Simbol – Simbol Budaya Dalam Iklan (Studi Semiotik Roland Barthes Iklan Bukalapak Versi Nego Cincai)

Williams Williams

Abstract


Penelitian ini membahas mengenai analisis semiotika atau analisis teks media terhadap iklan Bukalapak versi Nego Cincai yang terdapat pada iklan televisi serta media sosial pada tahun 2017 khususnya pada saat perayaan Imlek. Landasan teori yang dipakai dalam penelitian ini adalah teori analisis semiotik Roland Barthes, teori pengantar ilmu komunikasi, teori kebudayaan, teori mitos budaya massa, teori gaya hidup. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan adalah metode semiotika/ analisis teks dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bersiat deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah iklan Bukalapak versi Nego Cincai. Objek dari penelitian ini adalah scene-scene yang ditampilkan dalam iklan Bukalapak versi Nego Cincai. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Iklan Bukalapak versi Nego Cincai mengandung makna bahwa Bukalapak dapat digunakan atau dinikmati oleh siapa saja, dimana saja, dan kapan saja serta sebagai pengingat bahwa Bukalapak sudah menjadi bagian di dalam kehidupan kita.


Keywords


Semiotik; Nego Cincai; Budaya; Cina; Gaya Hidup

References


Bignell, Jonathan. (2002). Media Semiotics: An Introduction. Glasgow: Bell & Bain

Ltd.

Hudjana, Agus. M. (2003). Komunikasi Intrapersonal dan Komunikasi Interpersonal. Yogyakarta: Kanisius.

Juditha Christiany. (2015). Budaya dalam Iklan: Analisis Semiotika Iklan So Nice Versi Slank Rame-rame. < jurnalwalasuji.net/index.php/walasuji/article/download/100/46>, diunduh, 10 Maret 2017.

Mardiyati, Nanik. (2010). Iklan sebagai Media Komunikasi Lintas Budaya: Studi Analisis Semiotik Iklan Minuman Energi Kratingdaeng versi Project Pop Berpakaian Adat Daerah. , diunduh 12 Maret 2016.

Sobur, Alex. (2009). Semiotika Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.