Makna Simbolik Pada Tradisi Cheng Beng Etnis Tionghoa

Via Fidella Kristin

Abstract


Masyarakat etnis Tionghoa sangat menjaga tradisi yang ada secara turun-temurun. Salah satunya adalah melakukan sembahyang kubur yang disebut sebagai ritual Chengbeng. Prosesi dan alat yang digunakan memiliki makna yang disampaikan kepada pelaksana ritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosesi serta makna yang terdapat pada simbol-simbol dalam ritual Cheng Beng. Dengan menggunakan teori komunikasi nonverbal, komunikasi ritual dan teori makna simbolik. Penelitian ini menggunakan metedologi penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan  melakukan observasi dan wawancara. Dari data yang terkumpul, penulis mendapatkan data mengenai ritual Cheng Beng. Terdapat tiga prosesi utama yaitu, membersihkan kuburan, meletakan kertas kuning di sekitar kuburan, serta anak laki-laki tertua harus memulai upacara terlebih dahulu. Simbol-simbol yang ada yaitu, kertas kuning emas dan perak yang digunakan untuk uang serta untuk diletakan di kuburan leluhur, makanan yang digunakan saat pelaksanaan tradisi, dan kemudian replika baju, perabotan serta rumah yang terbuat dari kertas untuk di bakar. Berdasarkan hasil yang ada, dapat disimpulkan terdapat makna disampaikan dari simbol-simbol tersebut adalah, menghormati dan berbahkti kepada leluhur, serta untuk mendapatkan perlindungan dari leluhur mereka.


Keywords


Ritual; Cheng Beng; Makna Simbolik; Prosesi

References


Jalaluddin, Rakhmat. (1994). Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Koentjoroningrat. (1981). Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Jakarta: Dian Rakyat.

Moleong, J Lexy. (2009). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.