Studi Komunikasi Ritual Perayaan Ceng Beng di Kota Pontianak

Monica Sarita

Abstract


Indonesia memiliki beragam budaya dan etnis. Perayaan Ceng Beng merupakan budaya yang irayakan oleh etnis Tionghoa di Pontianak setiap tahun. Peneliti ingin melihat bagaimana komunikasi ritual Ceng Beng yang dilakukan oleh etnis Tionghoa. Teori yang digunakan adalah teori budaya, budaya material dan nonmaterial, tradisi dalam budaya, komunikasi, komunikasi antarbudaya, akulturasi budaya, komunikasi ritual dan tujuan komunikasi ritual. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif secara deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh dari hasil wawancara mendalam dengan tiga narasumber yang memahami tradisi Perayaan Ceng Beng di Pontianak dan melakukan observasi mengenai Perayaan Ceng Beng di Pontianak. Esensi Perayaan Ceng Beng adalah untuk memberikan penghormatan kepada leluhur yang telah meninggal dunia. Komunikasi ritual bermakna tertentu dalam suatu upacara dan makna tersebut melibatkan komunikator dan komunikan, dan pesan apa yang akan disampaikan dalam ritual upacara tersebut.


Keywords


Komunikasi Ritual; Tradisi; Perayaan; Ceng Beng; di Pontianak

References


Pramoedya A. Toer. (1998). Hoakiau di Indonesia. Jakarta: Graha Budaya.

Santosa, Iwan. (2012). Peranakan Tionghoa Di Nusantara. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.

Liliweri, Alo. (2002). Makna Budaya Dalam Komunikasi Antarbudaya. Yogyakarta: PT LKIS Printing Cemerlang.

(https://kalbar.bps.go.id/ diakses pada tanggal 12 Juni 2017 pukul 09.00 WIB). (http://jurnal.usu.ac.id/index.php/flow/article/view/421/252 diakses pada tanggal 10 April 2017 pukul 12.01 WIB).

Kuswarno, Engkus. (2008). Etnografi Komunikasi. Bandung: Widya Padjajaran

Sugioyono. (2011). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuatitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

http://journal.tarumanagara.ac.id/index.php/FIKOM/article/view/1146/1240


Refbacks

  • There are currently no refbacks.