PROFIL KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA KARYAWAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Bernadetha Vania Eveliani, Shirly Gunawan
| Abstract views: 198 | views: 505

Abstract

Antibiotik merupakan salah satu golongan obat yang banyak digunakan di Indonesia. Data Riskesdas menunjukkan cukup banyak masyarakat yang menyimpan antibiotik di rumah tangga dimana sebagian besar diperoleh tanpa resep dokter. Banyak masyarakat yang melakukan pengobatan sendiri (swamedikasi).  Tingginya angka penggunaan antibiotik tanpa resep dokter membuat penggunaannya menjadi irasional dan berdampak pada  timbulnya resistensi obat. Salah satu faktor penyebabnya ialah kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat, khususnya antibiotik. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran ketepatan penggunaan dan tingkat pengetahuan mengenai antibiotik pada karyawan Universitas Tarumanagara. Studi ini bersifat deskriptif, dilakukan dengan desain cross sectional survey. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian kuesioner terhadap 114 orang responden. Dari hasil penelitian ini diketahui sebagian besar responden yaitu sebanyak 104 orang (91,2%) mengonsumsi antibiotik amoxycillin. Ketepatan dalam penggunaan antibiotik dinilai dari ketepatan dosis, frekuensi minum obat dan lama pemberian obat. Hasil studi  menunjukkan sebanyak 100% responden telah mengonsumsi antibiotik dengan dosis tepat.  Sebagian besar responden tepat mengonsumsi obat sesuai frekuensi yang dianjurkan (88,6%), dan 93,9% tepat mengonsumsi antibiotik sesuai dengan lama waktu yang seharusnya. Secara umum dapat dinilai sebanyak 70,2% responden telah menggunakan antibiotik dengan tepat dan 47,4% responden memiliki pengetahuan “baik” mengenai antibiotik. Masih ada sebagian responden yang menggunakan antibiotik dengan tidak tepat sehingga perlu ditingkatkan pengetahuan mengenai antibiotik supaya tidak terjadi resistensi antibiotik.

 

Antibiotics are widely used in Indonesia. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) shows that some people store antibiotics at home, most of which are obtained without a doctor's prescription. Many people do self-medication. The high rate of use of antibiotics without a doctor's prescription makes their use irrational and impacts the emergence of drug resistance. One of the contributing factors is the lack of public knowledge about the use of drugs, especially antibiotics. This study aims to describe the accuracy of the use and level of knowledge about antibiotics in Tarumanagara University employees. This study is descriptive, conducted with a cross-sectional survey design. Data was collected through the provision of questionnaires to 114 respondents. This study showed that most of the respondents, as many as 104 people (91.2%), took amoxicillin antibiotics. The accuracy of antibiotics-using is assessed by determining the accuracy of the dose, frequency of drug-taking, and duration of drug administration. The study results showed that as many as 100% of the respondents had taken the correct dose of antibiotics. Most of the respondents took the right medicine according to the recommended frequency (88.6%) and duration (93.9%). The study showed that 70.2% of respondents had used antibiotics correctly, and 47.4% of respondents have "good" knowledge about antibiotics. Some respondents still misuse antibiotics, so that knowledge about antibiotics needs to be increased so that antibiotic resistance does not occur.

Keywords

antibiotik; penggunaan antibiotik; tingkat pengetahuan; antibiotics; antibiotic use; level of knowledge

Full Text:

PDF

References

Dorland WAN. Kamus Kedokteran Dorland. Edisi 31. Jakarta: EGC; 2010.

Widayati A, Suryawati S, de Crespigny C, Hiller J. Self Medication With Antibiotics In Yogyakarta City Indonesia: A Cross Sectional Population-based Survey. BMC Research Notes [Internet]. 2011 [cited 22 August 2015];4(1):491. Available from: http://www.biomedcentral.com/1756-0500/4/491

Ain H, Septian F. Perilaku Masyarakat Terhadap Penggunaan Antibiotika Oral [Internet]. 7th vol. Medica Majapahit; 2015 [cited 12 July 2015]. Available from: http://ejurnalp2m.stikesmajapahitmojokerto.ac.id/index.php/MM/article/download/11/9

Gusnellyanti E. Mencerdaskan Masyarakat Dalam Penggunaan Obat Melalui Metode Cara Belajar Insan Aktif (CBIA) [Internet]. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. 2015 [cited 20 July 2015]. Available from: http://binfar.kemkes.go.id/2014/09/mencerdaskan-masyarakat-dalam-penggunaan-obat-melalui-metode-cara-belajar-insan-aktif-cbia/

Misriana. Pengkajian Kualitas Penggunaan Antibiotika Pada Pasien Bedah Appendix di RSUP Fatmawati Jakarta Tahun 2012. Jakarta: Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta; 2013.

Ambada SP. Tingkat Pengetahuan Tentang Antibiotik Pada Masyarakat Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan. Surakarta: Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta; 2013.

Atmadinata DA, Nasution I, Novitasari A. Studi Deskriptif Pemakaian Antibiotik di Rumah Sakit Roemani Periode Januari 2011 Sampai Juni 2011 di Instalasi Penyakit Dalam Bangsal Khodijah. Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang; 2012.

Lisni I, Iriani SO, Sutrisno E. Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Faringitis Di Suatu Rumah Sakit Di Kota Bandung. Bandung: Sekolah Tinggi Farmasi Bandung; 2015.

Fithriya S. Hubungan Karakteristik Orang Tua Dengan Pengetahuan Dalam Pemberian Antibiotik Pada Anak Di Dusun Sonotengah Kabupaten Malang. Jakarta: Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta; 2014.

Ling Oh A, Hassali MA, Al-Haddad MS, Syed-Sulaiman SA, Shafie AA, Awaisu A. Public Knowledge and Attitudes Towards Antibiotic Usage: A Cross-Sectional Study Among The General Public In The State of Penang, Malaysia [Internet]. PubMed. 2011 [cited 19 May 2016]. Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21628809

Anderson L. Viral Infections – Why Antibiotics Kill Viruses? [Internet]. Drugs.com. 2015 [cited 12 May 2016]. Available from: http://www.drugs.com/article/antibiotics-and-viruses.html

Broad Spectrum Antibiotics [Internet]. New Health Guide. [cited 12 May 2016]. Available from: http://www.newhealthguide.org/Broad-Spectrum-Antibiotics.html

Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas [Internet]. Direktorat Bina Farmasi Komunitas Dan Klinik Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. 2007 [cited 12 May 2016]. Available from:http://pio.binfar.depkes.go.id/PIOPdf/PEDOMAN_OBAT_BEBAS_DAN_BEBAS_TERBATAS.pdf

Tomaka N. Food and Drug Interactions [Internet]. GDAFT. [cited 14 May 2016]. Available from: http://www.gdatf.org/about/about-graves-disease/patient-education/food-and-drug-interactions/

Antibiotic Awareness [Internet]. NHS. [cited 14 May 2016]. Available from: http://www.nhs.uk/nhsengland/arc/Pages/AboutARC.aspx

Wu B, Case-Lo C, Kim S. Sensitivity Analysis [Internet]. Healthline. [updated 24 February 2016, cited 14 May 2016]. Available from: http://www.healthline.com/health/sensitivity-analysis#Overview1

Copyright (c) 2021 Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.