EFISIENSI ENERGI RUANG RAWAT INAP BANGUNAN RUMAH SAKIT ISLAM YARSIS SURAKARTA

Ria Kurniawati, Syafi’i Syafi’i, Mamok Suprapto

Abstract


Rumah sakit merupakan salah satu bangunan yang mengkonsumsi energi cukup besar. Strategi menentukan cara mengurangi penggunaan energi dan mengurangi biaya operasional rumah sakit seperti ruang rawat inap dilakukan supaya dapat meningkatkan energi terutama energi listrik menjadi lebih efisien, yaitu dengan melaksanakan audit energi. Penggunaan energi gedung terbesar salah satunya yaitu sistem AC sebesar 60% dan sistem pencahayaan 20%. Evaluasi efisiensi energi diarahkan ke sistem AC kemudian pencahayaan untuk penghematan energi gedung. Tahapan awal dengan mengevaluasi penggunaan energi menggunakan Intensitas Konsumsi Energi (IKE). Ruang rawat inap gedung Rumah Sakit Islam Yarsis Surakarta yang menggunakan pencahayaan terbatas dengan hasil IKE yaitu 36,13 kwh/m2/bulan termasuk kategori sangat boros. Tahapan selanjutnya menggunakan Software Autodesk Ecotect dengan pemodelan dari simulasi pencahayaan ruangan. Tiga skenario energi bangunan seperti penambahan ventilasi, jendela, dan lampu kemudian dilakukan simulasi. Hasil simulasi ecotect yang sesuai dengan SNI 02-6575-2001 standar pencahayaan yaitu skenario tiga yang menggunakan penambahan ventilasi, jendela, dan lampu yang mendapatkan hasil rata-rata 250 Lux. Menghemat energi tidak dengan cara mematikan semua lampu pada saat siang hari, namun membatasi tingkat pencahayaan dengan minimal standar ruang rawat inap yaitu 250 Lux. Pencahayaan merupakan salah satu faktor untuk menentukan efisiensi energi bangunan, selain pencahayaan konsumsi energi bangunan harus di perbaiki supaya bangunan RSI Yarsis Surakarta lebih efisien dari segi konsumsi energi dan pencahayaan.

Kata kunci: Efisiensi Energi, Intensitas Konsumsi Energi (IKE), Pencahayaan


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.