book_item_83358.pdf pada tanggal 28 Mei 2021.

Saleh, M.R.. (2018). The burden of mental illness: An emerging global disaster. Journal of Clinical and Health Science. 3(1).5-12.

Santrock, J. W. (2013). Life-Span development (14th ed). New York: McGraw-Hill.

Toth, P. (2014). The role of individual differences in learning. Acta Polytechnica Hungarica, 11(4), 183-197.

Ukpong, D. E., & GEorge, I. N. (2012). Length of study-time behaviour and academic achievement of social studies education students in the university of Uyo. International Education Studies, 6(3), 172-178.

Widiasmara, N., Nashori, F., & Gusniarti, U. (2013). Pengaruh psikoedukasi “Guru tahu” terhadap peningkatan pengetahuan dasar guru tentang peserta didik di sekolah inklusi. Jurnal Intervensi Psikologi (JIP), 5(1), 75–94. https://doi.org/10.20885/intervensipsikologi.vol5.iss1.art5

World Health Organization. (2020). Mental disorders. Diakses dari https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-disorders pada tanggal 28 April 2021.

World Health Organization. (2021). Disability and health. Diakses dari https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/disability-and-health pada tanggal 08 Mei 2021.